<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472</id><updated>2011-11-16T00:29:27.472-08:00</updated><title type='text'>Ade Mahmudin</title><subtitle type='html'>Walaupun aku menangis melihat hari ini, tapi aku tersenyum menatap masa depan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-5087649180703356336</id><published>2011-07-05T11:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T11:31:31.358-07:00</updated><title type='text'>Haul YPPI Al-Ishlah ke-30, Menteri PDT Sindir Jalan Rusak Di Kab. Subang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ciU_e_S4kMg/ThNYMEkRnnI/AAAAAAAAAXU/6ZmmPG9_9-U/s1600/MENTERIPDT-spr1-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 252px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ciU_e_S4kMg/ThNYMEkRnnI/AAAAAAAAAXU/6ZmmPG9_9-U/s400/MENTERIPDT-spr1-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625937323923447410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SUBANG&lt;/strong&gt;-&lt;strong&gt; Kerusakan jalan di Kabupaten Subang tidak hanya dikeluhkan masyarakat setempat. Pejabat sekelas Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) Ahmad Helmy Faishal Zaini pun merasakan hal yang sama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menghadiri acara Haul ke-30 Pondok Pesantren Al- Ishlah di Desa Jatireja, Kecamatan Compreng Subang, Senin (4/7/2011), menteri asal Cirebon itu merasakan parahnya kerusakan jalan sepanjang sekitar 20 Km lebih yang berlubang dengan ukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukan kata warga atau laporan dari masyarakat, tapi saya meraskan sendiri. Di sini ada Pak Wabupnya, mudah-mudahan perbaikan jalan dipercepat, sehingga nantinya Subang menjadi daerah yang maju," keluh Helmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, bukan hanya kali ini saja Helmi merasakan rusaknya jalan raya. Pasalnya pada tahun sebelumnya, saat mendatangi tempat yang sama, ia pun mengalami kondisi yang sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruan saja, keluhan Helmy langsung diutarakan kepada Wakil Bupati Ojang Sohandi beberapa saat setelah sampai di desa Jatireja. "Dia mengatakan akan memperbaiki di tahun 2012, mudah-mudahan katanya tahun ini juga diperbaiki," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Ir A Helmy Faishal  Zaini, menyindir kondisi jalan di Kabupaten Subang khususnya yang menuju ke arah Jecamatan Compreng.&lt;br /&gt;Menurut Helmy, jalan yang dilaluinya saat berkunjung ke Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Islam Pondok Pesantren Al-Ishlah, di Desa Jatireja kondisinya rusak parah.&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan jalan menuju ke Compreng cepat dibangun dan menjadi lancar," ujar Helmy saat melakukan kunjungan ke Subang dalam rangka haul ke-30  Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Islam Pondok Pesantren Al-Ishlah, Senin (4/7).&lt;br /&gt;Terkait kegiatannya di Kabupaten Subang, peranan pondok pesantren dari zaman dulu hingga saat ini sungguh sangat luar biasa. “Bahkan jika tidak ada pesantren, republik ini tidak akan tegak,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ketua DPC PKB Kabupten Subang Asep Nurhasan yang mendampingi Helmy, mengakui kunjungan tersebut memberikan suntikan moril bagi kader PKB di Kabupaten Subang.&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua DPP PKB yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang bakal hadir, hingga petang tidak juga datang. Menurut informasi keduanya mempunyai agenda mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sementara itu dari Pemkab Subang, turut hadir Plt Bupati Ojang Sohandi, Ketua Dewan Syuro PKB Subang Kyai Usfuri, Ketua Dai Kamtibmas Polres Subang KH Tasrifien, dan ratusan warga Kecamatan Compreng.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-5087649180703356336?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/5087649180703356336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/07/haul-yppi-al-ishlah-ke-30-menteri-pdt.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/5087649180703356336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/5087649180703356336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/07/haul-yppi-al-ishlah-ke-30-menteri-pdt.html' title='Haul YPPI Al-Ishlah ke-30, Menteri PDT Sindir Jalan Rusak Di Kab. Subang'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ciU_e_S4kMg/ThNYMEkRnnI/AAAAAAAAAXU/6ZmmPG9_9-U/s72-c/MENTERIPDT-spr1-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-9023801697878287289</id><published>2011-06-13T10:47:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T09:43:35.531-07:00</updated><title type='text'>Gerakan Ideologi Atau Gerakan akan Politik?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Q7TPCjcNUWs/TfZOFh2PQ_I/AAAAAAAAAUs/5up31t57feI/s1600/1570252.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617763442083447794" src="http://2.bp.blogspot.com/-Q7TPCjcNUWs/TfZOFh2PQ_I/AAAAAAAAAUs/5up31t57feI/s400/1570252.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 200px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Subang - Maraknya pergerakan suhu politik di Kabupaten Subang kini mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Subang, yang dulu sepi akan dinamika politik, baik itu demonstrasi mahasiswa atau aksi massa apapun kini tiap minggunya penuh dengan hingar-bingar nada protes jalanan entah itu ditunjukan pada lembaga eksekutif, legislatif atau Yudikatif. Demikian diungkap Fathurrohman Ketua Cabang &lt;b&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)&lt;/b&gt; Kabupaten Subang di ruang kerjanya Sekretariat Rancari Pamanukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Fathur, pemihakan terhadap ideologi tertentu dalam gerakan mahasiswa atau gerakan massa perlu dilakukan, karena gerakan yang tidak didasari pada hasil refleksi ideologi tidak bisa menjadi alat kepentingan rakyat sepenuhnya, yang ada sarat politik kepentingan. Karena tidak didasarkan pada pemahaman ideologi, banyak gerakan yang menjadi mesin politik pihak tertentu, maka wajar jika hari ini mahasiswa bisa ditunggangi oleh&lt;i&gt; "invisible hand"&lt;/i&gt; atau mahasiswa yang mencari tunggangan. Demikian dituturkan Fathurrohman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh Ade Mahmudin Sekretaris Umum PMII Subang bahwa Mahasiswa harus melakukan sebuah sinergitas gerakan. sebab, sejatinya sebuah gerakan adalah menuju kepada yang lebih baik. Oleh sebab itu lanjut ade, agar masyarakat tidak terjebak kedalam ranah gerakan politik praktis harus dilakukan beberapa upaya pemahaman secara kolektif yang dilakukan oleh setiap elemen masyarakat salah satunya dengan mengadakan pendidikan politik agar masyarakat terhindar dari pemahaman-pemahaman yang sebenarnya menjerumuskan, imbuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pemahaman ideologi kita itu belum selesai, pilihan terhadap salah satu ideologi itu perlu dilakukan sebelum kita turun dalam gerakan massa, karena gerakan masa itu diawali dari diskusi, refleksi dan aksi. Nah, memahami refleksi dan diskusi itukan perlu dibaca dengan nalar ideologinya," demikian ungkap Chepy Aprianto salah satu aktivis Kepemudaan di Kabupaten Subang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih menurut Chepy, banyak organ taktis atau organisasi kemahasiswaan di Subang yang turun ke jalan mengkritisi pemerintah, melakukan perlawanan dan menganggap dirinya pahlawan demokrasi ketika sudah turun ke jalan dengan mengatas namakan rakyat, padahal mereka tidak sadar bahwa dirinya diperalat oleh pihak tertentu yang mau melakukan bargaining dengan pemerintah. Boleh kita turun kejalan, rakyat harus dibela, tetapi baca dulu group ide, group kontak dan group masanya kearah mana. Dan yang bisa membaca itu hanya pemahaman tentang ideologinya yang bisa menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan kedepan, gerakan massa semakin dinamis, semakin ramai tetapi dibarengi dengan pemahaman ideologi yang selesai juga. Gerakan massa menjadi alat perjuangan ideologi dan keberpihakan kepada rakyat, bukan menjadi mesin politik pihak tertentu yang melanggengkan atau mencapai kepentingan golongan atau individu.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-9023801697878287289?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/9023801697878287289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/gerakan-ideologi-atau-gerakan-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/9023801697878287289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/9023801697878287289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/gerakan-ideologi-atau-gerakan-akan.html' title='Gerakan Ideologi Atau Gerakan akan Politik?'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Q7TPCjcNUWs/TfZOFh2PQ_I/AAAAAAAAAUs/5up31t57feI/s72-c/1570252.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6465327432620559790</id><published>2011-06-12T11:58:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T12:03:24.162-07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP DAN REFLEKSI HARI KEBANGKITAN NASIONAL (HARKITNAS) KE 103 TANGGAL 20 MEI 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bqdT3woVEQU/TfUNS1WnSsI/AAAAAAAAAUg/i59mdmd_6kM/s1600/1528942.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bqdT3woVEQU/TfUNS1WnSsI/AAAAAAAAAUg/i59mdmd_6kM/s400/1528942.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617410727425297090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0 } 		P.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt } 		P.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode", sans-serif; font-size: 12pt } 		P.ctl { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;INDONESIA BANGKIT, SUBANG BANGKIT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) merupakan momentum yang tepat untuk bagaimana kita Rakyat Subang mampu melangkah untuk bangkit dalam menata tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang ini, setiap orang selalu mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan. Pejabat dan pemimpin sering melupakan keberadaan rakyat. Padahal, sejak dulu, rakyat selalu berjuang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Rakyat Subang yang dahulu terbujuk rayuan wakil-wakil rakyat kini menagih janji. Janji yang akan mensejahterakan rakyat terasa masih jauh dari harapan. Terbukti dengan APBD yang menurut kami tidak ada keberpihakan terhadap rakyat. Bayangkan, dana APBD yang dialokasikan untuk kepentingan aparatur pemerintah jauh lebih besar dibandingkan untuk kepentingan rakyat (72% berbanding 28%). Ini adalah bukti konkrit bahwa rakyat subang diperlakukan tidak adil. Alhasil, pembangunan kurang berkembang, akses jalan di pedesaan sangat memprihatinkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal, jalan merupakan prasarana mempermudah mobilitas penduduk dan kelancaran perdagangan, ekonomi, dan kegiatan lain, antar daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ditambah lagi perilaku korupsi yang telah mengakar dan sulit diobati. Korupsi merajalela, karena penegakan hukum sangat lemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Korupsi yang merajalela, tentu saja merobohkan perekonomian. Karena itulah, perlu suatu investasi bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan struktur angkatan kerja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="justify"&gt;Permasalahan lain adalah, sekarang ini orang mulai luntur rasa dan semangat kebangsaannya. Terbukti dengan munculnya anasir-anasir kontra konstitusional berbaju `Negara Islam Indonesia` (NII) dan gerakan-gerakan radikal atas nama agama belakangan ini. Bagi kami, NKRI merupakan harga mati dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Siapa pun dan dengan alasan apa pun mendirikan negara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sejumlah rentetan aksi kekerasan dan penyimpangan mengatasnamakan agama serta berlawanan dengan dasar negara, merupakan tindakan yang melanggar hukum, itu sama sekali tidak dapat dibenarkan dan kelompok radikal yang membahayakan negara dan Pancasila layak dijadikan musuh bersama.  &lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="justify"&gt;Oleh karena itu, dalam refleksi HARKITNAS ini kami PMII Cabang Subang menyatakan sikap dan  menuntut: &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; 	 &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alokasi 	dana APBD yang Pro Rakyat pada tahun anggaran 2012 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 	&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; 	 &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Supremasi 	hukum harus di tegakkan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 	&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; 	 &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perekonomian 	rakyat harus menjadi skala prioritas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; 	&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bangun 	infrastruktur akses jalan di pedesaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 	&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; 	&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tindak tegas 	terhadap kelompok-kelompok dan ajaran-ajaran yang memicu 	disintegrasi bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.17in; margin-right: 0.01in; text-indent: -0.17in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.17in; margin-right: 0.01in; text-indent: -0.17in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Tangan terkepal dan maju kemuka&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.17in; margin-right: 0.01in; text-indent: -0.17in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thorieq&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.17in; margin-right: 0.01in; text-indent: -0.17in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.17in; margin-right: 0.01in; text-indent: -0.17in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Subang, 20 Mei 2011 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6465327432620559790?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6465327432620559790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/pernyataan-sikap-refleksi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6465327432620559790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6465327432620559790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/pernyataan-sikap-refleksi-hari.html' title='PERNYATAAN SIKAP DAN REFLEKSI HARI KEBANGKITAN NASIONAL (HARKITNAS) KE 103 TANGGAL 20 MEI 2011'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bqdT3woVEQU/TfUNS1WnSsI/AAAAAAAAAUg/i59mdmd_6kM/s72-c/1528942.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-1541006322056559515</id><published>2011-06-12T11:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T11:58:12.056-07:00</updated><title type='text'>BI'DAH DAN SUNNAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-psm2_DeNQ6E/TfUMNajSB6I/AAAAAAAAAUY/TC6o1JllOmc/s1600/stop-bidah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-psm2_DeNQ6E/TfUMNajSB6I/AAAAAAAAAUY/TC6o1JllOmc/s400/stop-bidah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617409534819698594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="center"&gt;“&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Jangan jadikan perbedaan menjadi faktor pemecah belah Ummat. Tapi, jadikanlah perbedaan itu sebagai sarana pemersatu Ummat”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sering kali terdengar oleh kita perdebatan seputar hal bid'ah (sesat) dan sunnah. bahkan perdebatan ini menjurus pada perpecahan. Padahal tidak harus demikian, justru perbedaan itu adalah rahmat, asalkan kita mau berlapang dada. Oleh karenanya menjadi penting bagi umat muslim untuk mengetahui apakah bid'ah itu, dan bid'ah seperti apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut para 'Ulama bid’ah dalam ibadah dibagi dua: yaitu bid’ah hasanah (Baik) dan bid’ah dhalalah (buruk). Di antara para ‘Ulama yang membagi bid’ah ke dalam dua kategori ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Imam Syafi’i &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.15in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Imam Syafi’i, bid’ah dibagi dua; bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela). Jadi bid’ah yang mencocoki sunah adalah mahmudah, dan yang tidak mencocoki sunah adalah madzmumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.15in; margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah hasanah/mahmudah dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah bid’ah wajib seperti kodifikasi (pengumpulan) Al-Qur’an pada zaman Khalifah Utsman bin Affan dan pengumpulan hadits ke dalam kitab-kitab besar pada zaman sesudahnya. Sedangkan bid’ah hasanah yang kedua adalah bid’ah sunah, seperti shalat tarawih 20 rakaat pada zaman khalifah Umar bin Khathab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Imam al-Baihaqi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.14in; margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah menurut Imam Baihaqi dibagi dua; bid’ah madzmumah (tercela) dan ghairu madzmumah (tidak tercela). Setiap Bid’ah yang tidak menyalahi al-Qur’an, Sunah, dan Ijma’ adalah bid’ah mahmudah atau ghairu madzmumah. Sedangkan bid’ah yang tercela (madzmumah) adalah bid’ah yang tidak memiliki dasar syar’i sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Imam Nawawi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.14in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah menurut Imam Nawawi dibagi menjadi dua; bid’ah hasanah (bagus) dan bid’ah qabihah (jelek).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Imam al-Hafidz Ibnu Atsir &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.14in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibnu Atsir juga membagi Bid’ah menjadi dua; bid’ah yang terdapat petunjuk nash (teks al-Qur’an/hadits) di dalamnya, dan bid’ah yang tidak ada petunjuk nash di dalamnya. Jadi setiap bentuk bid’ah yang menyalahi kitab dan sunah adalah tercela dan harus diingkari. Akan tetapi bid’ah yang mencocoki keumuman dalil-dalil nash, maka masuk dalam kategoti terpuji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu bagaimana dengan hadits &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;كُلُّ بٍدْعَةٍ ضَلاَلَةٍ    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;“Setiap bid’ah adalah sesat”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berikut ini adalah pendapat para ulama’:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Imam Nawawi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.14in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hadits di atas adalah masuk dalam kategori ‘am (umum) yang harus ditakhshish (diperinci).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Imam al-Hafidz Ibnu Rajab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.13in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hadits di atas adalah dalam kategori ‘am akan tetapi yang dikehendaki adalah khash (‘am yuridu bihil khash). Artinya secara teks hadits tersebut bersifat umum, namun dalam pemaknaannya dibutuhkan rincian-rincian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada sebagian ulama’ yang membagi bid’ah menjadi lima bagian sebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah 	yang wajib dilakukan : contohnya, belajar ilmu nahwu, belajar 	sistematika argumentasi teologi dengan tujuan untuk menunjukkan 	kepada orang-orang atheis (orang yang tidak beragama) dan 	orang-orang yang ingkar kepada agama Islam, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah 	yang mandub (dianjurkan): contohnya, adzan menggunakan pengeras 	suara, mencetak buku-buku ilmiah, membangun madrasah, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah 	yang mubah : contohnya, membuat hidangan makanan yang berwarna 	warni, dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah 	yang makruh : contohnya, berlebihan dalam menghias mushaf, masjid 	dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bid’ah 	yang haram: yaitu setiap sesuatu yang baru dalam hal Agama yang 	bertentangan dengan keumuman dalil syar’i. misalnya solat isya 	tujuh rekaat dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: -0.01in; margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;	Tersebut dalam kitab &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;“Lathoiful Isyarot”,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Imam Qodlhi Hussein beserta sahabat-sahabtnya mendefinisikan pengertian Sunnah adalah mengerjakan sesuatu yang walaupun Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah melakukannya. Namun, manusia berikhtiar dengan shalat, dzikir dan do'a. Dan itu akan dicatat sebagai amal shalih dan mendapatkan pahala dari Allah swt. Contohnya : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;pembacaan tahlil, pembacaan Marhaban, pembacaan manaqib&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; dll. Karena dalam pembacaan-pembacan tersebut mengandung dzikir dan do'a.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: -0.01in; margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;	Lalu, apakah berdzikir dan berdo'a adalah sesuatu yang sesat, atau bahkan menyesatkan? Jawabannya adalah kembali kepada keyakinan masing-masing. Jika hal itu menurutnya salah atau tidak suka, maka cukup berlaku untuk dirinya sendiri dan jangan memprovokasi orang lain karena itu akan lebih berbahaya dan berakibat perpecahan antar ummat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.07in; margin-bottom: 0.07in;" align="right"&gt;“ &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Tharieq”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-1541006322056559515?