Halaman

Kamis, 31 Desember 2009

MENGENANG SOSOK "GUSDUR"




  • GUSDUR KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW
Apa? Gus Dur, keturunan nabi? banyak orang yang tidak percaya bahwa Gus Dur yang terkenal kontroversial ini adalah keturunan nabi, namun dalam kenyataannya, silsilah gus dur menyambung ke rasullulah SAW.

Dapat dibuktikan dari sebuah Al-kitab Talchis karangan Abdulloh Bin Umar Assathiri. Sumber ini diklaim telah diteliti dan direstui Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah KH. Habib Lutfi Ali Yahya, Pekalongan.

Berikut petikan silsilah Gus Dur sampai ke Nabi Muhammad SAW:

1. Muhammad Salallahu Alaihi Wailaihi Wasalam,
2. Sayyidina Fatimatus Zahro dengan Sayyidina Ali,
3. Sayyidina Husen Bin Ali,
4. Sayyidina Ali Zaenal Abidin,
5. Sayyidina Muhammad Al-Baqir,
6. Sayyidina Ja’far Shodiq,
7. Sayyidina Ali AL-Uroidi,
8. Sayyidina Muhammad Annaqib,
9. Sayyidina Sayyidina Isa Arrumi,
10. Sayyidina Ahmad Al-Muhajir Ilallah.
11. Sayyidina Ubaidillah,
12. Sayyidina Alawi,
13. Sayyidina Muhammad,
14. Sayyidina Alawi Muhammad,
15. Sayyidina Ali Choli’ Qosam,
16. Sayyidina Muhammad Shohibul Mirbath,
17. Sayyidina Alawi,
18. Sayyidina Amir Abdul Malik,
19. Sayyidina Abdulloh Khon,
20. Sayyidina Ahmad Syah Jalal,
21. Sayyidina Jamaludin Khusen,
22. Sayyidina Ibrohim Asmuro,
23. Sayyidina Ishak,
24. Sayyidina Ainul Yaqin (Sunan Giri),
25. Sayyidina Abdurrohman (Jaka Tingkir),
26. Sayyidina Abdul Halim (P. Benawa),
27. Sayyidina Abdurrohman (P. Samhud Bagda),
28. Sayyidina Abdul Halim,
29. Sayyidina Abdul Wahid,
30. Sayyidina Abu Sarwan.
31. Sayyidina KH. As’ari,
32. Sayyidina KH. Hasyim As’ari
33. Sayyidina KH. Abdul Wahid Hasyim
34. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
——————————
Mudah-mudahan Allah swt memuliakan Rosulullah, Keluarga besarnya, termasuk Gus Dur, dan umatnya di belahan dunia manapun ..


