Halaman

Senin, 08 Maret 2010

PC NU Subang Adakan Latihan Kepemimpinan Kader NU


Subang, 07 Maret 2010

Sedikitnya 100 orang kader Nahdatul Ulama (NU) yang terdiri dari IPNU, PMII, GP ANSOR, Patayat NU dan Muslimat NU dari berbagai daerah di Kabupaten Subang, mengikuti Latihan Kepemimpinan NU bertempat di Aula PC NU Kabupaten Subang, Jalan Darmoharjo, Subang.
Pelatihan Kepemimpinan NU yang dilaksanakan selama dua hari (Sabtu-Minggu) itu, berthemakan “Memperkuat Sumber Daya manusia (SDM) NU Kabupaten Subang yang Mandiri dan Berkeberadaban”.
Ketua NU Kabupaten Subang KH Musyfik Amrullah, Lc., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa latihan kepemimpinan bagi kader NU Subang merupakan tujuan yang sangat mulia, dalam rangka era kepemimpinan NU ke depan.
Dikatakan Musyfik, seperti diketahui bahwa NU adalah lembaga atau ormas terbesar di Indonesia. Selama ini kader-kader NU ada dimana-mana baik di politisi, pengusaha maupun di lembaga pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah.
Langkah Pengurus NU Cabang Subang ke depan akan menyelesaikan gedung secretariat yang pembangunannya baru 30 %. Selain itu NU Subang juga akan membuka sekolah dilingkungan secretariat Pengurus Cabang NU Subang, diantaranya membuka SMA dan SMK Islam, ujar Musyfik Amrullah.
Sementara Rois NU Kabupaten Subang Drs. KH. Moch Musa Mutaqin, M.Si., yang juga Kakandepag Subang menghimbau agar para peserta mengikuti latihan dengan sebaik-baiknya, karena kedepan tidak ingin lagi kasus krisis kepemimpinan. Untuk itu para pemuda yang cerah harus menjadi pemimpin, katanya.
Para peserta latihan kepemimpinan NU, juga mendapat pengarahan diantaranya dari KH. DR. Masdar Farid Mashudi dari PBNU, tentang Rencana Strategis NU Tahun 2010-2015, serta menyongsong Satu Abad NU 2026.
Sedangkan HM Surjani Ichsan menyampaikan ceramah tentang Faham Aswaja serta pandangan insklusif serta aplikasi di daerah. Dan Otonomi daerah dan partisifasi masyarakat dalam kebijakan public disampaikan oleh H. Qomarudin Thaher (Wakil Ketua DPRD Jawa Barat).
Hari ini minggu, para peserta akan mendapatkan pengarahan dari DPRD Subang tentang “Tupoksi DPRD”, dan tentang Posisi dan peran setrategis ormas dalam kehidupan social kemasyarakatan disampaikan Kepala Kesbangpol Linmas Kab Subang, dan selanjutnya situasi sosail, ekonomi, pendidikan dan budaya di Kabupaten Subang akan disampaikan Sekda Kab Subang. (adang)

Senin, 22 Februari 2010

KESETARAAN GENDER


Kesetaraan yang dimaksud adalah kondisi dan posisi yang menggambarkan kemitraan yang selaras, serasi dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh peluang/kesempatan dalam mengakses, partisipasi, control dan manfaat dalam pelaksanaan pembangunan serta menikmati hasil pembangunan dalam kehidupan keluarga, maupun dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Dilakukan upaya pemberdayaan perempuan, bukan suatu kecengengan, tetapi memang merupakan upaya yang mutlak dan wajib dilaksanakan oleh karena:

a. UUD menyebutkan bahwa setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi maupun hukum

b. UU HAM juga menyatakanan bahwa laki-laki dan perempuan punya HAM yang tidak berbeda.

c. Tetapi faktanya kondisi dan posisi perempuan diberbagai bidang masih belum memadai.

d. Laki-laki dan perempuan harus berperan serta dalam pembangunan.

3. Masalah Tenaga Kerja

Bekerja merupakan hak manusia laki-laki dan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya. Bekerja dapat dilakukan pada sektor formal maupun informal. Tempat bekerja bisa di dalam negeri maupun di luar negeri. Pekerja di Luar negeri pun ada 2 kelompok yaitu yang legal dan illegal.

Persoalan yang dihadapi perempuan bekerja cukup banyak antara lain; perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan dengan beban kerja yang sama, hak-hak perempuan berkaitan dengan kodratnya belum terpenuhi, pelecehan seksual dan lain-lain. Untuk pekerja di luar negeri, tidak diberikan gaji, kekerasan juga pelecehan seksual.

Berkaitan dengan persoalan diatas upaya yang dilakukan meliputi :

a. Pencegahan terjadinya permasalahan ketenagakerjaan
b. Perlindungan terhadap tenaga kerja perempuan

b. Dengan cara :


- Peningkatan kualitas hidup perempuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi
- Membantu perempuan akses pada modal (MOU-MOU dengan bank)
- Advokasi hak-hak buruh kepada perusahaan melalui asosiasi-asosiasi
- KIE di daerah kantong Pengiriman Tenaga Kerja
- Bekerja sama dengan departemen Tenaga Kerja dalam Penyusunan UU Perlindungan Tenaga Kerja

4. Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Visi dari Pemberdayaan Perempuan adalah mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Faktanya kekerasan dalam rumah tangga masih sangat mernggejala.
Seringkali persoalan ini dianggap urusan domestic, tetapi saat ini telah dibahas di DPR dan hampir final UU penghapusan KDRT yang mengatur tentang pengertian KDRT, ruang lingkup hak, perlindungan serta sangsi pelanggaran KDRT.

5. Pornografi dan Pornoaksi

a. Pornografi bermasalah karena pada dasarnya, Pornografi adalah merupakan sebuah bentuk kejahatan terhadap nilai-nilai sosial. Pornografi secara sengaja merendahkan dan melecehkan kaum perempuan menjadi sekedar objek seks yang tidak bermartabat dan pantas dieksploitasi. Pornografi juga sangat mungkin mendorong desakralisasi seks yang pada gilirannya menyebabkan setumpuk penyakit sosial, seperti AIDS dan penyakit menular seksual lainnya, perkosaan, kehamilan remaja, aborsi, perselingkuhan, perceraian, hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, pelacuran dan homoseksual/ lesbian, dlsbnya.

b. Pornografi dan pornoaksi di media massa telah merembak dan menjadi masalah yang meresahkan masyarakat karena ditengarai dapat mempengaruhi perkembangan moral dan mengarah kepada pengabaian terhadap norma agama dan norma yang berlaku di masyarakat. Kondisi ini sangat menghawatirkan terhadap pertumbuhan generasi muda yang mengarah kepada pergaulan bebas, maraknya pesta-pesta seks dikalangan orang dewasa dan remaja.