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/1541006322056559515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/bidah-dan-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1541006322056559515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1541006322056559515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/bidah-dan-sunnah.html' title='BI&apos;DAH DAN SUNNAH'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-psm2_DeNQ6E/TfUMNajSB6I/AAAAAAAAAUY/TC6o1JllOmc/s72-c/stop-bidah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6076503092919225159</id><published>2011-06-12T11:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T11:55:11.970-07:00</updated><title type='text'>AWAS IDEOLOGISASI NEGARA ISLAM INDONESIA (NII)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vYJdBmyRyfU/TfULVmkkiVI/AAAAAAAAAUQ/STVrZ-d-6K0/s1600/shQfKPnTR5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vYJdBmyRyfU/TfULVmkkiVI/AAAAAAAAAUQ/STVrZ-d-6K0/s400/shQfKPnTR5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617408575973656914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;“&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Awas NII dan Kekerasan atas nama Agama”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;                           &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Oleh: Ade Mahmudin (Sekretaris Umum PC PMII Subang)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Terkait munculnya anasir-anasir kontra konstitusional berbaju `Negara Islam Indonesia` (NII) dan gerakan-gerakan radikal atas nama agama belakangan ini, menjadi menu utama pembicaraan dalam sebuah kegiatan diskusi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat PMII Subang di sekretariat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bagi PMII, NKRI merupakan harga mati dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Siapa pun dan dengan alasan apa pun mendirikan negara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sejumlah rentetan aksi kekerasan dan penyimpangan mengatasnamakan agama serta berlawanan dengan dasar negara, merupakan tindakan yang melanggar hukum itu tidak dapat dibenarkan dan kelompok radikal yang membahayakan negara dan Pancasila layak dijadikan musuh bersama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: normal;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka yang mengatasnamakan agama sesungguhnya justru melecehkan dan menistakan agamanya dan diri mereka sendiri. Karena, agama pada dasarnya mengajarkan nilai toleransi, keadilan, kearifan, kesetaraan, dan tidak mengajarkan kekerasan atau menebarkan teror. PMII, menganggap kesediaan untuk menerima pluralitas serta nilai-nilai Ideologi Pancasila merupakan suatu keharusan. Karena  nilai-nilai dalam agama itu sesungguhnya sudah termasuk di dalam nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara dan pedoman bagi segenap rakyat Indonesia. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: normal;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dulu kita berfikir radikalisme itu dekat dengan kebodohan dan kemiskinan, ternyata kita salah, melihat perkembangan radikalisme saat ini, ternyata bisa dilihat banyak juga kaum intelektual seperti mahasiswa dan Pelajar SLTA yang terjerumus dalam faham radikalisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ideologi transnasional pascareformasi dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan faham Islam Ahlussunah Wal Jama’ah. Pertama , ancaman radikalisme dan fundamentalisme yang bisa timbul dari agama apa pun dan dari mana saja. Kedua, ancaman liberalisme yang menghalalkan segala cara untuk meraih prestisius, kemewahan dan kekuasaan yang mesti berhadapan dengan kelompok pertama yang meneguhkan konservatisme agama.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam agama yang suci dan memiliki sifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah ada tanpa bermaksud mengganti atau menghapusnya, tapi juga mencari nilai-nilai baru yang lebih baik dengan tetap memegang teguh nilai-nilai lama yang masih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PMII yang menganut landasan teologis Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah memiliki dan mengembangkan sikap kemasyarakatan yang dirumuskan atas dasar:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertama, tawassuth, yaitu sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk sikap tatharruf (ekstrem), baik dalam bidang agama maupun politik, karena sikap tersebut mengarah pada kekerasan dan disintegrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedua, i’tidal, yang berarti tegak lurus dalam mengambil suatu keputusan, mengandung arti bahwa PMII dalam menyikapi setiap permasalahan selalu bersikap adil dan tidak akan terpengaruh dengan unsur-unsur ketidak-benaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketiga, tasamuh, yaitu sikap toleran yang berintikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat. Karena, hanya dengan sikap tasamuh itu rasa saling percaya dan solidaritas bisa ditegakkan. Ini merpakan inti hidup berbangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keempat. tawazun , selalu berusaha menciptakan keseimbangan hubungan antara sesama umat manusia dengan Allah SWT, antara akal dan wahyu dan antara individu dan kolektivitas. Dengan sikap tawazun ini harmoni dalam kehidupan baik pikiran maupun tindakan dapat terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelima, amar ma’ruf nahy munkar , yaitu sikap selalu mengajak pada kebaikan serta mencegah setiap kemungkaran. PMII pada prinsipnya senantiasa mengajarkan untuk saling  ingat-mengingatkan pada kebaikan perilaku dalam setiap sendi-sendi kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ancaman ideologi transnasional yang disinyalir dapat merusak faham Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah, PMII menjadi ujung tombak dalam mengawal dan menjaga kelestarian faham itu yang telah diperjuangkan oleh ulama terdahulu di tengah kegamangan terhadap serangan faham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ke-Islaman sendiri.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: normal;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di akhir pembicaraan dalam diskusi tersebut, PMII Subang memberikan pernyataan sikap: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertama, PMII menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan atasnama agama. Kedua, PMII menolak ideologisasi negara Islam. Ketiga, PMII akan menjadi garda terdepan dalam melawan radikalisme dan ajaran-ajarannya. Keempat, PMII menyerukan kepada seluruh warga PMII khususnya di Subang untuk mengidentifikasi, mengkonter wacana dan melawan ajaran-ajaran yang bertolak belakang dengan Ideologi Pancasila. Kelima, PMII meminta kepada pemerintah untuk bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok dan ajaran-ajaran yang memicu disintegrasi bangsa, dalam waktu sesingkat-singkatnya. Keenam, PMII akan mengorganisasikan seluruh warga pergerakan, untuk menyatukan barisan dan memperkuat Islam Ahlusunnah Waljamaah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thorieq, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Salam Pergerakan.... !!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6076503092919225159?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6076503092919225159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/awas-ideologisasi-negara-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6076503092919225159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6076503092919225159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2011/06/awas-ideologisasi-negara-islam.html' title='AWAS IDEOLOGISASI NEGARA ISLAM INDONESIA (NII)'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vYJdBmyRyfU/TfULVmkkiVI/AAAAAAAAAUQ/STVrZ-d-6K0/s72-c/shQfKPnTR5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-1746751749273093477</id><published>2010-11-10T03:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T03:45:25.157-08:00</updated><title type='text'>Gelar Pahlawan Gus Dur Belum Turun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TNqFq1Vv9HI/AAAAAAAAAR0/I9imkVvTAXU/s1600/2053102p.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TNqFq1Vv9HI/AAAAAAAAAR0/I9imkVvTAXU/s400/2053102p.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537885662724748402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;SURABAYA, KOMPAS.com  &lt;/strong&gt;—  Penganugerahan gelar pahlawan  nasional kepada mantan Presiden ke-4  Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang diperkirakan jatuh pada  Hari Pahlawan,  10 November 2010, ini belum terlaksana. Hingga saat ini  Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum menerima surat jawaban dari  Kementerian Sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;"Surat pengajuan gelar pahlawan nasional sudah  kami kirim dobel, baik ke Kementerian Sosial (Kemsos) maupun ke  Presiden. Syarat-syarat juga sudah kami lengkapi semua,"  kata Gubernur  Jatim, Soekarwo, Rabu (10/11/2010), setelah mengikuti Upacara Peringatan  Hari Pahlawan di Gedung Grahadi, Surabaya.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Soekarwo mengirimkan  surat usulan penganugerahan gelar pahlawan nasional atas Gus Dur kepada  Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie tanggal 5 Januari 2010.  Surat  tersebut berisi empat syarat pengusulan  calon pahlawan, yaitu daftar  riwayat hidup dan perjuangan, daftar bukti tanda kehormatan, catatan  pandangan  atau pendapat orang/tokoh masyarakat terhadap calon pahlawan,  serta foto-foto dokumentasi calon pahlawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhir Januari 2010,  Badan Pembina Pahlawan Daerah Jatim kembali melengkapi satu syarat lagi,  yaitu makalah tentang Gus Dur.  Dengan terpenuhinya satu syarat ini,   persyaratan administratif terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional  pada Gus Dur lengkap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, tepat pada peringatan Hari  Pahlawan 10 November ini diharapkan Gus Dur resmi ditetapkan sebagai  pahlawan nasional.   Jika usulan tersebut diterima, Gus Dur akan menjadi  pahlawan  nasional ke-148.  Sebelumnya, tanggal 11 November 2009, satu  tokoh perjuangan Jatim, yaitu Bung Tomo, telah ditetapkan sebagai  pahlawan nasional ke-147.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terus mendorong   &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Menurut  Soekarwo, Pemprov Jatim akan terus mendesak  Kemsos  agar segera  memberi kepastian terkait pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Gus  Dur.   "Kami mendesak terus agar keputusan penetapan segera turun.  Biasanya, saat peringatan Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus juga  ada kesempatan penganugerahan gelar pahlawan nasional,"   ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-1746751749273093477?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/1746751749273093477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/11/gelar-pahlawan-gus-dur-belum-turun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1746751749273093477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1746751749273093477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/11/gelar-pahlawan-gus-dur-belum-turun.html' title='Gelar Pahlawan Gus Dur Belum Turun'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TNqFq1Vv9HI/AAAAAAAAAR0/I9imkVvTAXU/s72-c/2053102p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6543999357088429056</id><published>2010-10-23T22:24:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T22:45:14.266-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Kabupaten Subang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFS9ItAcI/AAAAAAAAARc/ECaabnv2ulA/s1600/petanew.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 255px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFS9ItAcI/AAAAAAAAARc/ECaabnv2ulA/s400/petanew.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531481696780485058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Prasejarah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bukti adanya kelompok masyarakat pada masa prasejarah di wilayah Kabupaten Subang adalah ditemukannya kapak batu di daerah Bojongkeding (Binong), Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot (Sagalaherang). Temuan benda-benda prasejarah bercorak neolitikum ini menandakan bahwa saat itu di wilayah Kabupaten Subang sekarang sudah ada kelompok masyarakat yang hidup dari sektor pertanian dengan pola sangat sederhana.&lt;br /&gt;Selain itu, dalam periode prasejarah juga berkembang pula pola kebudayaan perunggu yang ditandai dengan penemuan situs di Kampung Engkel, Sagalaherang.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFSqE1ZyI/AAAAAAAAARU/Fu92g2wslVc/s1600/fosil.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 375px; height: 233px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFSqE1ZyI/AAAAAAAAARU/Fu92g2wslVc/s400/fosil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531481691663984418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Hindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada saat berkembangnya corak kebudayaan Hindu, wilayah Kabupaten Subang menjadi bagian dari 3 kerajaan, yakni Tarumanagara, Galuh, dan Pajajaran. Selama berkuasanya 3 kerajaan tersebut, dari wilayah Kabupaten Subang diperkirakan sudah ada kontak-kontek dengan beberapa kerajaan maritim hingga di luar kawasan Nusantara. Peninggalan berupa pecahan-pecahan keramik asal Cina di Patenggeng (Kalijati) membuktikan bahwa selama abad ke-7 hingga abad ke-15 sudah terjalin kontak perdagangan dengan wilayah yang jauh. Sumber lain menyebutkan bahwa pada masa tersebut, wilayah Subang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda. Kesaksian Tome’ Pires seorang Portugis yang mengadakan perjalanan keliling Nusantara menyebutkan bahwa saat menelusuri pantai utara Jawa, kawasan sebelah timur Sungai Cimanuk hingga Banten adalah wilayah kerajaan Sunda.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Masa datangnya pengaruh kebudayaan Islam di wilayah Subang tidak terlepas dari peran seorang tokoh ulama, Wangsa Goparana yang berasal dari Talaga, Majalengka. Sekitar tahun 1530, Wangsa Goparana membuka permukiman baru di Sagalaherang dan menyebarkan agama Islam ke berbagai pelosok Subang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Kolonialisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pasca runtuhnya kerajaan Pajajaran, wilayah Subang seperti halnya wilayah lain di P. Jawa, menjadi rebutan berbagai kekuatan. Tercatat kerajaan Banten, Mataram, Sumedanglarang, VOC, Inggris, dan Kerajaan Belanda berupaya menanamkan pengaruh di daerah yang cocok untuk dijadikan kawasan perkebunan serta strategis untuk menjangkau Batavia. Pada saat konflik Mataram-VOC, wilayah Kabupaten Subang, terutama di kawasan utara, dijadikan jalur logistik bagi pasukan Sultan Agung yang akan menyerang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Batavia&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Saat itulah terjadi percampuran budaya antara Jawa dengan Sunda, karena banyak tentara Sultan Agung yang urung kembali ke Mataram dan menetap di wilayah Subang. Tahun 1771, saat berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sumedanglarang, di Subang, tepatnya di Pagaden, Pamanukan, dan Ciasem tercatat seorang bupati yang memerintah secara turun-temurun. Saat pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) konsesi penguasaan lahan wilayah Subang diberikan kepada swasta Eropa. Tahun 1812 tercatat sebagai awal kepemilikan lahan oleh tuan-tuan tanah yang selanjutnya membentuk perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P &amp;amp; T Lands). Penguasaan lahan yang luas ini bertahan sekalipun kekuasaan sudah beralih ke tangan pemerintah Kerajaan Belanda. Lahan yang dikuasai penguasa perkebunan saat itu mencapai 212.900 ha. dengan hak eigendom. Untuk melaksanakan pemerintahan di daerah ini, pemerintah Belanda membentuk distrik-distrik yang membawahi onderdistrik. Saat itu, wilayah Subang berada di bawah pimpinan seorang kontrilor BB (bienenlandsch bestuur) yang berkedudukan di Subang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Nasionalisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tidak banyak catatan sejarah pergerakan pada awal abad ke-20 di Kabupaten Subang. Namun demikian, Setelah Kongres Sarekat Islam di bandung tahun 1916 di Subang berdiri cabang organisasi Sarekat Islam di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di Sukamandi (Ciasem). Selanjutnya, pada tahun 1928 berdiri Paguyuban Pasundan yang diketuai Darmodiharjo (karyawan kantor pos), dengan sekretarisnya Odeng Jayawisastra (karyawan P &amp;amp; T Lands). Tahun 1930, Odeng Jayawisastra dan rekan-rekannya mengadakan pemogokan di percetakan P &amp;amp; T Lands yang mengakibatkan aktivitas percetakan tersebut lumpuh untuk beberapa saat. Akibatnya Odeng Jayawisastra dipecat sebagai karyawan P &amp;amp; T Lands. Selanjutnya Odeng Jayawisastra dan Tohari mendirikan cabang Partai Nasional Indonesia yang berkedudukan di Subang. Sementara itu, Darmodiharjo tahun 1935 mendirikan cabang Nahdlatul Ulama yang diikuti oleh cabang Parindra dan Partindo di Subang. Saat Gabungan Politik Indonesia (GAPI) di &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; menuntut &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; berparlemen, di Bioskop Sukamandi digelar rapat akbar GAPI Cabang Subang untuk mengenukakan tuntutan serupa dengan GAPI Pusat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Jepang&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPHbiiVayI/AAAAAAAAARs/-iIndTTgM2A/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Pendaratan tentara angkatan laut Jepang di pantai Eretan Timur tanggal 1 Maret 1942 berlanjut dengan direbutnya pangkalan udara Kalijati. Direbutnya pangkalan ini menjadi catatan tersendiri bagi sejarah pemerintahan Hindia Belanda, karena tak lama kemudian terjadi kapitulasi dari tentara Hindia Belanda kepada tentara Jepang. Dengan demikian, Hindia Belanda di Nusantara serta merta jatuh ke tangan tentara pendudukan Jepang. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pejuang pada masa pendudukan Belanda melanjutkan perjuangan melalui gerakan bawah tanah. Pada masa pendudukan Jepang ini Sukandi (guru Landschbouw), R. Kartawiguna, dan Sasmita ditangkap dan dibunuh tentara Jepang.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPHbiiVayI/AAAAAAAAARs/-iIndTTgM2A/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 286px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPHbiiVayI/AAAAAAAAARs/-iIndTTgM2A/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531484043282311970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Merdeka &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta berimbas pada didirikannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;berbagai badan perjuangan di Subang, antara lain Badan Keamanan Rakyat (BKR), API?Pesindo, Lasykar Uruh, dan lain-lain, banyak di antara anggota badan perjuangan ini yang kemudian menjadi anggota TNI. Saat tentara KNIL kembali menduduki &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, para pejuang di Subang menghadapinya melalui dua front, yakni front selatan (Lembang) dan front barat (Gunung Putri dan Bekasi). Tahun 1946, Karesidenan Jakarta berkedudukan di Subang. Pemilihan wilayah ini tentunya didasarkan atas pertimbangan strategi perjuangan. Residen pertama adalah Sewaka yang kemudian menjadi Gubernur Jawa Barat. Kemudian Kusnaeni menggantikannya. Bulan Desember 1946 diangkat Kosasih Purwanegara, tanpa pencabutan Kusnaeni dari jabatannya. Tak lama kemudian diangkat pula Mukmin sebagai wakil residen. Pada masa gerilya selama Agresi Militer Belanda I, residen tak pernah jauh meninggalkan Subang, sesuai dengan garis komando pusat. Bersama para pejuang, saat itu residen bermukim di daerah Songgom, Surian, dan Cimenteng. Tanggal 26 Oktober 1947 Residen Kosasih Purwanagara meninggalkan Subang dan pejabat Residen Mukmin yang meninggalkan Purwakarta tanggal 6 Februari 1948 tidak pernah mengirim berita ke wilayah perjuangannya. Hal ini mendorong diadakannya rapat pada tanggal 5 April 1948 di Cimanggu, Desa Cimenteng. Di bawah pimpinan Karlan, rapat memutuskan : 1.Wakil Residen Mukmin ditunjuk menjadi Residen yang berkedudukan di daerah gerilya Purwakarta. 2.Wilayah Karawang Timur menjadi Kabupaten Karawang Timur dengan bupati pertamanya Danta Gandawikarma. 3.Wilayah Karawang Barat menjadi Kabupaten Karawang Barat dengan bupati pertamanya Syafei. Wilayah Kabupaten Karawang Timur adalah wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta sekarang. Saat itu, kedua wilayah tersebut bernama Kabupaten Purwakarta dengan ibukotanya Subang. Penetapan nama Kabupaten Karawang Timur pada tanggal 5 April 1948 dijadikan momentum untuk kelahiran Kabupaten Subang yang kemudian ditetapkan melalui Keputusan DPRD No. : 01/SK/DPRD/1977.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFTBZN_hI/AAAAAAAAARk/TUXThpSueW4/s1600/bupatisemua.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFTBZN_hI/AAAAAAAAARk/TUXThpSueW4/s400/bupatisemua.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531481697923497490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6543999357088429056?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6543999357088429056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/10/sejarah-kabupaten-subang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6543999357088429056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6543999357088429056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/10/sejarah-kabupaten-subang.html' title='Sejarah Kabupaten Subang'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TMPFS9ItAcI/AAAAAAAAARc/ECaabnv2ulA/s72-c/petanew.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-2701999529908539643</id><published>2010-09-14T08:40:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T09:10:11.859-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Sahabat</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-6fb085a47487cfdf" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v23.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3D6fb085a47487cfdf%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275839%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D51D688D08DE3D077FC8B1CE35FCF9E04928991D.3867D1F771E1E3AA3675672F7E00FA11B347A7C1%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D6fb085a47487cfdf%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DeivH4Wf34qhHplsA27NHqbbD0wI&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v23.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3D6fb085a47487cfdf%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275839%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D51D688D08DE3D077FC8B1CE35FCF9E04928991D.3867D1F771E1E3AA3675672F7E00FA11B347A7C1%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D6fb085a47487cfdf%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DeivH4Wf34qhHplsA27NHqbbD0wI&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ???&lt;br /&gt;Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??&lt;br /&gt;Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEREKALAH SAHABAT ANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-2701999529908539643?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/2701999529908539643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/09/arti-sebuah-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2701999529908539643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2701999529908539643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/09/arti-sebuah-sahabat.html' title='Arti Sebuah Sahabat'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-4950768899086842264</id><published>2010-09-07T10:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T11:21:47.670-07:00</updated><title type='text'>Ade Mahmudin Dalam Kenangan</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-1aeb39a626f0632c" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v5.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3D1aeb39a626f0632c%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275839%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3B975A82115FE8CF5429FE1748A334E4189BB1D6.1AAD99FEA3C224E4227CF3EB28742118F80F23F7%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D1aeb39a626f0632c%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D7i1yLl6tzaZ_npgfyuNur1XNRiQ&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v5.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3D1aeb39a626f0632c%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275839%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3B975A82115FE8CF5429FE1748A334E4189BB1D6.1AAD99FEA3C224E4227CF3EB28742118F80F23F7%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D1aeb39a626f0632c%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D7i1yLl6tzaZ_npgfyuNur1XNRiQ&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p align="justify"&gt;USIA Tidak menghalangi seseorang berfikir dewasa. Meskipun masih tergolong hijau, namun Ade  Mahmudin sudah sudah mampu menempatkan diri jauh melampaui remaja seusianya. Semua itu tidak lepas dari pengalaman hidupnya yang penuh warna.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dilahirkan di sebuah desa yang berada di Kab. Subang, 25 tahun yang lalu. Lajang yang akrab disapa Adien tersebut tidak tahu bahwa ada dunia di balik naturalisasi desanya dan hamparan sawah luas yang mengelilingi kampung halamannya. Bahkan Adien kecil tidak pernah bermimpi bisa sekolah hingga SLTA (Madrasah Aliyah). Ayahnya hanya petani biasa, anak ke satu dari dua bersaudara ini meski pergi ke ladang sepulang sekolah dan membantu ibundanya di dapur. Kendati demikian, toh prestasi Adien sudah terlihat. Di Sekolah, Adien kerap selalu mendapatkan rangking. Potensinya yang menonjol ternyata dilihat oleh saudaranya yang kebetulan aktiv di salah satu lembaga Pondok Pesantren di pedalaman subang. Lepas tamat Sekolah Dasar, Adien diboyong ke daerah itu untuk melanjutkan pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Saya menyadari betul bahawa saya akan dibawa kesebuah lembaga pendidikan tradisional yang dibina oleh sosok seorang Kyai. Karena itu adalah dambaan saya ingin sekali mencoba mencari jati diri yang kemungkinan disanalah proses pendewasaan karakter akan terbentuk, walaupun sudah menjadi rahasia umum bahwa pesantren yang tradisional itu penuh dengan keprihatinan. tapi saya tidak menyesal atau bersedih, waktu itu dalam pikiran saya, adalah bisa melanjutkan sekolah” kenang adien dengan raut muka sedih.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tinggal di Pondok Pesantren ternyata telah mengembleng mental Adien sekuat baja. Kerja keras dan keprihatinannya telah mengeringkan air matanya dan mengobarkan semangatnya. Sejak masuk SLTP (MTs) hingga SLTA (MA), prestasinya terus bertahan. Hanya saja, Adien tidak seperti kebanyakan teman-teman lainnya di sekolah. Ia, tidak punya waktu untuk bermain, hari-harinya ia lewati dengan bekerja dan belajar. “Waktu itu, ada sedikit perasaan minder untuk bergaul” ungkap Adien polos.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sampai akhirnya, ia dapat lulus SLTA dan memutuskan untuk keluar dari Pondok itu. Namun, kapasitasnya yang lumayan itu membuat memikat hati para Civitas Akademika Lembaga itu untuk menahannya dia keluar dan menariknya menjadi salah seorang staf pengajar. Sedikit namun perlahan Adien mencoba untuk memberanikan diri untuk melanjutkan kuliah di STAI Miftahul Huda Subang Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Disinilah karakter pribadinya terbentuk. Bersentuhan dengan organisasi membuat rasa mindenya hilang. Ia justru malah tertantang untuk mencoba hal-hal baru. Adien aktif di Kepengurusan Senat Miftahul Huda dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang. ”Saya baru sadar, bahwa Tuhan selalu mempunyai skenario hidup setiap umatnya, saya tidak menyangka bisa kuliah dengan biaya sendiri seperti sekarang ini” ujar penggemar musik Bondan Prakoso feat Fade 2 Black ini.  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keaktifannya dalam tempo singkat membuat namanya melambung di dunia gerakan mahasiswa Subang sampai bisa menempati Badan Pengurus Harian (BPH) sebagai Skretaris Umum PMII Subang masa khidmat 2010-2011. Adien mengaku, bahwa dengan pengalaman organisasinya yang dulu pernah dibekali di pondok pesantren, membuatnya dia “gila organisasi”. Selain PMII, dia juga beraafiliasi dengan organisasi-organisasi yang menunjang pengembangan ideologinya. Mulai dari organisai yang berada dibawah Nahdlatul Ulama (NU) seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Gerakan Pemuda Ansor dan juga organisasi kepemudaan lainnya seperti Gerakan Pemuda Sehat (GPS) Cab. Subang, Briges Gank Motor Subang, dan Viking Distrik Subang.  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Pada prinsipnya, hidup itu relasi. Dan semua yang saya jalani itu adalah sesuai dengan kebutuhan hidup saya. Jadi ini belum seberapa jika kita akan mempersiapkan bekal dikemudian hari. Perjuangan itu terus berlanjut bung...” ungkapnya dengan penuh semangat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-4950768899086842264?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/4950768899086842264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/09/ade-mahmudin-in-memoriam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/4950768899086842264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/4950768899086842264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/09/ade-mahmudin-in-memoriam.html' title='Ade Mahmudin Dalam Kenangan'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-1382610782939586794</id><published>2010-08-24T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T06:10:26.323-07:00</updated><title type='text'>Ketika Cintaku Tergantikan Dengan Keikhlasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/THPEeh2kWGI/AAAAAAAAAQ8/tM0FOZ7ixqU/s1600/ceurik.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/THPEPoOIcRI/AAAAAAAAAQ0/CPIYJwPtahk/s1600/ceurik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 336px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/THPEPoOIcRI/AAAAAAAAAQ0/CPIYJwPtahk/s400/ceurik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508962541978022162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;Ikhlas  memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dijalanin.  Karena itu membutuhkan proses yang panjang sehingga bisa membimbing kita  pada sebuah keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cintaku terbentur dengan kehadiran orang yang jauh lebih sempurna  dan ketika aku harus menerima kenyataan orang yang aku sayangi untuk  memilih yang lebih baik. Ketika komitmen hanyalah tinggal sebuah  komitmen yang tidak terwujud. Tidak mudah untuk menerima kenyataan itu  bahkan mungkin sangat sulit untuk aku terima. Hari demi hari aku lewati  dengan air mata dan kesedihan. Di kesunyian dan keheningan malam aku  menangis di hadapanNYA bukan untuk menyesali apa yang terjadi padaku  tapi menyesal kenapa aku belum bisa menjadi hambaNYA yang ikhlas  menerima kenyataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah hidup. Adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit.  Apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat aku meski aku harus sedih,  kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya berusaha untuk ridha dengan semua ketentuan yang telah  digariskan oleh ALLAH. Menerima apapun yang terjadi bukan berarti tidak  berusaha untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Tapi berusaha untuk  ikhlas dan menyerahkan semua ini kepadaNYA akan menenangkan hati yang  gelisah. Karena dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya dan Insya ALLAH  bisa membimbing aku untuk menjadi seseorang yang kuat, sabar dan ikhlas  dalam menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita ikhlas dan bersyukur dengan semua yang diberikan ALLAH akan  memberikan ketenangan yang luar biasa di hati kita. Sesungguhnya bersama  kesulitan pasti ada kemudahan dan DIA akan memberikan jalan yang  terbaik. Yakin bahwa rencana ALLAH itu lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sahabat2ku yang lagi sedih, harus tetap semangat karena ALLAH  sayang kepada hambaNYA yang kuat dalam menjalani ujian dariNYA. Karena  sebenarnya begitu banyak anugerah dan nikmat yang diberikan olehNYA yang  harus kita syukuri. Selalu berprasangka baik kepadaNYA dan bersyukur  ALLAH masih memberikan ujian kepada kita, itu berarti kita termasuk  orang2 yang masih diperhatikan olehNYA ALLAH selalu memberikan sesuatu  yang kita butuhkan bukan sesuatu yang kita inginkan. Karena DIA lebih  tahu mana yang terbaik buat hambaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas, sabar dan bersyukur adalah 3 kunci orang hidup. Tidak mudah  bahkan mungkin sangat sulit. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita  mau berusaha dan mencoba untuk menjalaninya dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih Yaa ALLAH untuk kasih sayang, kekuatan dan semua yang sudah  Engkau berikan kepadaku. Berikan petunjuk dan bimbinganMu kepadaku  seperti yang telah Engkau berikan kepada hamba2Mu yang Engkau sayangi.  Ijinkanlah aku untuk menghabiskan sisa umurku untuk lebih dekat dan  mencintaiMu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-1382610782939586794?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/1382610782939586794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/08/ketika-cintaku-tergantikan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1382610782939586794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1382610782939586794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/08/ketika-cintaku-tergantikan-dengan.html' title='Ketika Cintaku Tergantikan Dengan Keikhlasan'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/THPEPoOIcRI/AAAAAAAAAQ0/CPIYJwPtahk/s72-c/ceurik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6351922089717161383</id><published>2010-07-30T08:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T08:56:56.040-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Indonesia Dalam Paradoks</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TFL16RBSYdI/AAAAAAAAAQM/J_Wlfv_Rq_Y/s1600/demokrasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 383px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TFL16RBSYdI/AAAAAAAAAQM/J_Wlfv_Rq_Y/s400/demokrasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499728476322816466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semenjak tumbangnya rezim orde baru (orba) yang otoriter melalui perjuangan reformasi, Indonesia telah mengalami perkembangan demokrasi yang sangat pesat. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Memang, dilihat dari penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) negeri kita cukup berhasil untuk memilih pemimpin baik pusat maupun daerah dan wakil-wakil rakyat di parlemen sebagai penanda adanya kekuasaan rakyat.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya adalah apakah dengan wujud demokrasi seperti saat ini sudah mampu membawa kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat? Kenyataannya tidak, wujud demokrasi kita saat ini selain masih saja menimbulkan berbagai masalah, juga belum dapat secara lugas menjawab permasalahan-permasalahan negeri kita, lihat saja masih banyaknya ketidakadilan sosial dalam masyarakat, adanya hegemoni kekuasaan asing dan sekelompol elit politik yang menggurita, krisis identitas bangsa, serta ketimpangan-ketimpangan produk hukum yang tidak berpihak pada rakyat banyak. Sehingga dapat dikatakan wujud demokrasi yang ada di Indonesia ini masih belum mampu menyentuh substansi demokrasi itu sendiri yaitu demokrasi politik, ekonomi, sosial, budaya dan hukum. Ada suatu paradoks di sini, demokrasi yang diperjuangkan sebagai melalui reformasi sebagai sistem terbaik yang diharapkan mampu memberikan titik terang atas berbagai permasalahan bangsa ini kenyataannya sampai sekarang masih belum mampu secara lugas menjawab permasalahan-permasalahan bangsa kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita perlu berkaca apakah demokrasi kita selama ini sudah berjalan pada jalur yang tepat? Ataukah hanya sebatas euforia tanpa arah yang jelas selepas reformasi sehingga belum mampu menyentuh substansi dari demokrasi itu sendiri. untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi kita perlu mencermati fenomena-fenomena demokrasi yang terjadi di negeri kita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama bila kita telisik entitas dari pemilu, sebagai simbol demokrasi adanya kuasa rakyat dalam memilih pangambil kebijakan bagi negara kelihatannya tidak ada masalah bagi Indonesia karena dengan pemilu rakyat Indonesia telah berhasil memilih pemimpinnya secara langsung mulai dari presiden hingga gubernur dan bupati, serta wakil-wakil rakyat baik pusat maupun daerah. Para elit politik yang dipilih rakyat dalam pemilu dianggap representasi rakyat yang memilihnya. Kenyataannya pemilu kita terkesan lebih menguntungkan segelintir elit politik dan golongan daripada menguntungkan rakyat. Suara rakyat sering hanya menjadi alat untuk mencapai kekuasaan oleh para elit politik pencari kekuasaan, ketika mereka mandapat kekuasaan itu rakyat yang memilihnya dan menggantungkan harapan padanya terabaikan oleh hingar bingarnya kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu dipertanyakan juga kapasitas para elit politik yang terpilih itu untuk memperbaiki kondisi bangsa ini. Pasalnya, rakyat kita cenderung memilih calon pemimpin dan wakilnya dalam pemilu berdasarkan ketokohan dan popularitasnya, baik-buruk kapasitas sebenarnya yang dimiliki calon itu sering tertutupi oleh baik-buruknya penilaian rakyat atas penampilan luar yang kadang menipu. Sehingga tak heran jika akhir-akhir ini banyak calon kepala daerah maupun wakil rakyat yang hanya mengumbar popularitas unruk mendapat posisi-posisi yang seharusnya diisi oleh yang benar-benar memiliki kapasitas untuk dapat mengatasi masalah negeri ini yang rumit. Bahkan partai-partai kini berlomba-lomba mengajukan calon kepala daerah dan wakil rakyat dari kalangan artis yang jelas popularitasnya karena dengan itu secara instan mereka akan dengan mudah mencapai kemenangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kenyataan di atas yang menyebabkan pemilu sebagai pilar demokrasi belum dapat sepenuhnya memenuhi harapan rakyat. Belum lagi kenyataan bahwa pemilu di Indonesia dari pusat hingga daerah tentu saja memakan biaya yang sangat besar, Adalah suatu ironi ketika milyaran bahkan triliyunan dana yang dikeluarkan demi menggelar pemilu sebagai syarat prosedural demokrasi namun hasilnya sering jauh dari harapan rakyat dan substansi demokrasi itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentunya pemilu hanya sebagian kecil dari demokrasi, di sisi lain fenomena-fenomena yang mencerminkan paradoks demokrasi Indonesia terus terjadi. Salah satu pilar demokrasi lainnya adalah kebebasan pers, pers kita memang sudah sangat bebas, tapi apakah sudah bertanggungjawab? Pers menjadi harapan untuk menyuarakan aspirasi rakyat di saat mandeknya aspirasi rakyat di tingkat elit politik hasil dari kegagalan proses pemilu di atas. Kenyataannya kebebasan sering disalah artikan. Atas dasar kebebasan berpendapat, fitnah dan perpecahan lebih menonjol untuk diberitakan, tujuan bersama tidak pernah tercapai jika yang ada perpecahan antar elit dan kepentingan antar golongan yang terus terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pers diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada rakyat untuk menalar akan kebenaran realitas-realitas yang ada. Yang ada pers bagaikan menggiring aspirasi rakyat pada realitas yang dapat menguntungkan mereka dengan pemberitaan kontroversial yang lebih menarik daripada berita biasa Terkadang pada kasus tertentu segelintir pers bahkan mendasarkan pemberitaan pada kekuatan politik yang menguasai pers itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika aspirasi rakyat tidak dapat lagi disalurkan dan disuarakan secara tepat dan bertanggungjawab demokrasi itu kembali dikatakan tereduksi substansinya. Tidak heran jika kemudian rakyat menggunakan jalur lain untuk menyuarakan pendapatnya seperti dengan aksi demonstrasi jalanan maupun dengan cara yang populer saat ini dengan facebook maupun jejaring sosial online lainnya. Meskipun cara-cara tersebut cukup dapat memberikan dorongan terhadap perubahan sosial seperti yang diinginkan, namun masih belum mampu memberikan efek seperti yang diinginkan secara langsung dalam tataran praksisnya. Kembali, inilah salah satu yang menjadi penghalang tercapainya harapan rakyat melalui wujud demokrasi yang terlaksana di negeri kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambaran di atas mungkin hanya sebagian fenomena-fenomena yang paling nampak, mencerminkan paradoks wajah demokrasi kita saat ini. Tentunya masalah-masalah demokrasi Indonesia tidak sesederhana di atas, permasalahan demokrasi kita sangat kompleks, dimana sebenarnya demokrasi secara prosedural sudah tercapai di Indonesia namun belum mampu memberikan hasil yang diinginkan dari adanya demokrasi itu. Perkembangan demokrasi yang sudah dicapai Indonesia saat ini memang perlu diapresiasi. Namun, kita juga tidak bisa menampik perlunya mengevaluasi lagi wujud demokrasi yang telah tercapai hingga saat ini. Kegagalan bentuk demokrasi saat ini dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat bisa kita simpulkan memang akibat dari demokrasi kita yang belum berjalan sesuai dengan yang semestinya. Bagaimana bentuk demokrasi yang semestinya mampu mewujudkan harapan rakyat dan sesuai dengan bangsa Indonesia tentunya kita sendiri sebagai bangsa Indonesia yang harus menemukan rumusannya sendiri seiring waktu. Waktu 12 tahun selepas reformasi bukanlah waktu yang singkat dalam upaya pencarian bentuk demokrasi yang tepat. Sudah saatnya para elit politik dan rakyat merefleksi kembali pencapaian demokrasi Indonesia agar dapat lebih dewasa dalam berdemokrasi untuk mencapai tujuan bersama kesejahteraan dan keadilan negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6351922089717161383?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6351922089717161383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/07/demokrasi-indonesia-dalam-paradoks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6351922089717161383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6351922089717161383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/07/demokrasi-indonesia-dalam-paradoks.html' title='Demokrasi Indonesia Dalam Paradoks'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TFL16RBSYdI/AAAAAAAAAQM/J_Wlfv_Rq_Y/s72-c/demokrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-5684105337646829926</id><published>2010-07-23T10:22:00.000-07:00</published><updated>2010-07-23T10:23:37.622-07:00</updated><title type='text'>Harlah PKB XII: DPP PKB Santuni Yatim Piatu Dan Bermujahadah</title><content type='html'>&lt;span class="createdate"&gt;Jumat, 23 Juli 2010 15:39     &lt;/span&gt;&lt;div class="article-info-surround"&gt;    &lt;div class="article-info-surround2"&gt;     &lt;p class="buttonheading"&gt;          &lt;/p&gt;     &lt;p class="articleinfo"&gt;          &lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                     &lt;div style="width: 410px;" class="img_caption null"&gt;&lt;img style="width: 371px; height: 181px;" class="caption" src="http://www.dpp-pkb.or.id/images/stories/harlah12_santunan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Berbagi kebahagian, itulah yang dilakukan fungsionaris DPP PKB kepada ratusan &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;anak yatim&lt;/span&gt; piatu dari berbagai daerah dalam rangka mensyukuri Harlah PKB ke-XII&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   sekaligus peresmian sekretariat baru di Jl &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts"&gt;Raden Saleh&lt;/span&gt;, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekratariat DPP PKB, Darussalam disela hiruk pikuk kesibukannya mempersiapkan acara puncak Harlah yang rencananya akan diselenggarakan Jum'at (23/07) malam nanti berharap Allah SWT memberi keberkahan dan kemudahan bagi perjuangan PKB dimasa &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;yang akan&lt;/span&gt; datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Santunan sebagai bagian dari rasa syukur PKB yang bertambah usia, kebahagiaan khan perlu dibagi-bagi, moga hal ini membawa berkah dan kemudahan bagi perjuangan PKB dimasa yang akan datang." katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; width: 288px; text-align: justify;" class="img_caption left"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.dpp-pkb.or.id/images/stories/harlah12_mujahadah.jpg" width="288" align="left" border="0" height="140" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain acara santunan, &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts"&gt;salah satu&lt;/span&gt; rangkaian acara khusus yang telah dilakukan adalah Mujahadah dan sholat tasbih yang dipimpin langsung KH Aziz Mansur. Seluruh fungsionaris dan peserta Mukernas PKB yang hadir, tampak mengikuti dengan khidmat rangkaian bacaan dzikir dan doa.