  • WASIAT GUSDUR

Jakarta, RMOL. Gus Dur telah tiada. Tapi, ajaran dan pesan-pesannya tetap abadi sepanjang masa. Sejumlah kerabat dan tokoh nasional mencatat wasiat Bapak Pluralisme itu sebelum wafat.
Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah mengaku pernah diwasiati Gus Dur sebelum wafat. Hal itu terjadi ketika dia bertemu empat mata dengan Gus Dur sebelum dirawat di RSCM. Kata Chandra, dalam pertemuan yang berlangsung setengah jam itu, Gus Dur berpesan, Indonesia memerlukan orang berani dan nekat. "Intinya Gus Dur berpesan perlu orang-orang nekat untuk mengurus negara ini," ungkap Chandra.
Pesan itu, jelas Chandra, dijadikan pemicu semangat dan keberanian dirinya dan lembaganya dalam memberantas korupsi. “Saya memaknainya bukan sebagai amanat. Tapi saya sepakat kita harus punya keberanian dan ketegasan mengurus negara ini,” kata Chandra.
Chandra menambahkan, banyak nilai-nilai yang bisa ditauladani dari Gus Dur, salah satunya keberaniannya dalam mendukung pemberantasan korupsi. “Tidak banyak tokoh-tokoh yang berani di saat-saat sulit menyatakannya dengan bahasa yang tegas dan lugas,” kenangnya.
Chandra yang ikut menghadiri prosesi pemakaman Gus Dur di Jombang menjanjikan, akan merealisasikan pesan Gus Dur dengan menjadikan KPK ke depan akan lebih berani dan jujur.
Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Ray Rangkuti menilai pesan Gus Dur yang disampaikan ke Chandra merupakan amanat untuk bangsa. “Itu amanah bagi generasi muda, dan bangsa, untuk jangan takut-takut dalam memerangi korupsi. Sekarang ini yang dibutuhkan bangsa adalah orang yang tidak takut terhadap halangan, sehingga sudah benar pesan Gus Dur itu bila untuk mengurus negara ini butuh orang yang nekat,” paparnya.Ray mengatakan, pesan Gus Dur itu sudah pas pada konteks untuk melawan korupsi yang saat ini sudah semakin akut. Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif Hubungan Antaragama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengungkapkan, ada satu pesan Gus Dur yang disampaikan ke dirinya.
"Saat itu Gus Dur berpesan agar kaum fundamentalis jangan dijauhi, tetapi harus dicintai," kata Romo Benny mengutip salah satu pesan Gus Dur.Ketua PBNU, Said Agil Siradj yang pernah ngobrol panjang bersama Gus Dur di RSCM mengungkapkan, Gus Dur berpesan agar kader-kader NU mengimplementasikan ajaran Islam yang toleran, Islam yang balance, jangan cenderung fanatik dan tidak selalu liberal.
“Saat menjenguk Gus Dur sakit, beliau banyak berbincang persoalan penegakkan hukum kasus Bank Century. Beliau (Gus Dur) minta kasus itu diusut tuntas,” kata Said Agil.
Wakil Sekjen PBNU, Saiful Bachri Anshori mengungkapkan, Gus Dur berpesan ke dirinya agar penegakan hukum dijalankan dengan benar. Karena demokrasi tanpa hukum bukan demokrasi.
“Gus Dur juga berpesan agar pemberantasan korupsi terus ditegakkan. Saya kira tidak ada orang yang meragukan komitmen Gus Dur soal ini,” kata Anshori.Khusus bagi warga NU, lanjutnya, Gus Dur berharap NU banyak melahirkan kader-kader muda yang progresif.
Sementara itu, orang dekat Gus Dur, Imam Mudzakkir mengaku, Gus Dur masih mempunyai mimpi soal kejayaan NU di tahun mendatang. Salah satunya, posisi Rois Aam PBNU yang kini diduduki KH Sahal Mahfud dapat dilanjutkan oleh KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. “Beberapa kali saya bertemu beliau sebelum wafat, beliau bercerita secara terbuka soal keinginanya agar Gus Mus menjadi Rois Aam PBNU. Ini mungkin termasuk wasiat beliau,” kata Imam Mudzakkir.
Gus Mus adalah orang dekat Gus Dur sejak kecil dan sekarang memiliki jiwa kepemimpinan dan ketokohan yang tidak diragukan lagi. Buktinya, Gus Mus dalam prosesi pemakaman Gus Dur didaulat menjadi pembaca doa dari pihak keluarga.
“Gus Dur bilang, kalau Gus Mus jadi Rois Aam dan saya ketua dewan syuro, luar biasa mas nanti kita. Siapa yang tidak kenal kita," papar Imam menirukan Gus Dur.
Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku menerima tiga wasiat dari Gus Dur untuk masa depan PKB. Pertama, keteladanan dan pendirian Gus Dur. Kedua, daya tahan dan kemandirian PKB sebagai partai yang berbasis Islam dan kebangsaan. Ketiga, menjadikan demokrasi sebagai solusi dan kultur politik nasional.
"Kami akan merangkul teman-teman yang berbeda, teman-teman yang tidak merasa disapa akan kita ajak. Pesan Gus Dur agar PKB tenang-tenang saja, agar PKB tumbuh dengan normal," ujar Muhaimin.
Sementara itu, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah mengungkapkan, sebelum meninggal, Gus Dur telah memberikan isyarat ke dirinya dan keluarga. "Dia maunya Kamis malam Jumat di Tebuireng," kata Sinta.
Waktu itu, kata Sinta, Kamis malam Jumat terdekat adalah menjelang Natal 25 Desember 2009. Lalu Sinta bertanya pada Gus Dur, apakah tidak sebaiknya pada malam Jumat pekan berikutnya yang jatuh pada 31 Desember ini.
Lalu Gus Dur menjawab, "Pokoke Kamis malam Jumat aku di Tebuireng," kata Sinta menirukan Gus Dur.
Pernyataan itu kemudian dianggap Sinta sebagai wasiat. Sebuah wasiat bahwa Gus Dur yang meninggal pada Rabu 30 Desember pukul 18.45 itu ingin dimakamkan esoknya di Tebuireng. Dan persis, pada Kamis malam Jumat, jasad Gus Dur sudah bersemayam di sebuah makam yang berdekatan dengan makam kakek dan ayahnya yaitu KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim. [yan]