c. Sebagai ilustrasi di Indonesia pornografi perlu mendapat perhatian serius antara lain:
1) Adanya dampak bagi generasi muda adanya perilaku seks bebas usia dini, pelecehan seksual, penyimpangan dikaitkan dengan HIV/AIDS, prostitusi, dll (Yayasan AIDS Indonesia)
2) Peredaran VCD Porno dapat merusak masyarakat dan menjadi stimulan psikologis destruktif (BID, DIY, September 2002).
3) Data Polda DIY 2000 tentang pornografi : 1 kasus dengan 20 barang bukti, tahun 2001 meningkat menjadi 12 kasus dengan 523 barang bukti, tahun 2002 24 kasus dengan 2-4 barang bukti.
4) Penelitian baru-baru ini di Yogyakarta, Agustus 2002, dari 2000 responden mahasiswi hanya 0,18 % yang belum pernah melakukan kegiatan seksual termasuk masturbasi, sedangkan 97,05 % telah melakukan “intercourse” pranikah. 5,9 % prnah melakukan aborsi. (Penelitian Lembaga Studi Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora)

Yang pernah dilakukan:
a. Menggerakakan masyarakat untuk membendung pornografi
b. Advokasi kepada media massa melalui pertemuan-pertemuan.
c. Penyiapkan RUU Anti Pornografi
d. Melakukan pemantauan pada bentuk pornografi pada media cetak maupun elektronik (Media Watch)

6. Kesejahteraan dan Perlindungan Anak

Negara Republik Indonesia telah meratifikasi The Convention on The Rights of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak (KHA), sejak tahun 1990 melalui Kepres No. 36/1990. Dengan telah diratifikasinya CRC maka Indonesia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hak-hak anak yang telah disepakati dalam KHA adalah:
a. Hak sipil dan kebebasan;
b. Hak mendapatkan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif;
c. Hak memperoleh pelayanan kesehatan
d. Hak memperoleh pendidikan;
e. Hak mendapatkan perlindungan khusus;

Melalui Kepres 101/2001, Kementerian Pemberdayaan Perempuan mendapat mandat bahwa kesejahteraan dan perlindungan anak berada dibawah koordinasi KPP.
Untuk mengimplementasikan hak-hak anak tersebut, pemerintah/Negara RI telah memiliki Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Undang-Undang ini didasari oleh 4 prinsip utama KHA, yaitu:
a. Non diskriminasi
b. Kepentingan terbaik bagi anak
c. Hak untuk hidup dan berkembang
d. Berpartisipasi

REKAYASA SOSIAL DI INDONESIA


Dalam dunia pemaknaan, engineering akan lebih dikenal sebagai sebuah diksi dari dunia sains dan teknologi. Istilah mengacu kepada suatu proses rancang bangun yang disengaja dan direncanakan dengan cara dan teknik tertentu untuk mendapatkan sebuah hasil (berupa produk maupun karya) yang diinginkan.


Dalam konteks sosial, pemakaian istilah engineering pernah disosialisasikan misalnya oleh Jalaludin Rahmat dalam bukunya Rekayasa Sosial, Reformasi atau Revolusi. Dalam buku ini engineering diartika sebagai sebuah rekayasa. Dalam konteks sosial ini engineering bisa dimaknai sebagai sebuah proses perancangan kondisi social seperti yang diinginkan (das sollen). Misi dalam proses ini jelas yaitu wujudnya kondisi sosial yang diharapkan. Keinginan untuk merancang kondisi sosial ini muncul ketika kondisi faktual (das sein) berjalan tidak seperti apa yang diharapkan. Atau dalam kata lain terdapat gap antara kondisi yang diinginkan (das sollen) dengan kondisi faktual (das sen). Dengan kondisi ini maka sebuah proses engineering dalam konteks sosial (yang bisa disebut juga sebagai social engineering) bisa disebut sebagai bagian dari disiplin aktifitas perubahan sosial.

Social Engineering vis a vis Unplanned Social Change

Kalau kita perhatikan dinamika sosial yang terjadi ditengah masyarakat, maka kita akan dapati perubahan selalu berjalan seiring dengan dinamika itu. Tanpa kita duga dan kita rencanakan banyak terjadi perubahan dalam masyarakat. Misalnya dalam masyarakat Minangkabau. Dahulu ada semacam atauran tidak tertulis dalam masyarakat bahwa setiap anak lelaki yang telah baligh harus ditempa di Surau (semacam langgar kalau di Jawa). Mereka belajar Al Quran disana dan juga Pencak Silat. Surau juga merupakan tempat yang paling sering mereka jadikan sebagai tempat beristirahat dimalam hari. Tapi pada kurun waktu terakhir ini, budaya seperti ini tidak lagi dilakoni oleh anak-anak muda yang baru baligh. Surau pun sering lebih sering kosong melompong.

Perubahan sosial semacam ini dapat disebut sebagai perubahan sosial yang tidak direncanakan (unplanned social change). Ciri utama perubahan semacam ini yaitu terjadi secara terus menerus dan perlahan-lahan tanpa ada yang mengarahkan dan merencanakan. Perubahan model begini lebih sering merupakan akibat perkembangan teknologi, pengetahuan dan globalisasi.

Berbeda dengan Social Engineering, seperti yang kita bahas diatas perubahan model ini adalah perubahan yang disengaja, direncanakan dan memiliki cara dan teknik tertentu (yang bisa juga disebut sebagai metodologi). Selain itu perubahan ini juga menentukan disain akhir dari proses perubahan yang dilakukan.

Dengan melihat kondisi perubahan diatas, dalam konteks pergerakan yang menginginkan adanya perubahan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik tentulah model perubahan yang terencana yang menjadi concern kita. Karena ketika kita menetapkan akan mewujudkan masyarakat yang lebih baik, maka sesungguhnya kita telah menetapkan sebuah disain akhir dari proses yang akan kita lakukan, dan ini merupakan karakter khas dari social engineering.

Problem Sosial dan Problem Individu

Terkait dengan Sosial Engineering, kita perlu memahami apa yang disebut problem sosial dan problem individu. Sebuah proyek sosial engineering ditetapkan karena adanya kondisi factual yang tidak seperti apa yang diharapkan. Seperti misalnya ada keinginan kita untuk memiliki sebuah institusi pemerintahan dan system yang betul menegakkan hukum, yang bebas dari intervensi asing dan mampu mensejahterakan masyarakat. Namun faktanya ternyata system kita adalah mandul dalam penegakkan hukum, selalu diintervensi asing dan gagal dalam mensejahterakan masyarakat. Maka disini ada ketidak sesuaian antara yang ideal (yang diharapkan) dengan hal yang real (factual). Dipandang dari sudut hal yang ideal, kondisi real yang seperti ini disebut sebagai sebuah masalah sosial atau problem sosial.
Maka sebuah “proyek” Social Engineering (sepertinya bisa juga kita sebagai rancang bangun sosial) adalah sebuah proyek yang diluncurkan sebagai sebuah upaya dan proses untuk mengentaskan permasalahan sosial atau problem sosial.
Dalam masyarakat selain terdapat problem sosial seperti yang kita contohkan, terdapat pula problem personal atau problem individu. Dalam menyelesaikan kasus atau masalah individui maka tentu tidak sama dengan menyelesaikan probem sosial. Akan terdapat perbedaan dari segi sasaran atau objek yang akan dirubah atau diselesaikan dan dari segi cara yang dipakai untuk merubah masalah tersebut.