(rif)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-5684105337646829926?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/5684105337646829926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/07/harlah-pkb-xii-dpp-pkb-santuni-yatim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/5684105337646829926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/5684105337646829926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/07/harlah-pkb-xii-dpp-pkb-santuni-yatim.html' title='Harlah PKB XII: DPP PKB Santuni Yatim Piatu Dan Bermujahadah'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6179653632079646720</id><published>2010-07-21T08:38:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T08:44:56.182-07:00</updated><title type='text'>Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TEcVc04FHXI/AAAAAAAAAQE/nGXNRqYdXSs/s1600/Pemikiran+dan+Sikap+Gus+Dur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TEcVc04FHXI/AAAAAAAAAQE/nGXNRqYdXSs/s400/Pemikiran+dan+Sikap+Gus+Dur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496385455203360114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gus Dur memang kontraversial, apa yang dikatakan seringkali menimbulkan polemik dikalangan masyarakat. Situasi ini telah menunjukkan keberadaan dan sikap Gus Dur penting untuk ditanggapi, baik atas dukungan dari mereka yang mencintai atau kritikan dari mereka yang membenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat Gus Dur adalah Somebody, tak ada orang yang bersikap netral terhadap Gus Dur, semua orang memperhitungkan keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gus Dur adalah somebody, langka orang yang mendapat posisi seperti itu, sementara sebagian besar kita adalah nobody, keberadaannya tidak diperhitungkan,” katanya dalam diskusi buku tentang Gus Dur akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang membahas tentang Gus Dur juga sudah sangat banyak, tapi sebagian besar hanya mengambil satu sisi pemikiran Gus Dur, atau kalau melihatnya secara komprehensif, ya hanya bersifat highlight saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gus Dur adalah manusia ide, gagasan bukan hanya mengartikulasikan gagasan yang ada, tetapi mengemukakan ide yang belum pernah dikemukakan orang lain. Sebagian besar orang kan komentator ide, sekedar mengomentari, ini juga penting, tetapi orisinalitas ide belum tentu dimiliki orang lain,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, terdapat tiga tahapan dalam pemikiran Gus Dur, yaitu gagasan, aksi dan institusionalisasi. Ia merupakan orang yang sangat kaya dengan ide, gagasannya mengejutkan, aksi politiknya juga luar biasa. Orang yang paling membenci bisa ditaklukkan dalam waktu singkat, seolah-olah tak ada jarak apa-apa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, yang kurang adalah upaya institusionalisasi dari gagasan yang dimiliki. Ini merupakan ladang garapan yang masih sangat luas. Dilingkungan NU, ia pemimpin yang menandai titik balik khittah 1926, gagasannya luar biasa dan aksi pemihakan pada masyarakat juga luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi sebagai institusi, NU belum sempat dibangun sebagaimana gagasan menghendakinya. Jadi inventarisasi gagasan kurang, di PKB juga begitu, gagasan, pemikiran, politiknya luar biasa, aksinya juga kita tahu, tapi institusionalisasinya yang kurang,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek lain adalah Gus Dur merupakan tipe pemimpin yang one man show, semuanya berpusat pada dia. Ini sebenarnya bukan hal yang aneh mengingat dalam masyarakat NU, yang masih menjunjung tinggi kharisma pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masyarakat NU digerakkan oleh kharisma, bukan gagasan. Karena itu sebagian besar kita kalau disuruh berangkat ke utara tidak menanyakan mengapa ke utara, yang terjadi karena beliau menyuruh ke utara. Samikna waatokna, ini  kata-kata luara biasa, tak ada kritik dan internalisasi, perintah ditangkap langsung ke hati, tidak ada proses penalaran,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menurutnya bukan persoalan sederhana kalau mau melakukan transformasi, NU ditangannya secara gagasan semua menyambut gagap gempita, tetapi NU sebagai institusi belum tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kalau mau melanjutkan perjuangan Gus Dur, maka yang dilakukan adalah melakukan interpretasi, memperkaya gagasannya, tetapi yang lebih penting lagi adalah melakukan institusionalisasi dari ide-ide tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau institusionalisasi ini berhasil dilakukan, Gus Dur betul-betul masyaallah. Membangun institusi yang kompatible dengan gagasan kebangsaan, keislaman dan kemanusiaan, ini tidak mudah,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, membangun organisasi yang sehat merupakan sesuatu yang berat, ada pengaruh personal yang kuat, kewibawaan masih bersifat personal, kesetiaan pada pemimpin bukan karena idenya, tetapi karena wibawanya, kharismanya. Ketika tidak ada proses transformasi, maka organisasi tidak ada pernah kuat. Organisasi baru kuat kalau seluruh konstituen meleburkan keakuannya kedalam kekitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam masyarakat tradisional, “akunya” banyak yang gede. Ini menghambat terjadinya penguatan organisasi, NU ini terdiri dari “aku-aku” dan masing-masing independent,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ini bukan hal yang mustahil untuk dirubah, asal dengan keteladanan, ini adalah sebuah revolusi budaya agar bisa berhasil dimasa mendatang, karena kalau tidak organisasi akan selalu dalam posisi lemah diantara individu-individu. (mkf) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6179653632079646720?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6179653632079646720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/07/gus-dur-is-somebody-dipuja-dan-dibenci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6179653632079646720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6179653632079646720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/07/gus-dur-is-somebody-dipuja-dan-dibenci.html' title='Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TEcVc04FHXI/AAAAAAAAAQE/nGXNRqYdXSs/s72-c/Pemikiran+dan+Sikap+Gus+Dur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-5955906456209904039</id><published>2010-06-04T08:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T10:45:39.894-07:00</updated><title type='text'>AD/ART PMII</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TAk7nxIEhzI/AAAAAAAAAPU/WHHTUHEG2io/s1600/Lambang%2BPMII.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TAk7nxIEhzI/AAAAAAAAAPU/WHHTUHEG2io/s400/Lambang%2BPMII.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478975976061044530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient-7%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="address"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="Street"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (PMII)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;ANGGARAN DASAR&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;MUKADDIMAH :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Insyaf dan sadar bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan/perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan ideology negara dan falsafah bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sadar dan yakin bahwa Islam merupakan panduan bagi umat manusia yang kehadirannya memberikan rahmat sekalian alam. Suatu keharusan bagi umatnya mengejewantahkan nilai Islam dalam pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan masyarakat dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahwa keutuhan komitmen keisalaman dan keindonesiaan merupakan perwujudan kesadaran beragama dan berbangsa bagi setiap insan muslim &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan atas dasar itulah menjadi keharusan untuk mempertahankan bangsa dan negara dengan segala tekad dan kemampuan, baik secara perseorangan maupun bersama-sama.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa Islam &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; sebagai salah satu eksponen pembaharu bangsa dan pengemban misi intelektual berkewajiban dan bertanggung jawab mengemban komitmen keislaman dan keindonesiaan demi meningkatkan harkat dan martabat umat manusia dan membebaskan bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan baik spiritual maupun material dalam segala bentuk.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka atas berkat rahmat Allah SWT, dibentuklah Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia yang berhaluan Ahlussunnah wal-jamaah dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB I&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 1&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Organisasi ini bernama Pergerakan Mahasiswa Islam &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang disingkat PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. PMII didirikan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada tanggal 21 Syawal 1379 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 17 April 1960 M. dengan jangka waktu yang tidak terbatas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. PMII berpusat di Ibukota Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;BAB II&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;ASAS&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;PMII berasaskan Pancasila.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB III&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;SIFAT&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 3&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;PMII bersifat keagamaan, kemahasiswaan, kebangsaan, kemasyara-katan, independen, dan profesional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB IV&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;TUJUAN DAN USAHA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 4&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;TUJUAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terbentuknya pribadi muslim &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 5&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;USAHA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Menghimpun dan membina mahasiswa Islam sesuai dengan sifat dan tujuan PMII serta peraturan perundang-undangan dan paradigma PMII yang berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan asas dan tujuan PMII serta upaya mewujudkan pribadi insan ulul albab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB V&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;ANGGOTA DAN KADER&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 6&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Anggota PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Kader PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 7&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Struktur organisasi PMII terdiri dari :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Pengurus Besar (PB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Pengurus Koordinator Cabang (PKC).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Pengurus Cabang (PC).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Pengurus Komisariat (PK).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Pengurus Rayon (PR).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VII&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PERMUSYAWARATAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 8&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Permusyawaratan dalam organisasi terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Musyawarah Pimpinan Daerah(Muspimda).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Musyawarah Kerja Kordinator Cabang (Musker Korcab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Konferensi Cabang (Konfercab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Rapat Kerja Cabang (Rakercab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;10. Rapat Tahunan Komisariat (RTK).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;11. Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;12. Kongres Luar Biasa (KLB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;13. Konferensi Koorcab Luar Biasa (Konkorcab LB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;14. Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercab LB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;15. Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa (RTK LB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;16. Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa (RTARLB).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VIII&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;WADAH PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 9&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Wadah ini adalah badan otonom yang secara khusus menangani pengembangan dan pemberdayaan kader PMII dan isu perempuan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Selanjutnya pengertian otonom dijelaskan dalam bab penjelasan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB IX&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PERUBAHAN DAN PERALIHAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 10&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggaran Dasar ini dapat dirubah oleh kongres dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 suara yang hadir.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 11&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Apabila PMII terpaksa harus dibubarkan dengan keputusan kongres atau referendum yang khususnya diadakan untuk itu, maka hak milik dan kekayaan organisasi diserahkan kepada organisasi yang lain asas dan tujuannya tidak bertentangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Aggaran Rumah Tangga, serta peraturan peraturan organisasi lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh kongres dan berlaku sejak waktu dan tanggalnya ditetapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;**** * ****&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PENJELASAN ANGGARAN DASAR&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;UMUM&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;I. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai Hukum Dasar Organisasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggaran Dasar adalah hukum dasar yang tertulis, yaitu aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;II. Pokok Pikiran dalam Pembukaan&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Organisasi sebagai bagian dari bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mengakui adanya ideologi dan falsafah hidup bangsa yang terumuskan dalam pancasila.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai organisasi yang menganut nilai ke-Islaman, yang senantiasa menjadikan Islam sebagai panduan dan sekaligus menyebarkan dan mengejawantahkan kedalam pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahwa nilai ke-Indonesiaan dan ke-Islaman merupakan paduan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, maka kewajiban bagi setiap orang adalah mempertahankannya dengan segala tekad dan kemampuan, baik secara pribadi maupun bersama-sama.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai organisasi yang mengemban misi perubahan dan intelektual, Mahasiswa Islam wajib bertanggung jawab membebaskan bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dari keterbelakangan dan keterpurukan kepada kemajuan, kemakmuran dan keadilan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kewajiban dan tanggung jawab ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan Intelektual, menginspirasikan terbentuknya Pergerakan Mahasiswa Islam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sebagai Organisasi Mahasiswa Islam yang berhaluan Ahlussunah Wal Jamaah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PASAL DEMI PASAL&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 1-2&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 3&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Ke-Islaman adalah nilai-nilai Islam Ahlussunah Wal Jamaah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Kemahasiswaan adalah sifat-sifat yang dimiliki mahasiswa, yaitu idealisme, perubahan, komitmen, keperdulian sosial dan kecintaan kepada hal-hal yang bersifat positif.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Kebangsaan adalah nilai-nilai yang bersumber dari kultur, filosofi, sosiologi dan yuridis bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Kemasyarakatan adalah bersifat include dan menyatu dengan masyarakat dengan masyarakat. Bergerak dari dan untuk masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Independen adalah berdiri secara mandiri, tidak bergantung kepada pihak lain, baik secara perorangan maupun kelompok.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Profesional adalah distrubusi tugas dan wewenang sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan keilmuan masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 4&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 5&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(1) Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(2) Pribadi ulul albab adalah seseorang yang selalu haus akan ilmu, dengan senantiasa berdzikir kepada Allah, berkesadaran historis-primordial atas relasi Tuhan-manusia-alam, berjiwa optimis transendental sebagai kemampuan untuk mengatasi masalah kehidupan, berpikir dialektis, bersikap kritis dan bertindak transformatif.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 6-8&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 9&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud otonom adalah menangani persoalan khusus dalam hal ini persoalan perempuan di PMII dan isu perempuan secara umum dalam rangka mempercepat tercapainya keadilan gender di PMII dan masyarakat luas, bersifat hierarkis dan bertanggung jawab kepada pleno PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 10-11&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;**** * ****&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;BAB I&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;ATRIBUT&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 1&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Lambang PMII sebagaimana yang terdapat dalam Anggaran Rumah Tangga ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Lambang seperti tersebut pada ayat (1) di atas dipergunakan pada bendera, jaket, badge, vandel, logo PMII dan benda atau tempat-tempat dengan tujuan menunjukan identitas PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Bendera PMII adalah seperti yang terdapat dalam lampiran.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Mars PMII adalah seperti yang terdapat dalam lampiran Anggaran Rumah Tangga PMII. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB II&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;USAHA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Melakukan dan meningkatkan amar ma’ruf nahi munkar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Mempertinggi mutu ilmu pengetahuan Islam dan IPTEK.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Mrningkatkan kualitas kehidupan umat manusia dan umat Islam melalui kontekstualisasi pemikiran, pemahaman dan pengalaman ajaran agama Islam sesuai dengan perekembangan budaya masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Meningkatkan usaha-usaha dan kerjasama untuk kesejahteraan umat manusia, umat Islam dan mahasiswa serta usaha sosial kemasyarakatan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Mempererat hubungan dengan ulama dan umara demi terciptanya ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah..&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Memupuk dan meningkatkan semangat nasionalisme melalui upaya pemahaman, dan pengamalan pancasila secara kreatif dan bertanggung jawab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB III&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;KEANGGOTAAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN I&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;ANGGOTA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 3&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Anggota biasa adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Mahasiswa Islam yang tercatat sebagai mahasiswa pada suatu perguruan tinggi dan atau yang sederajat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Mahasiswa Islam yang telah menyelesaikan program studi pada perguruan tinggi dan atau yang sederajat atau telah mencapai gelar kesarjanaan S1, S2, atau S3 tetapi belum melampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Anggota yang belum melampaui usia 35 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Kader adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Telah dinyatakan berhasil menyelesaikan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan follow up-nya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Sebagai mana pada ayat (2) poin (a) baik yang menjadi pengurus Rayon dan seterusnya maupun yang telah menggeluti kajian-kajian, aktif melakukan advokasi di masyarakat maupun telah memasuki wilayah professional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN II&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PENERIMAAN ANGGOTA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 4&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penerimaan anggota dilakukan dengan cara :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Calon anggota mengajukan permintaan secara tertulis atau mengisi formulir untuk menjadi calon anggota PMII kepada Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Seseorang syah menjadi anggota PMII setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan mengucapkan bai’at persetujuan dalam suatu upacara pelantikan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Dalam hal-hal yang sangat diperlukan, Pengurus Cabang dapat mengambil kebijaksanaan lain yang jiwanya tidak menyimpang dari ayat (1) dan ayat (2) tersebut diatas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Apabila syarat-syarat yang tersebut dalam ayat 1 dan 2 di atas dipenuhi kepada anggota tersebut diberikan tanda anggota oleh Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 5&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jenjang Pengkaderan dilakukan dengan cara :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Calon kader mengajukan permintaan tertulis atau mengisi formulir PKD.