WARGA AUSTRALIA PUJI SOSOK "GUSDUR"

Kiprah KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai negarawan diakui banyak pihak. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun mengakui peran penting Gus Dur dalam hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

"Mantan presiden Wahid banyak dikagumi dan dihormati. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga banyak warga Australia dan warga lainnya di seluruh kawasan kita," ujar Rudd dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, (1/1/2010).

Rudd menjelaskan kunjungan bersejarah Gus Dur ke Australia pada tahun 2001, bernilai penting bagi hubungan kedua negara. Sejak tahun 1975, baru pada era Gus Dur seorang Presiden RI mengunjungi negeri kanguru itu.

"Kunjungan itu sangat berarti untuk hubungan bilateral Australia-Indonesia dan memberi landasan positif bagi hubungan Australia-Indonesia di tahun-tahun berikutnya," jelas Rudd.
Rudd pun menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Gus Dur. Menurutnya Gus Dur sangat berpengaruh sebagai seorang pemimpin Islam moderat di Indonesia dan pendukung toleransi etnis dan keagamaan.

"Bela sungkawa kami tujukan secara khusus kepada keluarga almarhum, termasuk istri dan empat putri yang ditinggalkannya," pungkas Rudd.

  • TANGIS PMII-PMKRI UNTUK GUSDUR-FRANS SEDA
VIVAnews - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar renungan bersama mengenang dua tokoh bangsa, yakni Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Frans Seda. Renungan tersebut mereka lakukan saat arah jarum jam menunjukkan pukul 00:00 Waktu Indonesia Tengah, 1 Januari 2010.

Renungan yang diikuti sekitar 50 orang orang tersebut merupakan acara dalam merayakan pergantian tahun 2009 ke 2010, yang difokuskan untuk mengenang dua tokoh tersebut. Renungan digelar di Sekertariat PMKRI Sulsel, di Jalan Dr. Soetomo, Makassar.
”Di penghujung 2009, kita baru saja ditinggalkan dua tokoh bangsa, yakni Gus Dur dan Frans Seda. Kami mau menghabiskan malam ini dengan mengenang mereka, tanpa hura-hura,” kata Febrianus, ketua PMKRI Sulawesi Selatan, Jumat, 1 Januari 2010.

Dua organisasi berbasis agama itu menganggap Gus Dur dan Frans Seda merupakan dua tokoh yang patut dikenang. Keduanya, tambah Febri adalah sosok yang sangat gigih dan teguh pendirian. Keduanya juga memiliki kesamaan dari sisi kemanusiaan dan cara pandang.

”Keduanya, meski berbeda ideologi, tapi sangat peduli terhadap keberagaman dan kebersamaan. Nilai-nilai humanis mereka tidak terbantahkan,” ujarnya.
Dengan kekuatan itu, Febri berharap, semangat tersebut tetap tertanam di hati sanubari masyarakat Indonesia. Bagi Febri, kedua tokoh tersebut patut dicontoh, dan ajaran-ajarannya perlu dilestarikan di bangsa yang sangat plural ini.