Bagi sebuah problem individual tentu objeknya adalah individual atau personal, karena permasalahan yang terjadi skalanya adalah perorangan. Contoh permasalahan individu adalah kebodohan seorang anak. Maka untuk menyelesaikan masalah si anak tadi cukup meneliti keadaan si anak itu saja, kalau secara intelektual dia normal maka cukup dengan menyuruh sang anak untuk belajar lebih giat misalnya, atau memasukkan si anak bimbingan belajar atau dengan memberi motivasi berprestasi kepada si anak.
Namun bagaimana kalau ternyata kebodohan anak ternyata dialami banyak anak? Nah, disinilah kemudian kita haruslah jeli, jika sebuah problem yang sepertinya masalah individual ternyata terjadi secara massif dan banyak hal itu tidak lagi dapat disebut sebagai masalah atau problem individual, tapi sudah tergolong sebagai sebuah problem sosial. Dan tentu dari segi cara yang dipakai untuk menyelesaikannya tidak bisa lagi dengan individual therapy, karena yang akan terselesaikan hanya permasalahan satu atau dua anak.

Pembedaan antara problem sosial dan problem individual harus betul-betul kita pahami, agar kita tidak salah dalam memberikan obat. Bukannya problemnya selesai, salah-salah malah kita kemudian menjadi bagian dari masalah nantinya.

Revolusi dan Reformasi

Sebagai sebuah proses, Social Engineering memiliki tujuan mewujudkan sebuah bangunan sosial yang baru. Dimana terjadi perubahan pada berbagai tatanan sosial, relasi kekuasaan, bentuk dan fungsionalisasi institusi dan lembaga, serta komponen-komponen lain yang merupakan bagian dari pembentuk sebuah kondisi sosial. Bahkan proses ini bisa mendisain sebuah system sosial yang sama sekali baru untuk menggantikan system lama yang sudah “berkarat” dan bikin susah.

Dari sini kemudian sebuah proses rancang bangun sosial bisa diarahkan kepada dua bentuk: revolusi atau reformasi. Pemilihan dari bentuk ini sangat tergantung dari :
1. Ideas atau pemikiran

2. Pemahaman tentang fakta masyarakat.

Bisa dikatakan ideas atau pemikiran merupakan basis utama konseptual dalam menentukan bentuk perubahan sosial yang kita tuju. Sebuah ideas atau pemikiran yang ideal akan mampu menjelaskan secara terperinci bangunan sosial yang ideal yang harus dirinci. Bahkan sebuah ideas yang paripurna bisa menerangkan metodologi yang harus ditempuh untuk mewujudkan sebuah perubahan sosial. Sebagai sebuah pemikiran, ideas tadi bisa bersumber dari dua hal, dari kemampuan atau kecerdasan intelektual dan dari wahyu.

Ketika harus Memilih : Revolusi atau Reformasi?

Jika kita betul-betul menguasai ideas tentang wujud ideal kondisi sosial yang kita inginkan maka kita telah memiliki semacam standar yang akan kita gunakan sebagai pembanding dengan kondisi actual dari masyarakat.

a. Memilih Revolusi

Revolusi adalah sebuah perubahan total. Ia tidak sekedar merubah perbagian dari komponen sosial. Revolusi diluncurkan untuk mengganti sebuah tatanan atau system. Penggantian berasal dari pemahaman yang mendalam terhadap fakta yang dialami masyarakat. Penggantian tatanan atau system harus berangkat dari sebuah kondisi bahwa problem sosial yang terjadi telah begitu akut dan sangat jauh menyimpang dari ideas yang dimiliki. Permasalahan utama yang kemudian menyebabkan munculnya ide revolusi adalah perkara asas yang diterapkan dalam sebuah system. Asas dalam sebuah system merupakan hal yang fundamental. Asaslah yang menentukan menentukan banyak hal dalam masyarakat, terutama peraturan dan undang-undang yang akan dijalankan oleh masyarakat. Rusaknya sebuah asas ibarat rusaknya akar dalam sebatang pohon, yang akan menyebabkan kerusakan pada keseluruhan bagian dari pohon. Kerusakan sebauah asas dalam sebuah system akan berakibat fatal. Akan terjadi kerusakan dan penyimpangan dalam sebagian besar aspek kehidupan masyarakat.

Disinilah dibutuhkan revolusi. Sasaran utama dari revolusi merubah asas dari sebuah system. Penyebutan dari asas adalah ideology. Perubahan ini akan mewujudkan sebuah konsekwensi berubahnya secara total relasi kekuasaan dan bentuk serta fungsi lembaga dan institusi. Dalam sebuah revolusi masyarakat betul-betula akan dibawa ke dalam sebuah “alam” yang betul-betul baru. Mengenai ini Piotr Sztompka sebagaiman yang dikutip Jalaludin Rahmat menyebutkan: Revolusi adalah manifestitasi perubahan yang paling spektakuler. Revolusi menengarai guncanagn fundamental dalam proses sejarah, membentuk kembali masyarakat dari dalam dan merancang lagi bangsa. Revolusi tidak membiarkan apapun seperti sebelumnya, revolusi menutup satu zaman dan membuka zaman baru. Pada saat revolusi masyarakat mengalami puncak perannya, ledakan potensi transformasi diri. Pada bangkitnya revolusi, masyarakat dan para anggotanya seakan-akan dihidupkan kembali, hampir dilahirkan kembali. Dalam pengertian ini, revolusi adalah tanda kesehatan sosial. Masih menurut Sztomka sebuah

Dalam dinamika sosial ada beberapa perubahan yang sering disebut-sebut sebagai revolusi, padahal tidak :

1. Kudeta (coup d`etat)

2. Pemberontakan

3. Mutiny (perlawanan), sebuah bentuk reaksi sosial berupa perlawanan tanpa disertai dengan visi yang jelas mengenai perubahan yang diperlukan

4. Perang saudara

5. Perang kemerdekaan

6. Kerusuhan sosial

Apa yang menyebabkan perubahan sosial tidak dapat dikatakan sebagai revolusi? Karena:

1. Skala perubahan terbatas, tidak sampai mencakup semua tahap dan dimensi masyarakat: ekonomi, politik, budaya, kehidupan sehari-hari dan bentuk serta fungsi lembaga
2. Perubahan tersebut tidak sampai mencapai akar atau inti dari konstitusi dan fungsi dari tahap dan dimensi masyarakat yang disebut diatas.

Dalam mewujudkan sebuah revolusi ada 3 hal yang harus terpenuhi:

1. Adanya ideology alternative

2. Adanya organisasi yang kuat yang menjadi pelaku utama

3. Penciptaan momentum

b. Memilih Reformasi

Semua adalah kebalikan dari revolusi. Reformasi hanya menyentuh beberapa dimensi saja dan tidak memerlukan perubahan asas. Sebuah reformasi dilakukan ketika yang bermasalah hanyalah sebatas kesalahan fungsi dari beberapa organ atau cabang saja. Reformasi dilakukan ketika asas yang berlaku masih sesuai dengan konsep dari ideas.