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Seseorang telah syah menjadi kader apabila dinyatakan berhasil mengikuti PKD dan diikuti pernyataan bai’at persetujuan secara lisan dalam suatu upacara pelantikan kader yang dilakukan oleh Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN III&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;MASA KEANGGOTAAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 6&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Anggota berakhir masa keanggotaan :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Meninggal dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Atas permintaan sendiri secara tertulis yang disampaikan kepada Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Diberhentikan sebagai anggota, baik secara terhormat maupun secara tidak terhormat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Telah habis masa keanggotaan sebagai anggota biasa sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 1 ART ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Bentuk dan tata cara pemberhentian diatur dalam ketentuan tersendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Anggota yang telah habis masa keanggotaannya pada saat masih menjabat sebagai pengurus dapat diperpanjang masa keanggotaannya hingga berakhirnya masa kepengurusan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Anggota yang telah habis masa keanggotaannya disebut “Alumni PMII”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Hubungan PMII dan Alumni PMII adalah hubungan histories, kekeluargaan, kesetaraan dan kualitatif.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN V&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 7&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Hak Anggota:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggota berhak atas pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan, dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Kewajiban Anggota:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Membayar uang pangkal dan iuran pada setiap bulan yang besarnya ditentukan oleh Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Mematuhi AD/ART, NDP, Paradigma Gerakan serta produk hukum organisasi lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik agama Islam, Negara dan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 8&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Hak Kader :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Berhak memilih dan dipilih.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Berhak mendapat pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan, dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul-usul dan pertanyaan-pertanyaan secara lisan maupun secara tulisan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Kewajiban Kader :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Melakukan dinamisasi organisasi dan masyarakat melalui gerakan pemikiran dan rekayasa sosial secara sehat mulia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Membayar uang pangkal dan iuran pada setiap bulan yang besarnya ditentukan oleh Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Mematuhi dan menjalankan AD/ART, NDP, Paradigma Gerakan dan produk hukum organisasi lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik agama Islam, negara dan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN V&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PERANGKAPAN KEANGGOTAAN DAN JABATAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 9&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Anggota dan Kader tidak dapat merangkap dengan keanggotaan organisasi mahasiswa dan atau organisasi kemasyarakatan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Pengurus PMII tidak dapat merangkap sebagai pengurus partai politik dan atau sebagai calon legislatif, calon presiden, calon gubernur dan calon bupati/walikota.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Perangkapan keanggotaan dan atau jabatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan (2) di atas dikenakan sanksi pemberhentian keanggotaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN VI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PENGHARGAAN DAN SANKSI ORGANISASI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 10&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Penghargaan&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Penghargaan organisasi dapat diberikan kepada anggota yang berprestasi dan atau mengangkat citra dan mengharumkan nama organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Bentuk dan tata cara penganugrahan dan penghargaan di atur dalam ketentuan sendiri.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sanksi organisasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Sanksi organisasi dapat diberikan kepada anggota karena: Melanggar ketentuan AD/ART serta peraturan-peraturan PMII dan mencemarkan nama baik organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Sanksi yang diberikan pada anggota berbentuk scorsing dan pemberhentian keanggotaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Anggota yang diberi sanksi organisasi dapat mengajukan banding atau pembelaan dalam suatu mekanisme organisasi yang ditentukan (tetapi khusus untuk ayat tiga perlu dilanjutkan dalam pasal tambahan tentang mekanisme banding).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB IV&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;STRUKTUR ORGANISASI, SUSUNAN PENGURUS, TUGAS DAN WEWENANG&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN I&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 12&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Struktur organisasi PMII adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Pengurus Besar (PB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Pengurus Koordinator Cabang (PKC).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Pengurus Cabang (PC).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Pengurus Komisariat (PK).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Pengurus Rayon (PR).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAGIAN II&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;SUSUNAN, TUGAS, WEWENANG DAN PERSYARATAN PENGURUS&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 13&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pengurus Besar&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Pengurus besar adalah pimpinan tertinggi PMII pengemban amanat kongres dan badan eksekutif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Masa jabatan pengurus besar adalah 2 (dua) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Pengurus besar terdiri dari :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Ketua umum.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Ketua- ketua sebanyak 9 (sembilan) Orang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Sekretaris jenderal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Sekretaris-sekretaris sebanyak 9 (sembilan) orang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Bendahara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;f. Wakil bendahara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;g. Pengurus lembaga – lembaga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Ketua-ketua seperti yag dimaksud ayat 3 point b membidangi :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Pengkaderan dan pengembangan sumberdaya anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Organisasi, hubungan organisasi umum dan kelembagaan politik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Pengembangan Pemikiran dan IPTEK.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Pendayagunaan potensi organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Hubungan luar negeri dan kerjasama international.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;f. Pemberdayaan ekonomi dan kelompok professional.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;g. Komunikasi Organ Gerakan, Kepemudaan dan Perguruan Tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;h. Advokasi Kebijakan Publik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Ketua umum dipilih oleh Kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Ketua umum PB tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) periode.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Pengurus besar memiliki tugas dan wewenang :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Ketua umum memilih sekretaris jenderal dan menyusunan perangkat kepengurusan secara lengkap dibantu 6 orang Formatur yang dipilih kongres selambat lambatnya 3 x 24 jam pasca formatur terbentuk.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Pengurus besar berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang yang ditetepkan kongres, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan peraturan peraturan organisasi lainnya,serta memperhatikan nasehat,pertimbangan dan saran Mabinas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Pengurus besar berkewajiban mengesahkan susunan pengurus Koorcab dan Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Persyaratan Pengurus Besar adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKL.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Pernah aktif di kepengurusan Koorcab dan atau cabang minimal satu periode.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Mendapat rekomendasi dari cabang bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Membuat pernyataan bersedia aktif di PB secara tertulis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pasal 14&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengurus Koordinator Cabang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. PKC merupakan perwakilan PC di wilayah koordinasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Wilayah koordinasi PKC minimal satu Propinsi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. PKC dapat dibentuk manakala terdapat 2 cabang atau lebih dalam wilayah koordinasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. PKC berkedudukan di Ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Propinsi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Masa jabatan PKC adalah 2 (dua) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. PKC pengurusnya terdiri dari kader terbaik dari PC-PC dalam wilayah koordinasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. PKC terdiri dari: Ketua Umum, 3 Ketua, Sekretaris Umum, 3 Sekretaris, Bendahara dan 1 Wakil Bendahara serta Biro-Biro.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Bidang - Bidang PKC : Bidang Internal, Bidang Eksternal dan Bidang Keagamaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Bidang internal meliputi; Kaderisasi dan pengembangan sumber daya anggota, Pendayagunaan potensi dan kelembagaan organisasi, Kajian pengembangan intelektual dan eksplorai teknologi, serta Pemberdayaan ekonomi dan kelompok profesional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Bidang ekternal meliputi; Hubungan dan komunikasi pemerintah dan kebijakan public, Organisasi gerakan kepemudaan dan perguruan tinggi, Hubungan lintas agama dan komunikasi informasi, Hubungan dan kerja sama LSM, serta Advokasi, HAM dan lingkungan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. Ketua umum PKC dipilih oleh Konferensi Koorcab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12. Ketua umum memilih Sekretaris Umum dan menyusun PKC selengkapnya, dibantu 6 (enam) orang formatur yang dipilih oleh Konkorcab dalam waktu selambatnya 3×24 jam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;13. PKC baru syah setelah mendapat pengesahan dari PB PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;14. Ketua Umum PKC tidak dapat dipilih kembali lebih dari satu Periode.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;15. Ketua Umum KOPRI Wilayah merupakan anggota pleno PKC dan berhubungan koordinatif dengan Ketua Umum PKC dengan garis terputus-putus.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;16. Persyaratan Pengurus Koorcab :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKL.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Pernah aktif di kepengurusan cabang minimal satu periode.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Mendapat rekomendasi dari cabang bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus Koorcab secara tertulis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;17. PKC memiliki tugas dan wewenang:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. PKC melaksanakan dan mengembangkan kebijaksanaan tentang berbagai masalah organisasi di lingkungan koordinasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. PKC berkewajiban melaksanakan AD /ART, keputusan kongres, keputusan Konkorcab, peraturan peraturan organisasi dan memperhatikan nasehat serta saran saran Mabinas/Mabinda&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. PKC berkewajiban menyampaikan laporan kepada PB PMII 6 (enam) bulan sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Pelaporan yang disampaikan PKC meliputi, perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan ekternal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Mekanisme pelaporan lebih lanjut akan ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 15&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pengurus Cabang&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Cabang dapat dibentuk di kabupaten / &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di daerah yang ada perguruan tinggi dengan persetujuan dan rekomendasi dari PKC dan atau cabang terdekat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Cabang dapat dibentuk apabila sekurang kurangnya ada 2 (dua) komisariat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Dalam keadaan dimana ayat (2) di atas tidak dapat dilaksanakan cabang dapat dibentuk apabila telah mencapai 50 (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; puluh) anggota dan kecuali pada daerah yang mayoritas non muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Masa jabatan PC adalah satu tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Cabang dapat digugurkan statusnya apabila tidak dapat memenuhi klasifikasi dan kriteria yang ditetapkan oleh PB yang menyangkut standar Program Minimum :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Sekurang-kurangnya dalam jangka waktu satu tahun menyelenggarakan Mapaba dan pelatihan kader formal.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Sekurangnya dalam jangka satu setengah tahun menyelenggarakan Konfercab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Cabang dan Pengurus Cabang dapat dianggap sah apabila telah mendapat pengesahan dari PB melalui Rekomendasi PKC.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Apabila Cabang yang belum Ada PKCnya maka PC dapat memintakan pengesahan langsung dari PB.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. PC terdiri dari: Ketua umum, Ketua bidang Internal, Ketua bidang Eksternal, Ketua bidang Keagamaan, Sekretaris Umum dan Sekretaris internal, Sekretaris eksternal dan Sekretaris keagamaan, Bendahara dan Wakil bendahara, dan Departemen-departemen.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Bidang internal meliputi; Kaderisasi dan pengembangan sumber daya anggota, Pendayagunaan potensi dan kelembagaan organisasi, Kajian pengembangan intelektual dan eksplorasi teknologi, dan Pemberdayaan ekonomi dan kelompok profesional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Bidang eksternal meliputi; Hubungan dan komunikasi pemerintah dan kebijakan public, Organ gerakan kepemudaan dan perguruan tinggi, Hubungan lintas agama dan komunikasi informasi, Hubungan dan kerja sama LSM, dan Advokasi, HAM dan Lingkungan Hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. Bila dipandang perlu PC dapat membentuk kelompok minat, profesi, hobi dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12. Ketua Umum dipilih oleh Konferensi Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13. Ketua Umum memilih sekretaris Umum dan menyusun PC selengkap-lengkapnya dibantu 6 (enam) orang formatur yang dipilih konfercab dalam waktu selambat lambatnya 3 x 24 jam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14. Ketua Umum cabang tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) periode.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15. Pengurus cabang memiliki tugas dan wewenang :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Menjalankan keputusan AD/ART kongres, keputusan Muspimnas, keputusan Konfercab dan memperhatikan nasehat, pertimbangan dan saran Mabincab&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Menyampaikan pemberitahuan kepengurusan dan kegiatan kepada PKC serta kepada PB secara periodik empat bulan sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Pemberitahuan yang disampaikan kepada PKC meliputi; perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan eksternal.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Mekanisme pemberitahuan lebih lanjut akan ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15. Persyaratan Pengurus Cabang :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKD.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Pernah aktif di kepengurusan Komisariat atau Rayon minimal satu periode.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Mendapat rekomendasi dari komisariat atau Rayon bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus cabang secara tertulis.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16. Ketua KOPRI cabang merupakan anggota pleno cabang sehingga berhubungan koordinatif dengan Ketua Umum Cabang (dengan garis koordinasi putus-putus).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 16&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pengurus Komisariat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Komisariat dapat dibentuk disetiap perguruan tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Komisariat dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya telah ada 2 (dua) rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Dalam keadaan dimana ayat 2 di atas tidak dapat dilaksanakan komisariat dapat dibentuk apabila sekurang kurangnya 25 (dua puluh &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;) orang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Komisariat dan PK dapat dianggap sah setelah mendapatkan pengesahan dari PC.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Masa   Jabatan PK&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; adalah satu tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. PK merupakan perwakilan Rayon di wilayah koordinasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. PK terdiri dari ketua, wakil ketua, bidang internal, bidang eksternal, bidang kajian gender dan emansipasi perempuan, sekretaris dan wakil sekretaris, serta bendahara dan wakil bendahara.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Bidang internal meliputi; Kaderisasi dan pembinaan sumber daya anggota, Pendayagunaan potensi organisasi aparatur dan kelembagaan, serta Kajian intelektual.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Bidang eksternal meliputi; Komunikasi dengan pihak instansi kampus di wilayahnya, dan Organ gerakan di kampus.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Departemen-departemen dalam PK dapat mengacu lembaga yang terdapat pada PB PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. Konsentrasi penuh PK semata-mata adalah melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada Rayon-rayon di bawah koordinasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12. Ketua PK dipilih oleh RTK.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13. Ketua memilih sekretaris dan menyusun PK selengkapnya, dibantu 3 (tiga) orang formatur yang dipilih oleh RTK dalam waktu selambatnya 3×24 jam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14. Ketua PK tidak dapat dipilih kembali lebih dari satu periode PK .&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15. Persyaratan Pengurus Komisariat :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKD.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Pernah aktif di kepengurusan rayon minimal satu periode.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Mendapat rekomendasi dari rayon bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus PK secara tertulis.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16. PK memiliki tugas dan wewenang :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Melaksanakan keputusan Kongres, Keputusan Muspimnas, dan Muspimda serta keputusan RTK.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Melakukan pendampinagan dan pemberdayaan terhadap Rayon sepenuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Menyampaikan pemberitahuan kepengurusan dan aktivitas kepada kepada PC secara periodik empat bulan sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Pemberitahuan yang disampaikan PK meliputi, perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan ekternal.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;e. Mekanisme pemberitahuan lebih lanjut akan ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 17&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pengurus Rayon&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Rayon dapat dibentuk di setiap fakultas dan atau jurusan atau setingkatnya apabila terdapat sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Rayon sudah dapat dibentuk ditempat yang dianggap perlu oleh PK apabila telah memiliki sekurang kurangnya 10 (sepuluh) anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Pengurus Rayon dianggap sah apabila telah mendapat pengesahan dari PC.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Masa Jabatan PR satu tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Ketua Rayon dipilih oleh RTAR.