Pantauan VIVAnews, Suasana haru dan isak tangis tampak terlihat dari sejumlah peserta renungan saat mereka mendoakan dua tokoh bangsa tersebut. Tampak puluhan lilin dan juga dua foto milik Gus Dur dengan Frans Seda terpampang di tengah-tengah peserta renungan. Kegiatan tersebut baru berakhir sekitar pukul 01:40 Wita, dini hari tadi.

  • GUSDUR WAFAT, SULTAN KHAWATIR SOAL PLURALISME
Liputan6.com, Yogyakarta: Sri Sultan Hamengku Buwono X khawatir masalah keragaman dan plurarisme tidak ada yang merawat, setelah Abdurrahman Wahid wafat. Bahkan, ujar Sultan di Yogyakarta, Kamis (31/12), kekhawatiran ini juga dialami sejumlah kalangan yang merasa kehilangan setelah ditinggal Gus Dur.

"Saat ini belum ada pemimpin atau tokoh di negeri ini yang bisa menyamai seperti Gus Dur," ucap Sri Sultan. Alasan Gubernur DIY, yang selama ini mampu merangkul seluruh kelompok di masyarakat hanyalah Gus Dur. Pemimpin sekarang, jelas Sultan, selalu mengedepankan ekonomi untuk kesejahteraan, bukan kebudayaan untuk peradapan bangsa.

Sri Sultan juga menyampaikan penyesalannya karena tidak bisa hadir pada pemakaman mantan presiden ke-4 RI itu di Jombang, Jawa Timur, karena kesulitan tranportasi.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur Kamis (31/12), diiringi isak tangis. Pemakaman yang berlangsung pukul 13:35 diawali dengan upacara, dipimpin Presiden Yudhoyono [baca: Isak Tangis Iringi Pemakaman Gus Dur]. (ETA)

  • GUSDUR SUKA BICARA CEPLAS CEPLOS
Liputan6.com, Jakarta: Almarhum mantan Presiden Abdurahman Wahid adalah tipikal orang yang berbicara apa adanya. Kebiasaan ceplas ceplos tak jarang membuat merah kuping orang yang dibicarakannya. Sebuah kalimat jenaka Gus Dur yang sangat melekat di masyarakat adalah "gitu aja kok repot".

Salah satu ucapan Gus Dur lainnya yang tidak akan pernah dilupakan publik adalah ketika Gus Dur tahun 1999 di depan sidang paripurna DPR memberikan penjelasan tentang keputusannya membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Gus Dur menilai DPR seperti taman kanak-kanak.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama juga dikenal sebagai orang yang punya rasa humor tinggi. Ketika diserang lawan-lawan politiknya, tak jarang Gus Dur menangggapinya dengan enteng. Meski ucapan sering menuai kecaman, masyarakat terutama kalangan nahdliyin, begitu mencintainya.(JUM/AYB)

  • BAPAK BANGSA ITU BERANI AMBIL TEROBOSAN
Liputan6.com, Jakarta: Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur adalah tokoh muslim Indonesia dan pemimpin politik yang akhirnya menjadi presiden ke-4 RI pada 1999. Gus Dur menggantikan Presiden BJ Habibie kala itu setelah dipilih MPR hasil pemilihan umum 1999.
Nahdlatul Ulama atau NU menjadi awal karier politik Gus Dur. Pada Musyawarah Nasional NU 1984 mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU.

Pada Juli 1997 merupakan awal krisis finansial Asia. Almarhum Presiden Soeharto semasa memimpin Indonesia mulai kehilangan kendali atas situasi ini. Gus Dur didorong melakukan reformasi dengan Megawati Sukarnoputri dan Amien Rais.

Seiring jatuhnya Soeharto, partai-partai politik mulai terbentuk. Pada Juni 1998 banyak orang dari NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. Maka pada Juli 1998 berdirilah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Peraih gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, India itu dipercaya duduk sebagai ketua dewan penasehat.

Masa kepresidenan Gus Dur dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada 2001. Gus Dur diganti Megawati Sukarnoputri setelah mandatnya dicabut MPR.

Gus Dur juga dikenal sebagai pemimpin kharismatik dan berani mengambil sejumlah terobosan. Setelah terpilih sebagai presiden, Gus Dur membentuk Kabinet Persatuan Nasional. Kabinet koalisi ini meliputi anggota berbagai partai politik: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PKB, Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan.