Jumat, 22 Januari 2010

Polwil purwakarta cabut tersangaka kasus sapi gate

Jumat, 20 Februari 2009 | 10:30 WIB

Purwakarta, Kompas - Penyidik Kepolisian Wilayah Purwakarta mencabut status tersangka bagi tiga orang dalam kasus dugaan korupsi program bantuan sapi di Kabupaten Subang tahun 2004. Hal itu dilakukan setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Barat mencabut hasil audit atas kerugian negara dalam kasus tersebut pada 19 November 2008. Wakil Kepala Polwil Purwakarta Ajun Komisaris Besar Tagam Sinaga mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan wakil pengunjuk rasa di Markas Polwil Purwakarta, Kamis (19/2).

Tiga orang yang dicabut status tersangkanya adalah Eep Hidayat, mantan bupati yang kini kembali menjabat Bupati Subang; Rahmat Solihin, mantan Kepala Dinas Sosial Subang; serta Syarif Hidayat, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan.

Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang berunjuk rasa di Jalan RE Martadinata menuntut penuntasan kasus senilai Rp 2,422 miliar tersebut. Mereka menilai penyidikan kasus itu jalan di tempat.

Selain berorasi dan menggelar aksi teatrikal, massa menyerahkan papan bunga bertuliskan "Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Supremasi Hukum di Kabupaten Subang" kepada polisi. Itu merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa atas lambannya penuntasan kasus korupsi. Sejak 2005

Zaenal Abidin, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, mengatakan, kasus tersebut telah ditangani polisi sejak tahun 2005. Penyidik Polwil Purwakarta bahkan telah mengumumkan tiga tersangka pada November 2008.

Akan tetapi, hingga hampir empat tahun sejak ditangani polisi, para tersangka masih bebas. Penanganan kasus juga tidak menunjukkan perkembangan sehingga memicu spekulasi dan reaksi beragam dari masyarakat Subang. (mkn)

Pernyataan Sikap PMII Cab. Subang


PERNYATAAN SIKAP
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII)
CABANG
KABUPATEN SUBANG
TENTANG
APBD Kab. SUBANG 2010 YANG TIDAK BERPIHAK PADA KESEJAHTERAA RAKYAT

Mengapa Kau Diam…..?

Mengapa Kau Diam …..?

Semua Diam………. !

Hari ini Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang 2010 telah diketuk palu oleh DPRD, namun yang terjadi bukanlah untuk keberpihakan kepada kesejahteraan rakyat. Anggaran yang mencapai 1 (SATU) Triliyun lebih sebagian besar untuk membiayai/dinikmati aparatur pemerintah (70 %) sedangkan yang menyentuh rakyat langsung hanya 30 % itu untuk dibagikan ke 1,4 juta jiwa penduduk Subang.

KAPAN RAKYAT SUBANG AKAN SEJAHTERA……..???

Atas dasar itulah , sebagai bentuk Moral, Kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang kabupaten Subang menyatakan Sikap :

  1. Menolak APBD 2010 Kab.Subang Yang tidak berpihak pada rakyat (70 % : 30 %)
  2. Segera Rubah APBD 2010 kab.Subang Agar berpihak Pada rakyat (50 % : 50 %)
  3. Adanya transparansi tentang kebijakan dari DPRD Kab.Subang
  4. Lakukan Konferensi Pers setiap hasil kebijakn DPRD Subang
  5. Pertegas profesionalisme, TUPOKSI DPRD dan Aparatur Pemerintah Daerah

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Tharieq

Subang, 11 Januari 2010

Pengurus Cabang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Kabupaten Subang

Jumat, 01 Januari 2010

HUMOR DUSDUR




  • NEGARA FEDERAL
Jakarta, RMOL. Humor dan kelitan Gus Dur bukan sekadar lucu-lucuan. Ketika pada 1998-1999 terjadi kontroversi panas mengenai wacana negara kesatuan dan negara federal, Gus Dur menawarkan solusi agak lucu tetapi mengena.

Ketika itu, Amien Rais dengan bendera Partai Amanat Nasional (PAN) mengajak kita berwacana atau memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. Ajakan itu kontan mendapat tanggapan panas, misalnya, dari Akbar Tandjung (Golkar) dan Megawati (PDIP).

Amien diserang habis karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara. Ketika ditanya soal kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa. "Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu saja kok repot," kata Gus Dur. [yan]



  • SEMUA PRESIDEN PUNYA PENYAKIT GILA
Jakarta, RMOL. Yang ini, masih humor Gus Dur di depan Fidel Castro ketika berkunjung ke negara Kuba. Kepada Castro, Gus Dur menyatakan bahwa semua Presiden Indonesia punya penyakit gila.

Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. "Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?" "Saya termasuk yang ketiga dan keempat," jawab Castro sambil tertawa.Apa selesai sampai di situ? Tidak.

Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.

Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, pernyataan itu sekaligus merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai presiden yang banyak pergi ke luar negeri. [yan]


  • GUYONAN CHE GUEVARA
Jakarta, RMOL. Ini guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI dan berkunjung ke Kuba untuk menemui Presiden Fidel Castro.Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.Beliau bercerita pada Fidel Castro, bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam satu sel.
Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan. "Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara," kata tahanan pertama. Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.
Tahanan kedua berkata geram."Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. "Kalau kamu kenapa sampai di penjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.
Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati."Karena saya Che Guevara…”Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut. [yan]


  • HAPUSKAN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Jakarta, RMOL. Ketika sebagian kalangan berteriak untuk memusnahkan pornoaksi dan pornografi karena dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam, Gus Dur justru kurang sependapat. Gus Dur mengambil contoh dari sisi pandangan Islam tentang porno.
Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kitab Raudlatul Mu’aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian daripada kata porno.
“Anda tahu, kitab Raudlatul Mu’aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, ha … ha … ha. Kalau gitu, kitab itu cabul dong?”


  • TIGA JENIS POLISI
Jakarta, RMOL. Selain pejuang demokrasi dan tokoh pluralis, Gus Dur juga dikenal sering mengeluarkan humor-humor brilian dan menggugah rasa kebangsaan. Ini salah satu guyonan Gus Dur.
Gus Dur sering terang-terangan ketika mengritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik dan menyindir polisi. Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (bekas Kapolri).” Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum. [yan]






Kamis, 31 Desember 2009

MENGENANG SOSOK "GUSDUR"




  • GUSDUR KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW
Apa? Gus Dur, keturunan nabi? banyak orang yang tidak percaya bahwa Gus Dur yang terkenal kontroversial ini adalah keturunan nabi, namun dalam kenyataannya, silsilah gus dur menyambung ke rasullulah SAW.