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. PR terdiri dari: Ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara dan beberapa departemen yang disesuaikan dengan studi minat, hobby, profesi, kesejahteraan, bakti kemasyarakatan dan keagamaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Persyaratan Pengurus Rayon :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKD dan atau Mapaba.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Mendaat rekomendasi dari rayon bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus rayon secara tertulis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. PR memiliki tugas dan wewenang.:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. PR berkewajiban melaksanakan AD/ART, keputusan kongres dan RTAR.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. PR berkewajiban menyampaikan laporan kepada PK dengan tembusan kepada PC secara periodik.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Pelaporan yang disampaikan PR kepada PK meliputi, perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan ekternal&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Mekanisme pelaporan lebih lanjut akan ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB V&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;LEMBAGA - LEMBAGA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 18&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Lembaga adalah badan yang dibentuk dan hanya berada ditingkat PB berfungsi sebagai laboratorium dan pengembangan sesuai dengan bidangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Lembaga lembaga tersebut terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Lembaga Pengembangan Kaderisasi dan Pelatihan (LPKP).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LITBANG).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi dan Kewiraswastaan (LPEK).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Lembaga Kebijakan Publik dan Otonomi Daerah (LKPOD).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;f. Lembaga Kajian Masalah Internasional (LKMI).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;g. Lembaga Kajian Sosial Budaya (LKSB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;h. Lembaga Sains dan Teknologi Informasi (LSTI).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;i. Lembaga Pers, Penerbitan dan Jurnalistik (LP2J).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;j. Lembaga Bantuan Hukum (LBH).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;k. Lembaga Study Advokasi Buruh, Tani dan Nelayan (LSATN).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Lembaga berstatus semi otonom di bawah koordinasi dan bertanggung jawab kepada PB.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Lembaga tidak punya struktur hierarkhi ke bawah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Lembaga sekurang kurangnya terdiri dari: ketua, sekretaris dan bendahara.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Kedudukan lembaga ditentukan oleh PB setelah mendapat persetujuan PC di tempat lembaga akan didudukkan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Pedoman dan tata kerja lembaga disusun oleh lembaga masing masing dengan mengacu pada ketentuan atau kebijaksanaan yang ditetapkan PB.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Kebijaksanaan tentang tata kerja, pola koordinasi dan mekanisme organisasi lembaga-lembaga akan diatur kemudian dalam ketentuan tersendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PENGISIAN LOWONGAN JABATAN ANTAR WAKTU&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 19&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Apabila terjadi lowongan jabatan antar waktu, maka lowongan tersebut diisi oleh anggota pengurus yang berada dalam urutan langsung di bawahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Apabila ketua Umum PB, PKC, PC, PK, PR berhenti atau mengundurkan diri maka jabatannya digantikan oleh :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Apabila Ketua Umum PB jabatan digantikan Ketua Bidang Pengkaderan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Apabila Ketua Umum PKC jabatan digantikan Ketua Bidang Internal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Apabila ketua Umum PC Jabatan digantikan Ketua Bidang Internal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Apabila Ketua PK&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; digantikan wakil ketua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Apabila Ketua PR digantikan wakil Ketua.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Dalam kondisi dimana tidak dapat dilakukan pengisian lowongan jabatan antar waktu, maka lowongan jabatan dapat diisi oleh anggota pengurus lainnya berdasarkan keputusan rapat pengurus harian yang khusus diadakan untuk itu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VII&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;KUOTA KEPENGURUSAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 20&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Kepengurusan disetiap tingkat harus menempatkan anggota perempuan minimal 1/3 keseluruhan anggota pengurus.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Setiap kegiatan PMII harus menempatkan anggota perempuan minimal 1/3 dari keseluruhan anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VIII&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PEMBERDAYAAN PEREMPUAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 21&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Pemberdayaan Perempuan PMII diwujudkan dengan pembentukan wadah perempuan yaitu KOPRI (Korp PMII Putri).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Wadah Perempuan tersebut diatas selanjutnya diataur dalam Peraturan Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB IX&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;WADAH PEREMPUAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 22&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Wadah perempuan bernama KOPRI.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. KOPRI adalah wadah perempuan yang didirikan oleh kader-kader Putri PMII melalui Kelompok Kerja sebagai keputusan Kongres PMII XIV.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. KOPRI didirikan pada 29 September 2003 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dan merupakan kelanjutan sejarah dari KOPRI yang didirikan pada 26 November 1967.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. KOPRI bersifat otonom dalam hubungannya dengan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Struktur KOPRI terdiri dari :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;PB KOPRI&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;PKC KOPRI&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;PC KOPRI&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Kelengkapan KOPRI diatur kemudian dalam AD/ART dan Kongres PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB X&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;MAJELIS PEMBINA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 23&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Majelis pembina adalah badan yang terdapat ditingkat organisasi PB, Koorcab dan Cabang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Majelis pembina ditingkat PB disebut Mabinas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Majelis Pembina ditingkat Koorcab disebut Mabinda&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Majelis pembina tingkat cabang disebut Mabincab&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pasal 24&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Tugas dan fungsi Majelis Pembina :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Memberikan nasehat, gagasan pengembangan dan saran kepada pengurus PMII baik diminta maupun tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Membina dan mengembangkan secara informal kader kader PMII dibidang Intelektual dan profesi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Susunan Majelis pembina terdiri dari tujuh Orang yakni:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Satu orang ketua merangkap anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Satu orang sekretaris merangkap Anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang Anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Kenggotaan Majelis dipilih dan ditetapkan pengurus di tingkat masing- masing.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XI&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PERMUSYAWARATAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 25&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Musyawarah dalam organisasi PMII terdiri dari dari :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Musyarah Kerja Nasional (Muskernas).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;f. Musyawarah Kerja Koordinator Cabang (Musker Korcab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;g. Konferensi Cabang (Konfercab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;h. Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspincab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;i. Rapat Kerja Cabang (Rakercab).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;j. Rapat Tahunan Komisariat (RTK).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;k. Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;l. Kongres Luar Biasa (KLB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;m. Konferensi Koorcab Luar Biasa (Konkorcab LB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;n. Konferensi Cabang Luar Biasa(Konfercab LB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;o. Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa(RTK LB).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;p. Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa(RTAR LB).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 26&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Kongres&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Kongres merupakan forum musyawarah tertinggi dalam organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Kongres dihadiri oleh utusan cabang dan peninjau.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Kongres diadakan tiap dua tahun sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Kongres syah apabila dihadiri oleh sekurangnya separuh lebih satu dari jumlah cabang yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Kongres memiliki kewenangan:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Menetapkan/merubah AD/ART PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Menetapkan dan merubah NDP PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Menetapkan paradigma gerakan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Menetapkan strategi pengembangan PMII&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. Menetapkan kebijakan umum dan GBHO.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;f. Menetapkan sistem pengkaderan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;g. Menetapkan Ketua Umum dan Tim Formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;h. Memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PB PMII dan formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;i. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 27&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Musyawarah Pimpinan Nasional&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Muspim adalah forum tertinggi atau institusi tertinggi setelah kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Muspim dihadiri oleh semua Pengurus Besar, PB KOPRI dan Ketua Umum PKC, PKC KOPRI dan Ketua Umum PC serta PC KOPRI.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Muspimnas diadakan paling sedikit satu kali dalam satu periode kepengurusan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Muspimnas menghasilkan ketetapan organisasi dan &lt;st1:place st="on"&gt;PO&lt;/st1:place&gt; (Peraturan Organisasi).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Muspimnas membentuk Badan Pekerja Kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 28&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Musyawarah Kerja Nasional&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Mukernas dilaksanakan oleh PB PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Mukernas dilaksanakan setidaknya satu kali atau lebih selama satu periode.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Peserta Mukernas adalah Pengurus Harian PB dan lembaga-lembaga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Mukernas memiliki kewenangan: membuat dan menetapkan action plan berdasarkan program kerja yang diputuskan di Kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 29&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Konferensi Koorcab&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Dihadiri oleh utusan cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Dapat berlangsung apabila dihadiri oleh 2/3 dari jumlah cabang yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Diadakan setiap 2 tahun sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Konferkoorcab memiliki wewenang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Menyusun program kerja koorcab dalam rangka pelaksanaan program dan kebijakan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Menilai laporan pertanggung jawaban PKC dan PKC KOPRI.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Memilih ketua umum koorcab dan tim formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PKC PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 30&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Musyawarah Pimpinan Daerah&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Musyawarah Pimpinan Daerah adalah forum tertinggi atau institusi tertinggi setelah Konferkoorcab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Musyawarah Pimpinan Daerah dihadiri semua PKC, PKC KOPRI dan Ketua Umum PC dan PC KOPRI yang berada dalam wilayah koordinasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Musyawarah Pimpinan daerah diadakan paling sedikit enam bulan sekali, sebelum pelaksanaan Muspimnas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Musyawarah Pimpinan Daerah memiliki kewenangan:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Menetapkan dan merubah peraturan organisasi yang mengikat kondisi lokal, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Evaluasi program selama satu semester baik bidang internal maupun eksternal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Mengesahkan laporan organisasi dari berbagai wilayah koordinasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 31&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Musyawarah Kerja Koorcab&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Musker Koorcab dilaksanakan oleh PKC paling sedikit satu kali dalam masa kepengurusan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Muker Koorcab berwenang merumusken action plan berdasarkan program kerja yang diputuskan di konkorcab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 32&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Konferensi Cabang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Konfercab adalah forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Konferensi dihadiri oleh utusan komisariat dan rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Apabila cabang dibentuk berdasarkan ART pasal 15 ayat 3 maka konfercab dihadiri oleh setengah anggota yang ada ditambah satu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Konfercab dianggap sah apabila dihadiri oleh 2/3 peserta atau suara yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Konfercab diadakan satu tahun sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Konfercab memiliki wewenang.:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Menyusun program kerja cabang dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Menilai Laporan Pertannggung jawaban pengurus PC dan PC KOPRI.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Memilih ketua umum dan formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;d. Memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PC PMII dan formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 33&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Musyawarah Pimpinan Cabang&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Musyawarah Pimpinan Cabang adalah forum tertinggi atau institusi tertinggi setelah konfercab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Musyawarah Pimpinan Cabang dihadiri semua PC dan &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Ketua Umum PK&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; dan Ketua Umum Rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Musyawarah Pimpinan Cabang diadakan paling sedikit empat bulan sekali, sebelum pelaksanaan Muspimda.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Musyawarah Pimpinan Cabang memiliki kewenangan:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Menetapkan dan merubah peraturan organisasi yang menyangkut kondisi lokal, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Evaluasi program Pengurus Cabang selama catur wulan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Mengesahkan laporan organisasi dari PK dan Pengurus Rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 34&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Rapat Kerja Cabang&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Menyusun dan menetapkan action plan selama satu periode berdasarkan hasil dari Konfercab.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Rakercab dilaksanakan PC.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Peserta Mukercab adalah seluruh pengurus harian dan badan-badan di lingkungan PC.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 35&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Rapat Tahunan Komisariat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. RTK adalah forum musyawarah tertinggi di tingkat komisariat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. RTK dihadiri oleh utusan-utusan rayon-rayon&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Apabila Komisariat dibentuk berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam pasal 16 ayat 3 maka RTK dihadiri oleh anggota komisariat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. RTK berlangsung dan dianggap sah apabila dihadiri minimal 2/3 rayon yang sah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. RTK diadakan satu tahun sekali&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. RTK memiliki wewenang :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Menyusun program kerja komisariat dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;b. Menilai Laporan Pertanggungjawaban pengurus komisariat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;c. Memilih ketua komisariat dan tim formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 36&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Rapat Tahunan Anggota Rayon&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. RTAR dihadiri oleh Pengurus Rayon dan anggota PMII dilingkungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Diadakan setahun sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Dapat berlangsung dan dianggap sah apabila dihadiri minimal 2/3 jumlah anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Menyusun program kerja rayon dalam rangka penjabaran program dan pelaksanaan program umum dan kebijakan PMII.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Menilai laporan kegiatan pengurus rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Memilih ketua dan tim formatur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Setiap satu anggota mempunyai satu suara.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 37&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. KLB merupakan forum yang setingkat dengan Kongres.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. KLB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Besar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. KLB diadakan atas usulan 2/3+1 dari jumlah cabang yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Sebelum diadakan KLB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam point 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan PB diambil alih oleh Majelis Pembina Nasional (Mabinas), yang kemudian membentuk panitia KLB yang terdiri dari unsur Mabinas dan cabang-cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 38&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Konferensi Koordinator Cabang Luar Biasa (Konkoorcab-LB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Konkorcab-LB merupakan forum yang setingkat dengan Konkoorcab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Konkoorcab-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Koordinator Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Konkoorcab-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah cabang yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Sebelum diadakan Konkoorcab-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Korcab didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Besar, yang kemudian membentuk panitia Konkoorcab-LB yang terdiri dari unsur PB dan cabang-cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 39&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Konferensi Cabang Luar Biasa (Konpercab- LB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Konpercab-LB merupakan forum yang setingkat dengan Konpercab.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Konpercab-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Ketentuan pelanggaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Konpercab-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah komisariat yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Sebelum diadakan Konpercab-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Cabang didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Besar, yang kemudian membentuk panitia Konpercab-LB yang terdiri dari unsur Pengurus Korcab dan Komisariat-komisariat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 40&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa (RTK-LB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. RTK-LB merupakan forum yang setingkat dengan RTK.