Awal pemerintahannya, Gus Dur melakukan dua reformasi pemerintahan. Pertama ia membubarkan Departemen Penerangan. Kedua Gus Dur membubarkan Departemen Sosial yang korup. Saat menjadi presiden, pria berjuluk Bapak Tionghoa itu mengumumkan Tahun Baru Cina atau Imlek menjadi hari libur nasional pada Januari 2001. Ia juga mengusulkan TAP MPRS Nomor XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme dicabut.

Namun kini pemimpin besar dan ulama kharismatik itu dipanggil Maha Kuasa dalam usia 69 tahun. Selamat jalan Gus Dur. Kami kehilangan keberanian, keluwesan memimpin negeri ini dan terutama sekali: canda-canda segarmu [baca: SBY Jadi Inspektur Upacara Pemakaman Gus Dur].(AIS)

  • GUSDUR DIKENAL TEGAS DAN HUMORIS
Liputan6.com, Jakarta: Perjalanan bersama almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur ke sebuah pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, sangat berkesan bagi Muhammad Nuh, tetangga Gus Dur. "Baru dua minggu lalu saya pergi ke Pesantren Jombang," tutur Nuh di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (31/12) pagi yang turut berduka atas kepergian sang Bapak Bangsa. Ia tak menyangka perjalanan itu adalah yang terakhir buat dia.

Bagi Nuh, almarhum Gus Dur memiliki kepribadian yang patut ditiru. "Beliau adalah orang yang tegas dan humoris," ucap Nuh. Pria bertubuh langsing itu juga mengagumi Gus Dur sebagai pribadi yang tak pernah dendam terhadap siapapun. Selain itu, tambah Nuh, penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award itu juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan warganya.

Saat Gus Dur berada di Jombang untuk berziarah ke makam sejumlah tokoh lama NU, gula darah Gus Dur turun drastis. Pria berusia 68 tahun itu mendadak dilarikan ke rumah sakit setempat. Kondisi Gus Dur menurun saat akan berziarah ke makam Kiai Haji Wahab Hasbuloh. "Kadar gula Bapak turun hingga 76," kata Dhohir Farisi, suami Yenny Wahid [baca: Kesehatan Gus Dur Ambruk di Jombang].(AIS)


  • HMI: KEBERANIAN GUSDUR DICATAT SEJARAH
Jakarta, RMOL. Selain toleran, Gus Dur merupakan sosok yang teguh memegang prinsip dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.Demikian disampaikan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Dakwah dan Pengembangan Pemikiran Islam, Rudi Ismawan, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 31/12).