Dapat dibuktikan dari sebuah Al-kitab Talchis karangan Abdulloh Bin Umar Assathiri. Sumber ini diklaim telah diteliti dan direstui Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah KH. Habib Lutfi Ali Yahya, Pekalongan.

Berikut petikan silsilah Gus Dur sampai ke Nabi Muhammad SAW:

1. Muhammad Salallahu Alaihi Wailaihi Wasalam,
2. Sayyidina Fatimatus Zahro dengan Sayyidina Ali,
3. Sayyidina Husen Bin Ali,
4. Sayyidina Ali Zaenal Abidin,
5. Sayyidina Muhammad Al-Baqir,
6. Sayyidina Ja’far Shodiq,
7. Sayyidina Ali AL-Uroidi,
8. Sayyidina Muhammad Annaqib,
9. Sayyidina Sayyidina Isa Arrumi,
10. Sayyidina Ahmad Al-Muhajir Ilallah.
11. Sayyidina Ubaidillah,
12. Sayyidina Alawi,
13. Sayyidina Muhammad,
14. Sayyidina Alawi Muhammad,
15. Sayyidina Ali Choli’ Qosam,
16. Sayyidina Muhammad Shohibul Mirbath,
17. Sayyidina Alawi,
18. Sayyidina Amir Abdul Malik,
19. Sayyidina Abdulloh Khon,
20. Sayyidina Ahmad Syah Jalal,
21. Sayyidina Jamaludin Khusen,
22. Sayyidina Ibrohim Asmuro,
23. Sayyidina Ishak,
24. Sayyidina Ainul Yaqin (Sunan Giri),
25. Sayyidina Abdurrohman (Jaka Tingkir),
26. Sayyidina Abdul Halim (P. Benawa),
27. Sayyidina Abdurrohman (P. Samhud Bagda),
28. Sayyidina Abdul Halim,
29. Sayyidina Abdul Wahid,
30. Sayyidina Abu Sarwan.
31. Sayyidina KH. As’ari,
32. Sayyidina KH. Hasyim As’ari
33. Sayyidina KH. Abdul Wahid Hasyim
34. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
——————————
Mudah-mudahan Allah swt memuliakan Rosulullah, Keluarga besarnya, termasuk Gus Dur, dan umatnya di belahan dunia manapun ..


  • WASIAT GUSDUR

Jakarta, RMOL. Gus Dur telah tiada. Tapi, ajaran dan pesan-pesannya tetap abadi sepanjang masa. Sejumlah kerabat dan tokoh nasional mencatat wasiat Bapak Pluralisme itu sebelum wafat.
Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah mengaku pernah diwasiati Gus Dur sebelum wafat. Hal itu terjadi ketika dia bertemu empat mata dengan Gus Dur sebelum dirawat di RSCM. Kata Chandra, dalam pertemuan yang berlangsung setengah jam itu, Gus Dur berpesan, Indonesia memerlukan orang berani dan nekat. "Intinya Gus Dur berpesan perlu orang-orang nekat untuk mengurus negara ini," ungkap Chandra.
Pesan itu, jelas Chandra, dijadikan pemicu semangat dan keberanian dirinya dan lembaganya dalam memberantas korupsi. “Saya memaknainya bukan sebagai amanat. Tapi saya sepakat kita harus punya keberanian dan ketegasan mengurus negara ini,” kata Chandra.
Chandra menambahkan, banyak nilai-nilai yang bisa ditauladani dari Gus Dur, salah satunya keberaniannya dalam mendukung pemberantasan korupsi. “Tidak banyak tokoh-tokoh yang berani di saat-saat sulit menyatakannya dengan bahasa yang tegas dan lugas,” kenangnya.
Chandra yang ikut menghadiri prosesi pemakaman Gus Dur di Jombang menjanjikan, akan merealisasikan pesan Gus Dur dengan menjadikan KPK ke depan akan lebih berani dan jujur.
Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Ray Rangkuti menilai pesan Gus Dur yang disampaikan ke Chandra merupakan amanat untuk bangsa. “Itu amanah bagi generasi muda, dan bangsa, untuk jangan takut-takut dalam memerangi korupsi. Sekarang ini yang dibutuhkan bangsa adalah orang yang tidak takut terhadap halangan, sehingga sudah benar pesan Gus Dur itu bila untuk mengurus negara ini butuh orang yang nekat,” paparnya.Ray mengatakan, pesan Gus Dur itu sudah pas pada konteks untuk melawan korupsi yang saat ini sudah semakin akut. Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif Hubungan Antaragama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengungkapkan, ada satu pesan Gus Dur yang disampaikan ke dirinya.
"Saat itu Gus Dur berpesan agar kaum fundamentalis jangan dijauhi, tetapi harus dicintai," kata Romo Benny mengutip salah satu pesan Gus Dur.Ketua PBNU, Said Agil Siradj yang pernah ngobrol panjang bersama Gus Dur di RSCM mengungkapkan, Gus Dur berpesan agar kader-kader NU mengimplementasikan ajaran Islam yang toleran, Islam yang balance, jangan cenderung fanatik dan tidak selalu liberal.
“Saat menjenguk Gus Dur sakit, beliau banyak berbincang persoalan penegakkan hukum kasus Bank Century. Beliau (Gus Dur) minta kasus itu diusut tuntas,” kata Said Agil.
Wakil Sekjen PBNU, Saiful Bachri Anshori mengungkapkan, Gus Dur berpesan ke dirinya agar penegakan hukum dijalankan dengan benar. Karena demokrasi tanpa hukum bukan demokrasi.
“Gus Dur juga berpesan agar pemberantasan korupsi terus ditegakkan. Saya kira tidak ada orang yang meragukan komitmen Gus Dur soal ini,” kata Anshori.Khusus bagi warga NU, lanjutnya, Gus Dur berharap NU banyak melahirkan kader-kader muda yang progresif.
Sementara itu, orang dekat Gus Dur, Imam Mudzakkir mengaku, Gus Dur masih mempunyai mimpi soal kejayaan NU di tahun mendatang. Salah satunya, posisi Rois Aam PBNU yang kini diduduki KH Sahal Mahfud dapat dilanjutkan oleh KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. “Beberapa kali saya bertemu beliau sebelum wafat, beliau bercerita secara terbuka soal keinginanya agar Gus Mus menjadi Rois Aam PBNU. Ini mungkin termasuk wasiat beliau,” kata Imam Mudzakkir.
Gus Mus adalah orang dekat Gus Dur sejak kecil dan sekarang memiliki jiwa kepemimpinan dan ketokohan yang tidak diragukan lagi. Buktinya, Gus Mus dalam prosesi pemakaman Gus Dur didaulat menjadi pembaca doa dari pihak keluarga.
“Gus Dur bilang, kalau Gus Mus jadi Rois Aam dan saya ketua dewan syuro, luar biasa mas nanti kita. Siapa yang tidak kenal kita," papar Imam menirukan Gus Dur.
Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku menerima tiga wasiat dari Gus Dur untuk masa depan PKB. Pertama, keteladanan dan pendirian Gus Dur. Kedua, daya tahan dan kemandirian PKB sebagai partai yang berbasis Islam dan kebangsaan. Ketiga, menjadikan demokrasi sebagai solusi dan kultur politik nasional.
"Kami akan merangkul teman-teman yang berbeda, teman-teman yang tidak merasa disapa akan kita ajak. Pesan Gus Dur agar PKB tenang-tenang saja, agar PKB tumbuh dengan normal," ujar Muhaimin.
Sementara itu, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah mengungkapkan, sebelum meninggal, Gus Dur telah memberikan isyarat ke dirinya dan keluarga. "Dia maunya Kamis malam Jumat di Tebuireng," kata Sinta.
Waktu itu, kata Sinta, Kamis malam Jumat terdekat adalah menjelang Natal 25 Desember 2009. Lalu Sinta bertanya pada Gus Dur, apakah tidak sebaiknya pada malam Jumat pekan berikutnya yang jatuh pada 31 Desember ini.
Lalu Gus Dur menjawab, "Pokoke Kamis malam Jumat aku di Tebuireng," kata Sinta menirukan Gus Dur.
Pernyataan itu kemudian dianggap Sinta sebagai wasiat. Sebuah wasiat bahwa Gus Dur yang meninggal pada Rabu 30 Desember pukul 18.45 itu ingin dimakamkan esoknya di Tebuireng. Dan persis, pada Kamis malam Jumat, jasad Gus Dur sudah bersemayam di sebuah makam yang berdekatan dengan makam kakek dan ayahnya yaitu KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim. [yan]