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. RTK-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Komisariat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. RTK-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah Rayon yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi. Sebelum diadakan RTK-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Komisariat didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Cabang, yang kemudian membentuk panitia RTK-LB yang terdiri dari unsur Pengurus Cabang danRayon-Rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 41&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa (RTAR-LB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. RTAR-LB merupakan forum yang setingkat dengan RTAR.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. RTAR-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. RTAR-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Sebelum diadakan RTAR-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Rayon didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Cabang, yang kemudian membentuk panitia RTK-LB yang terdiri dari unsur Pengurus Komiasriat dan anggota Rayon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 42&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Penghitungan Anggota&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Setiap anggota dianggap mempunyai bobot manakala telah ditetapkan oleh PB berdasarkan pelaporan organisasi yang disampaikan PKC dan PC.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Ketentuan pelaporan anggota akan ditentukan dalam peraturan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 43&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Quorum dan Pengambilan Keputusan&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Musyawarah, konferensi dan rapat-rapat seperti tersebut dalam pasal 25 ART ini adalah sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah peserta.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Pengambilan keputusan pada dasarnya diusahakan sejauh mungkin secara musyawarah untuk mufakat dan apabila hal ini tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Keputusan mengenai pemilihan seseorang dilaksanakan secara bebas dan rahasia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Dalam hal pemilihan terdapat suara yang seimbang, maka pemilihan diulang kembali. Manakala dalam pemilihan kedua masih terdapat suara yang sama, maka akan ditentukan dengan mekanisme undi (qur’ah) yang dipimpin pimpinan sidang dengan asas musyawarah dan kekeluargaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PERUBAHAN DAN PERALIHAN&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 44&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Perubahan&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Perubahan ART ini hanya dapat dilakukan oleh Kongres dan Referendum yang khusus diadakan untuk itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Keputusan ART baru sah apabila disetujui oleh 2/3 jumlah cabang yang sah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 45&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Peralihan&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Apabila segala badan-badan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh ART ini belum terbentuk, maka ketentuan lama akan tetap berlaku sejauh tidak bertentangan dengan ART ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Untuk melaksanakan perubahan organisasi harus dibentuk penitia pembubaran, guna menyelesaikan segala sesuatu diseluruh jajaran organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Kekayaan PMII setelah pembubaran diserahkan kepada organisasi yang seas as dan setujuan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XII&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PENUTUP&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 46&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini akan ditetapkan oleh PB dalam peraturan Organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. ART ini ditetapkan oleh Kongres sejak tanggal ditetapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;**** * ****&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PENJELASAN ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;PASAL DEMI PASAL&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 1 sampai dengan pasal 9 cukup jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;pasal 10&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Berjasa kepada organisasi adalah perhatian dan kontribusi kepada organisasi yang dilakukan secara intensif dan berulang-ulang dan/atau telah turut serta menyelamatkan organisasi dalam keadaan dan situasi tertentu dan/atau telah membantu memajukan, mengharumkan dan menyebar-luaskan nama baik organisasi kepada masyarakat dan dunia internasional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk sertifikat, cinderamata, bintang kehormatan dan medali.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;pasal 11&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Non-aktif adalah pemberhentian sementara status pengurus atau anggota yang disebabkan karena berstatus sebagai pelanggar. Pengurus dan anggota yang berada dalam status non-aktif dilarang melakukan kegiatan dan/atau mengatas namakan organisasi dalam keadaan dan situasi apapun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;pasal 12-35&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Cukup Jelas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;pasal 36&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;e. (Mekanisme KLB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penandatanganan petisi dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Bila telah terkumpul tanda tangan PC sekurang-kurangnya 50% + 1, selanjutnya dikirm utusan untuk menyampaikan petisi tersebut kepada Mabinas&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Mabinas diwajibkan untuk melakukan verifikasi tentang keabsahan petisi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Apabila petisi tersebut dinyatakan valid, Mabinas wajib membentuk kepanitiaan yang terdiri dari unsur Mabinas dan Pengurus Cabang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;- Selanjutnya Panitia mengagendakan waktu pelaksanaan dan mengundang PC untuk mengadakan KLB.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-5955906456209904039?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/5955906456209904039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/06/adart-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/5955906456209904039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/5955906456209904039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/06/adart-pmii.html' title='AD/ART PMII'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TAk7nxIEhzI/AAAAAAAAAPU/WHHTUHEG2io/s72-c/Lambang%2BPMII.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-28453556390424798</id><published>2010-05-12T02:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T02:28:19.309-07:00</updated><title type='text'>Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://www.nu.or.id/tfiles/Image/news/id/news81195710526.jpg" width="100" align="left" border="0" /&gt;              &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah  Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan  agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;2. Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa"  sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang  Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan  tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;3. Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam  adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah  dan hubungan antara manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila  merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan  syariat agamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;5. Sebagai kondisi dari sikap di atas,  NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan  pengamalannya yang murni dan konsekwen oleh semua &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;pihak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Situbondo,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;16 Rabiul Awwal 1404 H /  21 Desember 1983 M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;p align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;*Ket: Teks asli ditulis dalam bahasa  Indonesia dengan huruf Arab Pegon&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-28453556390424798?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/28453556390424798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/05/deklarasi-tentang-hubungan-pancasila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/28453556390424798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/28453556390424798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/05/deklarasi-tentang-hubungan-pancasila.html' title='Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-2222544435082162616</id><published>2010-05-12T01:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T02:16:09.287-07:00</updated><title type='text'>Bahtsul Masail tentang Hukum Merokok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S-pxjVkFHtI/AAAAAAAAAPE/PnbWiGQTDj8/s1600/rokok.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 316px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S-pxjVkFHtI/AAAAAAAAAPE/PnbWiGQTDj8/s400/rokok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470309549292723922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="contentBerita"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sejak awal abad XI Hijriyah atau sekitar empat ratus tahun yang lalu,  rokok dikenal dan membudaya di berbagai belahan dunia Islam. Sejak  itulah sampai sekarang hukum rokok gencar dibahas oleh para ulama di  berbagai negeri, baik secara kolektif maupun pribadi. Perbedaan pendapat  di antara mereka mengenai hukum rokok tidak dapat dihindari dan  berakhir kontroversi. Itulah keragaman pendapat yang merupakan  fatwa-fatwa yang selama ini telah banyak terbukukan. Sebagian di antara  mereka menfatwakan mubah alias boleh, sebagian berfatwa makruh,  sedangkan sebagian lainnya lebih cenderung menfatwakan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dan di negeri ini yang masih dilanda krisis ekonomi,  pembicaraan hukum rokok mencuat dan menghangat kembali. Pendapat yang  bermunculan selama ini tidak jauh berbeda dengan apa yang telah terjadi,  yakni tetap menjadi kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kontroversi Hukum Merokok&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seandainya muncul fatwa, bahwa korupsi itu hukumnya haram berat karena  termasuk tindak sariqah (pencurian), maka semua orang akan sependapat  termasuk koruptor itu sendiri. Akan tetapi persoalannya akan lain ketika  merokok itu dihukumi haram. Akan muncul pro dari pihak tertentu dan  muncul pula kontra serta penolakan dari pihak-pihak yang tidak sepaham.  Dalam tinjauan fiqh terdapat beberapa kemungkinan pendapat dengan  berbagai argumen yang bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya terdapat nash bersifat umum yang menjadi patokan hukum,  yakni larangan melakukan segala sesuatu yang dapat membawa kerusakan,  kemudaratan atau kemafsadatan sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur'an  dan As-Sunnah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى  التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. البقرة:  195&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan  berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang  berbuat baik&lt;/em&gt;. (Al-Baqarah: 195)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;As-Sunnah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ ضَرَرَ وَلاَ  ضِرَارَ. رواه ابن ماجه, الرقم: 2331&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Dari Ibnu 'Abbas ra, ia berkata ; Rasulullah SAW. bersabda: &lt;em&gt;Tidak  boleh berbuat kemudaratan (pada diri sendiri), dan tidak boleh berbuat  kemudaratan (pada diri orang lain)&lt;/em&gt;. (HR. Ibnu Majah, No.2331)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bertolak dari dua nash di atas, ulama' sepakat mengenai segala sesuatu  yang membawa mudarat adalah haram. Akan tetapi yang menjadi persoalan  adalah apakah merokok itu membawa mudarat ataukah tidak, dan terdapat  pula manfaat ataukah tidak. Dalam hal ini tercetus persepsi yang berbeda  dalam meneliti dan mencermati substansi rokok dari aspek kemaslahatan  dan kemafsadatan. Perbedaan persepsi ini merupakan babak baru munculnya  beberapa pendapat mengenai hukum merokok dengan berbagai argumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya semua sepakat, bahwa merokok tidak membawa mudarat atau  membawa mudarat tetapi relatif kecil, maka semua akan sepakat dengan  hukum mubah atau makruh. Demikian pula seandainya semuanya sepakat,  bahwa merokok membawa mudarat besar, maka akan sepakat pula dengan hukum  haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pendapat itu serta argumennya dapat diklasifikasikan menjadi  tiga macam hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama ; hukum merokok adalah mubah atau boleh karena rokok dipandang  tidak membawa mudarat. Secara tegas dapat dinyatakan, bahwa hakikat  rokok bukanlah benda yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ; hukum merokok adalah makruh karena rokok membawa mudarat relatif  kecil yang tidak signifikan untuk dijadikan dasar hukum haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; hukum merokok adalah haram karena rokok secara mutlak dipandang  membawa banyak mudarat. Berdasarkan informasi mengenai hasil penelitian  medis, bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dalam,  seperti kanker, paru-paru, jantung dan lainnya setelah sekian lama  membiasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pendapat di atas dapat berlaku secara general, dalam arti mubah,  makruh dan haram itu bagi siapa pun orangnya. Namun bisa jadi tiga macam  hukum tersebut berlaku secara personal, dengan pengertian setiap person  akan terkena hukum yang berbeda sesuai dengan apa yang diakibatkannya,  baik terkait kondisi personnya atau kwantitas yang dikonsumsinya. Tiga  tingkatan hukum merokok tersebut, baik bersifat general maupun personal  terangkum dalam paparan panjang 'Abdur Rahman ibn Muhammad ibn Husain  ibn 'Umar Ba'alawiy di dalam &lt;em&gt;Bughyatul Mustarsyidin &lt;/em&gt;(hal.260)  yang sepotong teksnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لم يرد في التنباك حديث عنه ولا أثر عن  أحد من السلف، ....... والذي يظهر أنه إن عرض له ما يحرمه بالنسبة لمن يضره  في عقله أو بدنه فحرام، كما يحرم العسل على المحرور والطين لمن يضره، وقد  يعرض له ما يبيحه بل يصيره مسنوناً، كما إذا استعمل للتداوي بقول ثقة أو  تجربة نفسه بأنه دواء للعلة التي شرب لها، كالتداوي بالنجاسة غير صرف  الخمر، وحيث خلا عن تلك العوارض فهو مكروه، إذ الخلاف القوي في الحرمة يفيد  الكراهة&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tidak ada hadits mengenai tembakau dan tidak ada atsar (ucapan dan  tindakan) dari seorang pun di antara para shahabat Nabi SAW. … Jelasnya,  jika terdapat unsur-unsur yang membawa mudarat bagi seseorang pada akal  atau badannya, maka hukumnya adalah haram sebagaimana madu itu haram  bagi orang yang sedang sakit demam, dan lumpur itu haram bila membawa  mudarat bagi seseorang. Namun kadangkala terdapat unsur-unsur yang mubah  tetapi berubah menjadi sunnah sebagaimana bila sesuatu yang mubah itu  dimaksudkan untuk pengobatan berdasarkan keterangan terpercaya atau  pengalaman dirinya bahwa sesuatu itu dapat menjadi obat untuk penyakit  yang diderita sebagaimana berobat dengan benda najis selain khamr.  Sekiranya terbebas dari unsur-unsur haram dan mubah, maka hukumnya  makruh karena bila terdapat unsur-unsur yang bertolak belakang dengan  unsur-unsur haram itu dapat difahami makruh hukumnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Senada dengan sepotong paparan di atas, apa yang telah diuraikan oleh  Mahmud Syaltut di dalam &lt;em&gt;Al-Fatawa&lt;/em&gt; (hal.383-384) dengan  sepenggal teks sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;إن التبغ ..... فحكم بعضهم بحله  نظرا إلى أنه ليس مسكرا ولا من شأنه أن يسكر ونظرا إلى أنه ليس ضارا لكل من  يتناوله, والأصل في مثله أن يكون حلالا ولكن تطرأ فيه الحرمة بالنسبة فقط  لمن يضره ويتأثر به. .... وحكم بعض أخر بحرمته أوكراهته نظرا إلى ما عرف  عنه من أنه يحدث ضعفا فى صحة شاربه يفقده شهوة الطعام ويعرض أجهزته الحيوية  أو أكثرها للخلل والإضطراب.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tentang tembakau … sebagian ulama menghukumi halal karena memandang  bahwasanya tembakau tidaklah memabukkan, dan hakikatnya bukanlah benda  yang memabukkan, disamping itu juga tidak membawa mudarat bagi setiap  orang yang mengkonsumsi. ...Pada dasarnya semisal tembakau adalah halal,  tetapi bisa jadi haram bagi orang yang memungkinkan terkena mudarat dan  dampak negatifnya. Sedangkan sebagian ulama' lainnya menghukumi haram  atau makruh karena memandang tembakau dapat mengurangi kesehatan, nafsu  makan, dan menyebabkan organ-organ penting terjadi infeksi serta kurang  stabil.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Demikian pula apa yang telah dijelaskan oleh Prof Dr Wahbah Az-Zuhailiy  di dalam &lt;em&gt;Al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh &lt;/em&gt;(Cet. III, Jilid 6,  hal. 166-167) dengan sepotong teks, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;القهوة والدخان: سئل صاحب العباب  الشافعي عن القهوة، فأجاب: للوسائل حكم المقاصد فإن قصدت للإعانة على قربة  كانت قربة أو مباح فمباحة أو مكروه فمكروهة أو حرام فمحرمة وأيده بعض  الحنابلة على هذا التفضيل. وقال الشيخ مرعي بن يوسف الحنبلي صاحب غاية  المنتهى: ويتجه حل شرب الدخان والقهوة والأولى لكل ذي مروءة تركهما&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; Masalah kopi dan rokok; penyusun kitab &lt;strong&gt;Al-'Ubab &lt;/strong&gt;dari  madzhab Asy-Syafi'i ditanya mengenai kopi, lalu ia menjawab: (Kopi itu  sarana) hukum, setiap sarana itu sesuai dengan tujuannnya. Jika sarana  itu dimaksudkan untuk ibadah maka menjadi ibadah, untuk yang mubah maka  menjadi mubah, untuk yang makruh maka menjadi makruh, atau haram maka  menjadi haram. Hal ini dikuatkan oleh sebagian ulama' dari madzhab  Hanbaliy terkait penetapan tingkatan hukum ini. Syaikh Mar'i ibn Yusuf  dari madzhab Hanbaliy, penyusun kitab Ghayah al-Muntaha mengatakan :  Jawaban tersebut mengarah pada rokok dan kopi itu hukumnya mubah, tetapi  bagi orang yang santun lebih utama meninggalkan keduanya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ulasan &lt;em&gt;'Illah &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;reason of law&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sangat menarik bila tiga tingkatan hukum merokok sebagaimana di atas  ditelusuri lebih cermat. Kiranya ada benang ruwet dan rumit yang dapat  diurai dalam perbedaan pendapat yang terasa semakin sengit mengenai  hukum merokok. Benang ruwet dan rumit itu adalah beberapa pandangan  kontradiktif dalam menetapkan &lt;em&gt;'illah &lt;/em&gt;atau alasan hukum yang di  antaranya akan diulas dalam beberapa bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; sebagian besar ulama' terdahulu berpandangan, bahwa merokok itu  mubah atau makruh. Mereka pada masa itu lebih bertendensi pada bukti,  bahwa merokok tidak membawa mudarat, atau membawa mudarat tetapi relatif  kecil. Barangkali dalam gambaran kita sekarang, bahwa kemudaratan  merokok dapat pula dinyaakan tidak lebih besar dari kemudaratan durian  yang jelas berkadar kolesterol tinggi. Betapa tidak, sepuluh tahun lebih  seseorang merokok dalam setiap hari merokok belum tentu menderita  penyakit akibat merokok. Sedangkan selama tiga bulan saja seseorang  dalam setiap hari makan durian, kemungkinan besar dia akan terjangkit  penyakit berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; berbeda dengan pandangan sebagian besar ulama' terdahulu,  pandangan sebagian ulama sekarang yang cenderung mengharamkan merokok  karena lebih bertendensi pada informasi (bukan bukti) mengenai hasil  penelitian medis yang sangat detail dalam menemukan sekecil apa pun  kemudaratan yang kemudian terkesan menjadi lebih besar. Apabila karakter  penelitian medis semacam ini kurang dicermati, kemudaratan merokok akan  cenderung dipahami jauh lebih besar dari apa yang sebenarnya.  Selanjutnya, kemudaratan yang sebenarnya kecil dan terkesan jauh lebih  besar itu (hanya dalam bayangan) dijadikan dasar untuk menetapkan hukum  haram. Padahal, kemudaratan yang relatif kecil itu seharusnya dijadikan  dasar untuk menetapkan hukum makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini kemungkinan dapat terjadi khususnya dalam membahas dan  menetapkan hukum merokok. Tidakkah banyak pula makanan dan minuman yang  dinyatakan halal, ternyata secara medis dipandang tidak steril untuk  dikonsumsi. Mungkinkah setiap makanan dan minuman yang dinyatakan tidak  steril itu kemudian dihukumi haram, ataukah harus dicermati seberapa  besar kemudaratannya, kemudian ditentukan mubah, makruh ataukah haram  hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; hukum merokok itu bisa jadi bersifat relatif dan seimbang dengan  apa yang diakibatkannya mengingat hukum itu berporos pada &lt;em&gt;'illah &lt;/em&gt;yang  mendasarinya. Dengan demikian, pada satu sisi dapat dipahami bahwa  merokok itu haram bagi orang tertentu yang dimungkinkan dapat terkena  mudaratnya. Akan tetapi merokok itu mubah atau makruh bagi orang  tertentu yang tidak terkena mudaratnya atau terkena mudaratnya tetapi  kadarnya kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat; kalaulah merokok itu membawa mudarat relatif kecil dengan hukum  makruh, kemudian di balik kemudaratan itu terdapat kemaslahatan yang  lebih besar, maka hukum makruh itu dapat berubah menjadi mubah. Adapun  bentuk kemaslahatan itu seperti membangkitkan semangat berpikir dan  bekerja sebagaimana biasa dirasakan oleh para perokok. Hal ini selama  tidak berlebihan yang dapat membawa mudarat cukup besar. Apa pun yang  dikonsumsi secara berlebihan dan jika membawa mudarat cukup besar, maka  haram hukumnya. Berbeda dengan benda yang secara jelas memabukkan,  hukumnya tetap haram meskipun terdapat manfaat apa pun bentuknya karena  kemudaratannya tentu lebih besar dari manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;KH Arwani Faishal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-2222544435082162616?