“Di tangan Gus Dur, pemahaman ke-Islaman dan wawasan kebangsaan menjadi satu. Dua hal yang belum selesai di era Soekarno itu dapat diselesaikan dengan baik oleh Gus Dur. Meski tak menyebut demokrasi religius, Gus Dur telah membangunan tatanan demokrasi dan pluralisme yang berdasar dari ajaran Islam. IMM merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa atas wafatnya Gus Dur. Mungkin, dalam 100 tahun, Indonesia baru bisa melahirkan kembali sosok seperti Soekarno dan Gus Dur,” kata Rudi.Menurut Rudi, kebesaran hati dan keteguhan Gus Dur dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) patut ditiru oleh setiap generasi dan pemimpin Indonesia. [yan]
  • HASYIM MUZADI UNGKAP PESAN TERAKHIR GUSDUR
Jakarta, RMOL. Indonesia kehilangan tokoh berkarakter yang berani mengambil risiko sebagai pemimpin.
Begitu disampaikan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, beberapa saat lalu saat tiba di RS Cipto Mangunkusumo (Rabu malam, 30/12).
NU adalah yang paling kehilangan, katanya lagi. KH Hasyim Muzadi mengatakan, dalam dekade terakhir ini belum ada tokoh sebesar Gus Dur, baik dari hal pemikiran dan konsistensi perjuangannya.
“Orisinal, Gus Dur orang yang luar biasa,” ujar KH Hasyim Muzadi yang menggantikan Gus Dur sebagai Ketua PB NU.
Hasyim Muzadi terakhir kali bertemu Gus Dur dua pekan lalu. Saat itu dia datang bersama keluarga. Ketika itu, Hasyim Muzadi melihat Gus Dur sudah kelelahan.
“Tetapi ia pantang mengeluh. Apapun deritanya, beliau tidak mengeluh. Dia tanggung sendiri,” ujarnya.
Pesan terakhir Gus Dur pada Hasyim adalah agar NU dijaga baik-baik.[guh]
  • GUSDUR YANG PERTAMA DIALOG DENGAN SEPARATIS
Jakarta, RMOL. The Australian: Yang Pertama Dialog dengan Separatis Kepergian Abdurrahman Wahid juga menjadi pembicaraan di negeri tetangga, Australia.
Harian The Australian edisi Kamis, 31 Desember 2009, mengenang mantan Presiden RI ini sebagai seorang tokoh bangsa yang memiliki komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Gus Dur juga dikenang sebagai tokoh yang kerap memberikan pembelaan kepada kelompok lemah, termasuk kelompok minoritas Tionghoa dan Kristen di Indonesia.
“Beberapa keputusan kunci di masa pemerintahannya adalah bukti dari komitmennya pada demokrasi. Mr. Wahid mengunjungi Timor Timur untuk menyampaikan permintaan maaf atas kriminalitas Indonesia di masa lalu. Dia juga membangun komitmen publik yang begitu besar dengan menggelar pertemuan rutin di Jakarta dengan pemimpin Timor Timur seperti Xanana Gusmao dan Jose Ramos Horta. Beliau juga melibatkan Indonesia dalam membantu membangun Timor Timur sebagai negara yang sukses,” tulis The Australian.
Di dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia, Gus Dur juga dikenang sebagai salah seorang pendukung hubungan baik kedua negara. Walaupun ada beberapa elemen dari kebijakan Australia mengenai Timor Timur yang tidak disukai Gus Dur, tetapi Gus Dur yang lahir di Jombang 69 tahun lalu itu tetap mengunjungi Australia.
Ia membuat keputusan yang jelas dan positif bahwa adalah kepentingan Indonesia untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.
The Australian juga mengenang upaya Gus Dur mengadili Soeharto, penguasa Orde Baru. Walaupun gagal, namun upaya itu cukup membantu dalam menegakkan moral politik di Indonesia.
Poin lain yang dicatat oleh The Australian adalah keberanian Gus Dur menegakkan supremasi sipil dan menggeser supremasi militer yang sepanjang masa Orde Baru menjadi hukum alam yang tidak terbantahkan. Gus Dur juga dikenang The Australian sebagai pemimpin Indonesia pertama yang membuka dialog perdamaian dengan kelompok separatis di Aceh dan Papua. [guh]
  • SANG PEJUANG DEMOKRASI
Jakarta, RMOL. Pemikiran dan sikap Gus Dur yang nyeleneh membuatnya gagal memimpin Indonesia selama lima tahun .
Demikian disampaikan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arip Mustopa, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 31/12).
“Namun, keberaniannya mengambil amanah tersebut di tengah krisis kepemimpinan nasional dan menguatnya isu SARA ketika itu, akan dicatat sebagai keberanian yang bersejarah. Bangsa Indonesia memperoleh hikmah dari sejarah hidup dan gagasan-gagasan beliau,” kata Arip.