WARGA AUSTRALIA PUJI SOSOK "GUSDUR"

Kiprah KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai negarawan diakui banyak pihak. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun mengakui peran penting Gus Dur dalam hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

"Mantan presiden Wahid banyak dikagumi dan dihormati. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga banyak warga Australia dan warga lainnya di seluruh kawasan kita," ujar Rudd dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, (1/1/2010).

Rudd menjelaskan kunjungan bersejarah Gus Dur ke Australia pada tahun 2001, bernilai penting bagi hubungan kedua negara. Sejak tahun 1975, baru pada era Gus Dur seorang Presiden RI mengunjungi negeri kanguru itu.

"Kunjungan itu sangat berarti untuk hubungan bilateral Australia-Indonesia dan memberi landasan positif bagi hubungan Australia-Indonesia di tahun-tahun berikutnya," jelas Rudd.
Rudd pun menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Gus Dur. Menurutnya Gus Dur sangat berpengaruh sebagai seorang pemimpin Islam moderat di Indonesia dan pendukung toleransi etnis dan keagamaan.

"Bela sungkawa kami tujukan secara khusus kepada keluarga almarhum, termasuk istri dan empat putri yang ditinggalkannya," pungkas Rudd.

  • TANGIS PMII-PMKRI UNTUK GUSDUR-FRANS SEDA
VIVAnews - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar renungan bersama mengenang dua tokoh bangsa, yakni Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Frans Seda. Renungan tersebut mereka lakukan saat arah jarum jam menunjukkan pukul 00:00 Waktu Indonesia Tengah, 1 Januari 2010.

Renungan yang diikuti sekitar 50 orang orang tersebut merupakan acara dalam merayakan pergantian tahun 2009 ke 2010, yang difokuskan untuk mengenang dua tokoh tersebut. Renungan digelar di Sekertariat PMKRI Sulsel, di Jalan Dr. Soetomo, Makassar.
”Di penghujung 2009, kita baru saja ditinggalkan dua tokoh bangsa, yakni Gus Dur dan Frans Seda. Kami mau menghabiskan malam ini dengan mengenang mereka, tanpa hura-hura,” kata Febrianus, ketua PMKRI Sulawesi Selatan, Jumat, 1 Januari 2010.

Dua organisasi berbasis agama itu menganggap Gus Dur dan Frans Seda merupakan dua tokoh yang patut dikenang. Keduanya, tambah Febri adalah sosok yang sangat gigih dan teguh pendirian. Keduanya juga memiliki kesamaan dari sisi kemanusiaan dan cara pandang.

”Keduanya, meski berbeda ideologi, tapi sangat peduli terhadap keberagaman dan kebersamaan. Nilai-nilai humanis mereka tidak terbantahkan,” ujarnya.
Dengan kekuatan itu, Febri berharap, semangat tersebut tetap tertanam di hati sanubari masyarakat Indonesia. Bagi Febri, kedua tokoh tersebut patut dicontoh, dan ajaran-ajarannya perlu dilestarikan di bangsa yang sangat plural ini.

Pantauan VIVAnews, Suasana haru dan isak tangis tampak terlihat dari sejumlah peserta renungan saat mereka mendoakan dua tokoh bangsa tersebut. Tampak puluhan lilin dan juga dua foto milik Gus Dur dengan Frans Seda terpampang di tengah-tengah peserta renungan. Kegiatan tersebut baru berakhir sekitar pukul 01:40 Wita, dini hari tadi.

  • GUSDUR WAFAT, SULTAN KHAWATIR SOAL PLURALISME
Liputan6.com, Yogyakarta: Sri Sultan Hamengku Buwono X khawatir masalah keragaman dan plurarisme tidak ada yang merawat, setelah Abdurrahman Wahid wafat. Bahkan, ujar Sultan di Yogyakarta, Kamis (31/12), kekhawatiran ini juga dialami sejumlah kalangan yang merasa kehilangan setelah ditinggal Gus Dur.

"Saat ini belum ada pemimpin atau tokoh di negeri ini yang bisa menyamai seperti Gus Dur," ucap Sri Sultan. Alasan Gubernur DIY, yang selama ini mampu merangkul seluruh kelompok di masyarakat hanyalah Gus Dur. Pemimpin sekarang, jelas Sultan, selalu mengedepankan ekonomi untuk kesejahteraan, bukan kebudayaan untuk peradapan bangsa.

Sri Sultan juga menyampaikan penyesalannya karena tidak bisa hadir pada pemakaman mantan presiden ke-4 RI itu di Jombang, Jawa Timur, karena kesulitan tranportasi.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur Kamis (31/12), diiringi isak tangis. Pemakaman yang berlangsung pukul 13:35 diawali dengan upacara, dipimpin Presiden Yudhoyono [baca: Isak Tangis Iringi Pemakaman Gus Dur]. (ETA)

  • GUSDUR SUKA BICARA CEPLAS CEPLOS
Liputan6.com, Jakarta: Almarhum mantan Presiden Abdurahman Wahid adalah tipikal orang yang berbicara apa adanya. Kebiasaan ceplas ceplos tak jarang membuat merah kuping orang yang dibicarakannya. Sebuah kalimat jenaka Gus Dur yang sangat melekat di masyarakat adalah "gitu aja kok repot".

Salah satu ucapan Gus Dur lainnya yang tidak akan pernah dilupakan publik adalah ketika Gus Dur tahun 1999 di depan sidang paripurna DPR memberikan penjelasan tentang keputusannya membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Gus Dur menilai DPR seperti taman kanak-kanak.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama juga dikenal sebagai orang yang punya rasa humor tinggi. Ketika diserang lawan-lawan politiknya, tak jarang Gus Dur menangggapinya dengan enteng. Meski ucapan sering menuai kecaman, masyarakat terutama kalangan nahdliyin, begitu mencintainya.(JUM/AYB)

  • BAPAK BANGSA ITU BERANI AMBIL TEROBOSAN
Liputan6.com, Jakarta: Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur adalah tokoh muslim Indonesia dan pemimpin politik yang akhirnya menjadi presiden ke-4 RI pada 1999. Gus Dur menggantikan Presiden BJ Habibie kala itu setelah dipilih MPR hasil pemilihan umum 1999.
Nahdlatul Ulama atau NU menjadi awal karier politik Gus Dur. Pada Musyawarah Nasional NU 1984 mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU.

Pada Juli 1997 merupakan awal krisis finansial Asia. Almarhum Presiden Soeharto semasa memimpin Indonesia mulai kehilangan kendali atas situasi ini. Gus Dur didorong melakukan reformasi dengan Megawati Sukarnoputri dan Amien Rais.

Seiring jatuhnya Soeharto, partai-partai politik mulai terbentuk. Pada Juni 1998 banyak orang dari NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. Maka pada Juli 1998 berdirilah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Peraih gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, India itu dipercaya duduk sebagai ketua dewan penasehat.

Masa kepresidenan Gus Dur dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada 2001. Gus Dur diganti Megawati Sukarnoputri setelah mandatnya dicabut MPR.

Gus Dur juga dikenal sebagai pemimpin kharismatik dan berani mengambil sejumlah terobosan. Setelah terpilih sebagai presiden, Gus Dur membentuk Kabinet Persatuan Nasional. Kabinet koalisi ini meliputi anggota berbagai partai politik: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PKB, Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan.

Awal pemerintahannya, Gus Dur melakukan dua reformasi pemerintahan. Pertama ia membubarkan Departemen Penerangan. Kedua Gus Dur membubarkan Departemen Sosial yang korup. Saat menjadi presiden, pria berjuluk Bapak Tionghoa itu mengumumkan Tahun Baru Cina atau Imlek menjadi hari libur nasional pada Januari 2001. Ia juga mengusulkan TAP MPRS Nomor XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme dicabut.

Namun kini pemimpin besar dan ulama kharismatik itu dipanggil Maha Kuasa dalam usia 69 tahun. Selamat jalan Gus Dur. Kami kehilangan keberanian, keluwesan memimpin negeri ini dan terutama sekali: canda-canda segarmu [baca: SBY Jadi Inspektur Upacara Pemakaman Gus Dur].(AIS)

  • GUSDUR DIKENAL TEGAS DAN HUMORIS
Liputan6.com, Jakarta: Perjalanan bersama almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur ke sebuah pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, sangat berkesan bagi Muhammad Nuh, tetangga Gus Dur. "Baru dua minggu lalu saya pergi ke Pesantren Jombang," tutur Nuh di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (31/12) pagi yang turut berduka atas kepergian sang Bapak Bangsa. Ia tak menyangka perjalanan itu adalah yang terakhir buat dia.

Bagi Nuh, almarhum Gus Dur memiliki kepribadian yang patut ditiru. "Beliau adalah orang yang tegas dan humoris," ucap Nuh. Pria bertubuh langsing itu juga mengagumi Gus Dur sebagai pribadi yang tak pernah dendam terhadap siapapun. Selain itu, tambah Nuh, penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award itu juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan warganya.

Saat Gus Dur berada di Jombang untuk berziarah ke makam sejumlah tokoh lama NU, gula darah Gus Dur turun drastis. Pria berusia 68 tahun itu mendadak dilarikan ke rumah sakit setempat. Kondisi Gus Dur menurun saat akan berziarah ke makam Kiai Haji Wahab Hasbuloh. "Kadar gula Bapak turun hingga 76," kata Dhohir Farisi, suami Yenny Wahid [baca: Kesehatan Gus Dur Ambruk di Jombang].(AIS)


  • HMI: KEBERANIAN GUSDUR DICATAT SEJARAH
Jakarta, RMOL. Selain toleran, Gus Dur merupakan sosok yang teguh memegang prinsip dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.Demikian disampaikan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Dakwah dan Pengembangan Pemikiran Islam, Rudi Ismawan, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 31/12).