Menurut Arip, Gus Dur akan dikenang sebagai seorang pejuang demokrasi, pluralisme, kebebasan, kerukunan antara umat beragama dan keberpihakan pada kaum minoritas. Gus Dur juga, kata Arip, akan dikenang sebagai penganjur Islam yang moderat dan inklusif. [yan]
  • GUSDUR DIMATA GEORGE JUNUS ADITJONDRO
Jakarta, RMOL. Di dalam buku “Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga, Istana, Tangsi dan Partai Penguasa” yang ditulis dan diterbitkan George Junus Aditjondro tahun 2006 lalu ada bagian yang menyoroti nepotisme di era pemerintahan Abdurrahman Wahid.
“Tetapi beliau tidak menghambat, tidak menekan, juga tidak meminta bagian itu disensor,” ujar George ketika dihubungi (Kamis, 31/12).
Buku yang diterbitkan oleh LKiS, sebuah penerbitan yang berafiliasi dengan NU, menguliti praktik KKN yang bertranformasi dari rezim Soeharto ke rezim-rezim setelahnya, Habibie, Megawati, dan Gus Dur hingga SBY.
Mengenai Gus Dur, di halaman 25 buku itu misalnya, George menulis, “Memang, rezim Gus Dur patut diberikan jempol karena berani mengambil langkah-langkah menegakkan supremasi sipil dan mulai mengadili Soeharto. Namun, dalam hal membiarkan nepotisme keluarga Wahid serta kroniisme para pendukungnya dari lingkungan NU dan PKB, Gus Dur belum banyak bergeser dari tradisi Soeharto.”
“Walhasil, skandal Bulog-gate I dan Brunei-gate memberikan umpan kepada lawan-lawan politiknya untuk menggulingkan dia atas nama “pemberantasan KKN di lingungan penyelenggara negara”. Padahal saat itu wacana politik tingkat nasional sudah mulai dijangkiti kecaman-kecaman terhadap Taufiq Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden yang dijagokan untuk menggantikan Gus Dur.”
Pada bagian selanjutnya, sebut George, buku itu juga menyoroti bagaimana orang-orang di sekitar Gus Dur berusaha untuk mendapatkan proyek pemerintah, dan ada juga yang menjadi makelar kasus BLBI.
“Saya tidak perlu sebutkan secara rinci. Tetapi yang jelas Gus Dur tidak melarang dan tidak marah. Menurut saya Gus Dur jauh lebih demokrat dibandingkan orang yang menyebut dirinya Partai Demokrat,” ujarnya.
George Junus Aditjondro menambahkan bahwa ia tak sepakat bila Gus Dur disebut sebagai tokoh kontroversial.
Menurut investigator korupsi ini, Gus Dur adalah tokoh yang berfikir jauh ke depan, melewati zamannya.
"Beliau bukan skripturalis yang terpaku pada teks dan kaku. Beliau banyak ijtihad dan melakukan penafsiran dengan menggunakan pikiran. Dia berani mengusulkan penghapusan TAP MPR yang mengekang HAM, misalnya," ujar George kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/12).
Menurut George dirinya tidak terlalu berduka dengan kepergian Gus Dur. Perasaan ini karena menurutnya Gus Dur telah melakukan begitu banyak hal untuk bangsa Indonesia. Hasil karya Gus Dur ini akan kekal abadi.
"Saya melihat beliau sebagai agamawan, ilmuwan dan seniman. Gus Dur tokoh yang paripurna," demikian GJA. [guh]
  • MULTITALENTA, TIPOLOGI GUSDUR SULIT LAHIR DI BUMI INDONESIA
Jakarta, RMOL. Sosok Gus Dur memang unik. Dia memiliki talenta dan ciri khas yang sulit dimiliki oleh tokoh lain. Dalam 100 tahun ke depan, orang seperti Gus Dur belum tentu akan lahir lagi dari bumi Indonesia.“Gus Dur itu tokoh langka yang belum tentu dimiliki banga ini dalam kurun waktu 100 tahun ini. Pemikirannya berpengaruh dalam lintas bidang, tidak saja agama, namun juga sosial, politik dan budaya,” kata Direktur Eksekutif Charta Politica, Bima Arya Sugiarto, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/12).
Di samping itu, kata Bima, Gus Dur merupakan negarawan multitalenta yang kontribusinya tak ternilai dalam hal perlindungan minoritas, penghargaan pluralisme dan tentu saja penguataan demokrasi dan HAM. Ditambahkannya, pada zaman Gus Dur lah, banyak pemikir-pemikir muda Islam bisa tumbuh dan berkembang.
“Gus Dur punya jasa dalam memberikan ruang yang luas bagi inteletual muda Islam sebagai generasi baru untuk berkiprah dan melakukan pembaharuan pemikiran,” demikian Bima. [zul]