“Di tangan Gus Dur, pemahaman ke-Islaman dan wawasan kebangsaan menjadi satu. Dua hal yang belum selesai di era Soekarno itu dapat diselesaikan dengan baik oleh Gus Dur. Meski tak menyebut demokrasi religius, Gus Dur telah membangunan tatanan demokrasi dan pluralisme yang berdasar dari ajaran Islam. IMM merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa atas wafatnya Gus Dur. Mungkin, dalam 100 tahun, Indonesia baru bisa melahirkan kembali sosok seperti Soekarno dan Gus Dur,” kata Rudi.Menurut Rudi, kebesaran hati dan keteguhan Gus Dur dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) patut ditiru oleh setiap generasi dan pemimpin Indonesia. [yan]
  • HASYIM MUZADI UNGKAP PESAN TERAKHIR GUSDUR
Jakarta, RMOL. Indonesia kehilangan tokoh berkarakter yang berani mengambil risiko sebagai pemimpin.
Begitu disampaikan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, beberapa saat lalu saat tiba di RS Cipto Mangunkusumo (Rabu malam, 30/12).
NU adalah yang paling kehilangan, katanya lagi. KH Hasyim Muzadi mengatakan, dalam dekade terakhir ini belum ada tokoh sebesar Gus Dur, baik dari hal pemikiran dan konsistensi perjuangannya.
“Orisinal, Gus Dur orang yang luar biasa,” ujar KH Hasyim Muzadi yang menggantikan Gus Dur sebagai Ketua PB NU.
Hasyim Muzadi terakhir kali bertemu Gus Dur dua pekan lalu. Saat itu dia datang bersama keluarga. Ketika itu, Hasyim Muzadi melihat Gus Dur sudah kelelahan.
“Tetapi ia pantang mengeluh. Apapun deritanya, beliau tidak mengeluh. Dia tanggung sendiri,” ujarnya.
Pesan terakhir Gus Dur pada Hasyim adalah agar NU dijaga baik-baik.[guh]
  • GUSDUR YANG PERTAMA DIALOG DENGAN SEPARATIS
Jakarta, RMOL. The Australian: Yang Pertama Dialog dengan Separatis Kepergian Abdurrahman Wahid juga menjadi pembicaraan di negeri tetangga, Australia.
Harian The Australian edisi Kamis, 31 Desember 2009, mengenang mantan Presiden RI ini sebagai seorang tokoh bangsa yang memiliki komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Gus Dur juga dikenang sebagai tokoh yang kerap memberikan pembelaan kepada kelompok lemah, termasuk kelompok minoritas Tionghoa dan Kristen di Indonesia.
“Beberapa keputusan kunci di masa pemerintahannya adalah bukti dari komitmennya pada demokrasi. Mr. Wahid mengunjungi Timor Timur untuk menyampaikan permintaan maaf atas kriminalitas Indonesia di masa lalu. Dia juga membangun komitmen publik yang begitu besar dengan menggelar pertemuan rutin di Jakarta dengan pemimpin Timor Timur seperti Xanana Gusmao dan Jose Ramos Horta. Beliau juga melibatkan Indonesia dalam membantu membangun Timor Timur sebagai negara yang sukses,” tulis The Australian.
Di dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia, Gus Dur juga dikenang sebagai salah seorang pendukung hubungan baik kedua negara. Walaupun ada beberapa elemen dari kebijakan Australia mengenai Timor Timur yang tidak disukai Gus Dur, tetapi Gus Dur yang lahir di Jombang 69 tahun lalu itu tetap mengunjungi Australia.
Ia membuat keputusan yang jelas dan positif bahwa adalah kepentingan Indonesia untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.
The Australian juga mengenang upaya Gus Dur mengadili Soeharto, penguasa Orde Baru. Walaupun gagal, namun upaya itu cukup membantu dalam menegakkan moral politik di Indonesia.
Poin lain yang dicatat oleh The Australian adalah keberanian Gus Dur menegakkan supremasi sipil dan menggeser supremasi militer yang sepanjang masa Orde Baru menjadi hukum alam yang tidak terbantahkan. Gus Dur juga dikenang The Australian sebagai pemimpin Indonesia pertama yang membuka dialog perdamaian dengan kelompok separatis di Aceh dan Papua. [guh]
  • SANG PEJUANG DEMOKRASI
Jakarta, RMOL. Pemikiran dan sikap Gus Dur yang nyeleneh membuatnya gagal memimpin Indonesia selama lima tahun .
Demikian disampaikan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arip Mustopa, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 31/12).
“Namun, keberaniannya mengambil amanah tersebut di tengah krisis kepemimpinan nasional dan menguatnya isu SARA ketika itu, akan dicatat sebagai keberanian yang bersejarah. Bangsa Indonesia memperoleh hikmah dari sejarah hidup dan gagasan-gagasan beliau,” kata Arip.
Menurut Arip, Gus Dur akan dikenang sebagai seorang pejuang demokrasi, pluralisme, kebebasan, kerukunan antara umat beragama dan keberpihakan pada kaum minoritas. Gus Dur juga, kata Arip, akan dikenang sebagai penganjur Islam yang moderat dan inklusif. [yan]
  • GUSDUR DIMATA GEORGE JUNUS ADITJONDRO
Jakarta, RMOL. Di dalam buku “Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga, Istana, Tangsi dan Partai Penguasa” yang ditulis dan diterbitkan George Junus Aditjondro tahun 2006 lalu ada bagian yang menyoroti nepotisme di era pemerintahan Abdurrahman Wahid.
“Tetapi beliau tidak menghambat, tidak menekan, juga tidak meminta bagian itu disensor,” ujar George ketika dihubungi (Kamis, 31/12).
Buku yang diterbitkan oleh LKiS, sebuah penerbitan yang berafiliasi dengan NU, menguliti praktik KKN yang bertranformasi dari rezim Soeharto ke rezim-rezim setelahnya, Habibie, Megawati, dan Gus Dur hingga SBY.
Mengenai Gus Dur, di halaman 25 buku itu misalnya, George menulis, “Memang, rezim Gus Dur patut diberikan jempol karena berani mengambil langkah-langkah menegakkan supremasi sipil dan mulai mengadili Soeharto. Namun, dalam hal membiarkan nepotisme keluarga Wahid serta kroniisme para pendukungnya dari lingkungan NU dan PKB, Gus Dur belum banyak bergeser dari tradisi Soeharto.”
“Walhasil, skandal Bulog-gate I dan Brunei-gate memberikan umpan kepada lawan-lawan politiknya untuk menggulingkan dia atas nama “pemberantasan KKN di lingungan penyelenggara negara”. Padahal saat itu wacana politik tingkat nasional sudah mulai dijangkiti kecaman-kecaman terhadap Taufiq Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden yang dijagokan untuk menggantikan Gus Dur.”
Pada bagian selanjutnya, sebut George, buku itu juga menyoroti bagaimana orang-orang di sekitar Gus Dur berusaha untuk mendapatkan proyek pemerintah, dan ada juga yang menjadi makelar kasus BLBI.
“Saya tidak perlu sebutkan secara rinci. Tetapi yang jelas Gus Dur tidak melarang dan tidak marah. Menurut saya Gus Dur jauh lebih demokrat dibandingkan orang yang menyebut dirinya Partai Demokrat,” ujarnya.
George Junus Aditjondro menambahkan bahwa ia tak sepakat bila Gus Dur disebut sebagai tokoh kontroversial.
Menurut investigator korupsi ini, Gus Dur adalah tokoh yang berfikir jauh ke depan, melewati zamannya.
"Beliau bukan skripturalis yang terpaku pada teks dan kaku. Beliau banyak ijtihad dan melakukan penafsiran dengan menggunakan pikiran. Dia berani mengusulkan penghapusan TAP MPR yang mengekang HAM, misalnya," ujar George kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/12).
Menurut George dirinya tidak terlalu berduka dengan kepergian Gus Dur. Perasaan ini karena menurutnya Gus Dur telah melakukan begitu banyak hal untuk bangsa Indonesia. Hasil karya Gus Dur ini akan kekal abadi.
"Saya melihat beliau sebagai agamawan, ilmuwan dan seniman. Gus Dur tokoh yang paripurna," demikian GJA. [guh]
  • MULTITALENTA, TIPOLOGI GUSDUR SULIT LAHIR DI BUMI INDONESIA
Jakarta, RMOL. Sosok Gus Dur memang unik. Dia memiliki talenta dan ciri khas yang sulit dimiliki oleh tokoh lain. Dalam 100 tahun ke depan, orang seperti Gus Dur belum tentu akan lahir lagi dari bumi Indonesia.“Gus Dur itu tokoh langka yang belum tentu dimiliki banga ini dalam kurun waktu 100 tahun ini. Pemikirannya berpengaruh dalam lintas bidang, tidak saja agama, namun juga sosial, politik dan budaya,” kata Direktur Eksekutif Charta Politica, Bima Arya Sugiarto, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/12).
Di samping itu, kata Bima, Gus Dur merupakan negarawan multitalenta yang kontribusinya tak ternilai dalam hal perlindungan minoritas, penghargaan pluralisme dan tentu saja penguataan demokrasi dan HAM. Ditambahkannya, pada zaman Gus Dur lah, banyak pemikir-pemikir muda Islam bisa tumbuh dan berkembang.
“Gus Dur punya jasa dalam memberikan ruang yang luas bagi inteletual muda Islam sebagai generasi baru untuk berkiprah dan melakukan pembaharuan pemikiran,” demikian Bima. [zul]