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/2222544435082162616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/05/bahtsul-masail-tentang-hukum-merokok.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2222544435082162616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2222544435082162616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/05/bahtsul-masail-tentang-hukum-merokok.html' title='Bahtsul Masail tentang Hukum Merokok'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S-pxjVkFHtI/AAAAAAAAAPE/PnbWiGQTDj8/s72-c/rokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-2398178547861585457</id><published>2010-04-05T10:39:00.001-07:00</published><updated>2010-04-05T10:43:42.227-07:00</updated><title type='text'>Ust. Nashori Anshor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ohPWsbtgI/AAAAAAAAAO8/n8cDaY_s7ZM/s1600/100_1219.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ohPWsbtgI/AAAAAAAAAO8/n8cDaY_s7ZM/s400/100_1219.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456710446186477058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ohO3-ZqWI/AAAAAAAAAO0/Vw_pwQwNRdI/s1600/100_1212.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ohO3-ZqWI/AAAAAAAAAO0/Vw_pwQwNRdI/s400/100_1212.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456710437940341090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-2398178547861585457?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/2398178547861585457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-nashori-anshor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2398178547861585457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2398178547861585457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-nashori-anshor.html' title='Ust. Nashori Anshor'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ohPWsbtgI/AAAAAAAAAO8/n8cDaY_s7ZM/s72-c/100_1219.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6232544722464528542</id><published>2010-04-05T10:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T10:38:46.529-07:00</updated><title type='text'>Ust. Syukri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ogAjEfzjI/AAAAAAAAAOs/vqV-So4CGwM/s1600/100_1209.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ogAjEfzjI/AAAAAAAAAOs/vqV-So4CGwM/s400/100_1209.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456709092298968626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7of_64CZKI/AAAAAAAAAOk/5OJGcBkbV9U/s1600/100_1200.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7of_64CZKI/AAAAAAAAAOk/5OJGcBkbV9U/s400/100_1200.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456709081509291170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6232544722464528542?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6232544722464528542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-syukri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6232544722464528542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6232544722464528542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-syukri.html' title='Ust. Syukri'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ogAjEfzjI/AAAAAAAAAOs/vqV-So4CGwM/s72-c/100_1209.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-9047253169312134240</id><published>2010-04-05T10:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T10:32:20.023-07:00</updated><title type='text'>Ust. Shomadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oeeZCYvSI/AAAAAAAAAOc/CTnUQa-fk7o/s1600/100_1203.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oeeZCYvSI/AAAAAAAAAOc/CTnUQa-fk7o/s400/100_1203.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456707405978582306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-9047253169312134240?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/9047253169312134240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-shomadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/9047253169312134240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/9047253169312134240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-shomadi.html' title='Ust. Shomadi'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oeeZCYvSI/AAAAAAAAAOc/CTnUQa-fk7o/s72-c/100_1203.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-8204380042085549205</id><published>2010-04-05T10:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T10:29:11.163-07:00</updated><title type='text'>Ust. Imron Nur Khoirot Al-Ushfuri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7odjZvytWI/AAAAAAAAAOU/R48fbPJG-rA/s1600/100_1206.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7odjZvytWI/AAAAAAAAAOU/R48fbPJG-rA/s400/100_1206.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456706392556746082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7odij3hZFI/AAAAAAAAAOM/vfZz5cBEA24/s1600/100_1199.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7odij3hZFI/AAAAAAAAAOM/vfZz5cBEA24/s400/100_1199.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456706378093651026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ocKMXrcoI/AAAAAAAAAOE/4QIwf08zQVo/s1600/ust.+imron_+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 297px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ocKMXrcoI/AAAAAAAAAOE/4QIwf08zQVo/s400/ust.+imron_+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456704859957588610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ocJvPLp_I/AAAAAAAAAN8/ezhWpuN8UJ4/s1600/ust.+imron_+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7ocJvPLp_I/AAAAAAAAAN8/ezhWpuN8UJ4/s400/ust.+imron_+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456704852137322482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-8204380042085549205?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/8204380042085549205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-imron-nur-khoirot-al-ushfuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8204380042085549205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8204380042085549205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/ust-imron-nur-khoirot-al-ushfuri.html' title='Ust. Imron Nur Khoirot Al-Ushfuri'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7odjZvytWI/AAAAAAAAAOU/R48fbPJG-rA/s72-c/100_1206.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-3321321770309481598</id><published>2010-04-05T10:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T10:07:06.801-07:00</updated><title type='text'>KH. Ushfuri Anshor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYisUrGtI/AAAAAAAAANc/vZteqdqLQik/s1600/Foto018.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYisUrGtI/AAAAAAAAANc/vZteqdqLQik/s400/Foto018.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456700882805267154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYif54tPI/AAAAAAAAANU/WFs3S5NtCfg/s1600/100_1196.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYif54tPI/AAAAAAAAANU/WFs3S5NtCfg/s400/100_1196.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456700879471686898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYhmhzwMI/AAAAAAAAANM/nCMr90ONea8/s1600/100_1195.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYhmhzwMI/AAAAAAAAANM/nCMr90ONea8/s400/100_1195.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456700864069877954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-3321321770309481598?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/3321321770309481598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/kh-ushfuri-anshor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/3321321770309481598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/3321321770309481598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/04/kh-ushfuri-anshor.html' title='KH. Ushfuri Anshor'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7oYisUrGtI/AAAAAAAAANc/vZteqdqLQik/s72-c/Foto018.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-2172960608556733859</id><published>2010-03-30T01:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T02:42:37.841-07:00</updated><title type='text'>Taushiyah Gusdur</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-4694b37873ecbeb5" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v17.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D4694b37873ecbeb5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275839%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D69D63517EF0EB5C93ED68ABB14B639CEB100078A.2C9BAC3646B6AC660D28CF2F4E56501B7A894B4F%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D4694b37873ecbeb5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dvu1e2QPyD9hHErw68tCeSMv0hnQ&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v17.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D4694b37873ecbeb5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275839%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D69D63517EF0EB5C93ED68ABB14B639CEB100078A.2C9BAC3646B6AC660D28CF2F4E56501B7A894B4F%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D4694b37873ecbeb5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dvu1e2QPyD9hHErw68tCeSMv0hnQ&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-2172960608556733859?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/2172960608556733859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/taushiyah-gusdur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2172960608556733859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2172960608556733859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/taushiyah-gusdur.html' title='Taushiyah Gusdur'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-1953363900398539944</id><published>2010-03-29T02:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T02:30:49.432-07:00</updated><title type='text'>Belajar Tashawuf Dengan Thoriqoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7Byt9IcocI/AAAAAAAAANE/5dTy2mJ8c40/s1600/aswaja.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7Byt9IcocI/AAAAAAAAANE/5dTy2mJ8c40/s400/aswaja.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453985282575344066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering kita dapati jika ada orang yang membaca atau mendengar istilah “tashawuf” maka dalam fikiran atau benak thariqah-1hatinya muncul suatu negative image, walau sebenarnya dia belum faham betul terhadap seluk beluk dunia itu. Tak pelak memang munculnya negative image tersebut karena dipicu oleh pengkonotasian jika orang – orang yang hidup dalam dunia tashawuf itu adalah orang – orang yang tidak dapat menerima suatu modernitas, fikirannya jumud (beku), pakaiannya dekil, miskin, hidup dalam keterbelakangan, senang dengan dunia mistik dsb. Sungguh jika pandangan tentang tashawuf seperti itu adalah pandangan yang perlu diluruskan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sebagian orang memang ada yang mendefinisikan tashawuf sebagai suatu aliran mistisme dalam islam. Tapi bagi yang telah mengerti tentang pokok – pokok ajaran islam, maka yang sebenarnya tashawuf itu adalah nama bagi istilah lain dari ilmu yang mempelajari tentang Ihsan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Konon munculnya penamaan tersebut karena dahulu orang – orang yang berusaha mempraktekan tuntunan ihsan ini banyak yang memakai jubah wol yang dalam bahasa Arabnya disebut dengan istilah “shuf”. Pemakainya dinamakan “Shufi” dan perbuatannya disebut “Tashawwuf”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sebagaimana diketahui bahwa islam mengenal 3 pokok ajaran utama, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Ilmu yang mempelajari tentang Iman kemudian dikenal dengan sebutan Tauhid, Ushuluddin atau Aqidah. Sedang ilmu yang mempelajari tentang Islam disebut dengan Fiqh. Dan ilmu yang mempelajari tentang Ihsan disebut dengan Akhlak, Tashawuf atau Thariqah. Jadi jika merujuk pada hal ini, maka pemahaman yang menyatakan bahwa tashawuf itu adalah sebuah aliran “mistisme” dalam islam jelas amat keliru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk dapat mempraktekkan Ihsan secara benar dikenal ada dua manhaj yang dapat dipilih sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Pertama, berusaha senantiasa melakukan ibadah seolah – olah berada dihadapan Allah Swt. Kedua, berusaha senantiasa melakukan ibadah seolah – olah dilihat oleh Allah Swt. Dan inilah dua manhaj tashawuf yang benar. Jadi apabila ada penerapan tashawuf dengan tidak memakai salah satu diantara dua manhaj ini jelas telah terjadi penyimpangan system. Penyimpangan inilah yang tidak benar bukan tashawuf yang tidak benar. Karena tashawuf (baca ; Ihsan) itu juga mengikuti tuntunan Rasulullah Saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pada prinsipnya tashawuf tidak boleh bertentangan dengan syari’at. Oleh karenanya selain asas yang dipakai, dua manhaj diatas dapat dijadikan sebagai sebuah parameter untuk menilai apakah faham tashawuf yang dijalankan oleh seorang muslim itu benar atau tidak. Jika bertentangan dengan syari’at pasti salah. Dan jika memakai salah satu diantara dua manhaj diatas, insyaallah sesuai dengan syari’at. Bila sesuai dengan syari’at maka itulah tashawuf yang tidak melenceng dari islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Memenej hati adalah bidang utama yang digarap dalam tashawuf. Oleh karenanya menurut para ulama ahli tashawuf, dzikir adalah amaliah yang mesti dijalani oleh para pelaku – pelakunya (salik). Karena dengan berdzikir maka seorang salik akan dapat ber-takhalli, tahalli dan tajalli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Takhalli adalah upaya mengosongkan atau meminimalisir diri seseorang dari perbuatan akhlakul madzmumah (perilaku tercela) seperti dengki, iri, takabur dan beberapa penyakit batin lainnya. Sedangkan Tahalli adalah menghias diri dengan akhlakul mahmudah (perbuatan terpuji). Dan Tajalli yaitu mendekatkan diri pada Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Cara seseorang mengolah dzikir inilah yang dikenal dengan istilah Thariqah. Ada ungkapan tentang hal ini yang terkenal dari Al-Imam Al-Qusyairi yaitu “Al-Ashlu fit Thariq Adz-Dzikru”. Artinya ; substansi pokok dalam thariqah adalah dzikrullah. Oleh karenanya jika anda mendengar istilah Thariqah As-Syzadziliyyah maka seharusnya yang muncul pada pemahaman ialah berarti suatu tunutunan metode berdzikir menurut Al-Imam Abil Hasan As-Syadzili. Thariqah Qadiriyyah berarti cara berdzikir menurut tuntunan Al-Imam Abdul Qadir Al-Jilani. Demikian dan seterusnya. Penamaan metode dzikir itu biasanya dinisbatkan kepada seorang tokoh waliyullah yang terkenal dan telah mengajarkannya kepada murid – murid beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Bagi pandangan ulama ahli tashawuf, upaya seseorang dalam mengosongkan atau meminimalisir dirinya dari perbuatan akhlakul madzmumah itu akan sulit berhasil jika dia tidak melazimkan dirinya dengan dzikrullah. Karena manusia secara kodrati telah diberi oleh Allah Swt dua buah tabiat. Yaitu tabiat Malakutiyyah (tabiat yang mendorong kearah ketaatan kepada perintah ilahi) dan tabiat Hayawaniyyah (tabiat yang mengarah kepada penentangan terhadap tuntunan ilahi). Oleh karenanya agar yang mengisi pada pribadinya adalah tabiat malakutiyyah maka itu adalah sesuatu yang bukan mudah. Dibutuhkan sekali hidayah dari Allah Swt. Dan upaya terbaik mengharapkan naungan hidayah dari Allah Swt adalah dengan jalan dzikrullah lalu istiqomah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Disebutkan dalam Al-Qur’an, QS: Fushilat Ayat 30:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cacing%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:20.0pt; 	font-family:Garamond; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span dir="RTL" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18pt;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat rahmat akan turun kepada mereka dengan mengatakan “Janganlah kamu takut dan bersedih. Dan bergembiralah kamu sekalian dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu“. (AQ. Surat (41) Fushilat, A. 30).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tashawuf tidak boleh bertentangan dengan syari’at. Oleh karenanya bagi ulama tashawuf muttashil (bersambung)-nya sanad dzikir dari pelaku sampai kepada shahibus syar’i yaitu Rasulullah Saw menjadi dianggap penting dan vital. Karena jika sanad dzikirnya tidak tasalsul (bersambung mata rantainya) sampai kepada Rasulullah Saw maka thariqah yang dijalaninya menjadi batal secara riwayah (batal demi hukum). Dan jika batal maka 3 buah faedah dzikir seperti yang telah disebut diatas tidak akan diperoleh oleh si dzakir (pelaku dzikir). Oleh karenanya jangan heran jika kita melihat ada beberapa orang yang mengaku menjalani thariqah akan tetapi kelakuannya masih buruk akhlak. Hal itu terjadi bukan tidak mungkin karena sanad mereka munqathi’ (terputus) serta tidak shahih, namun mereka mengaku sanadnya muttashil. Untuk itu berhati – hatilah memilih seorang mursyid (guru pembimbing). Lihat dulu backgroundnya, nasabnya, haliahnya dsb. Insyaallah dengan kehati – hatian dalam memilih maka kita akan dapat terminimalisir dari ketergelinciran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-1953363900398539944?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/1953363900398539944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/belajar-tashawuf-dengan-thoriqoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1953363900398539944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/1953363900398539944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/belajar-tashawuf-dengan-thoriqoh.html' title='Belajar Tashawuf Dengan Thoriqoh'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S7Byt9IcocI/AAAAAAAAANE/5dTy2mJ8c40/s72-c/aswaja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-8129594271771557482</id><published>2010-03-26T07:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T08:35:09.298-07:00</updated><title type='text'>NU Tidak Mungkin Lepas dari Politik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S6zTx-sVRtI/AAAAAAAAAM8/hqpP_65lk70/s1600/dsc01644nu2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S6zTx-sVRtI/AAAAAAAAAM8/hqpP_65lk70/s400/dsc01644nu2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452966104434820818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makassar, Jumat - 26 Maret 2010 20:43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Ali Masykur Musa, menyatakan bahwa NU tidak mungkin melepaskan diri dari politik karena kelahirannya tak lepas dari pergulatan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejarah NU selalu berkelindan dengan politik," kata Ali Masykur dalam bedah buku karyanya yang bertajuk "NU dan Moralitas Politik Bangsa" di arena Muktamar NU ke-32 di Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, lanjut anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu, peran politik yang dijalankan NU bukan politik praktis melainkan politik tingkat tinggi (high politics), politik dalam ranah etis, moral dan norma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kata Ali Masykur, kini NU telah terseret ke arus politik praktis, dukung-mendukung, yang pada akhirnya justru mendelegitimasi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Pilpres 2009, NU tidak punya kekuatan untuk ikut menjadi penentu kepemimpinan nasional. NU hanya jadi justivikator proses politik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke masa depan, kata mantan politisi PKB itu, NU harus kembali memainkan peran strategis di politik etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lanjutnya, ada beberapa hal yang mesti dilakukan, menjaga independensi, mempertajam visi dan pengabdian di bidang sosial dan keagamaan serta meningkatkan sumber daya manusia NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau semua itu kuat, NU ke depan akan sangat didengar dan jadi panutan, termasuk oleh pengambil kebijakan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku terbarunya ini, Ali Masykur mencoba menganalisis sejumlah persoalan internal dan eksternal yang selama ini berkembang di tubuh NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buku ini disumbangkan agar menjadi khasanah intelektual yang bermanfaat, tidak saja pada pertumbuhan apresiasi warga NU terhadap jamiyyah NU, tapi juga pengembangan wawasan jamaah NU,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, warna NU di kanvas politik tanah air telah sedemikian menonjol sejak kelahirannya hingga usianya yang ke 83. Selain dilatarbelakangi oleh factor persebaran jamaahnya yang berada di pelbagai pelosok negeri, juga disebabkan oleh keberanian jamiyyah NU dalam mengambil peran-peran stgrategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU memiliki kekuatan kompleks dalam merepresentasikan kekuasaan yang setidaknya mengakar dalam dua arus, yakni arus jamiyyah (organisatoris) dan arus jamaah (warga NU) yang biasa dikenal dengan sebutan tradisionalis dan kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kekuatan ini menjadi modal dasar bagi perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan syarat mempertajam komitmen peningkatan kualitas pendidikan (SDM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pendulum kembali ke aras pendidikan perlu disampaikan, suka atau tidak suka, terhadap eksistensi NU sebagai jamiyyah maupun sebagai bagian dari kultur masyarakat,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dan peran pendidikan ini mesti dikembalikan agar eksistensi NU benar-benar terasa oleh masyarakat luas. “Jangan sampai idealitas kepenidikan NU ini terkikis hanya karena syahwat politik yang berlebihan,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, NU hanya memiliki dua pilihan, mengembalikan NU ke aras pendidikannya dan mempertajam komitmen sosialnya atau membiarkan NU menjadi jamiyyah besar yang kian kehilangan ruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berharap agar buku “saku” ini bias menjadi semacam cermin introspeksi dan wacana revitalisasi yang pantas direnungkan oleh jamaah NU, terutama bagi upaya menjayakan kembali eksistensi NU di masa mendatang. (mad)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-8129594271771557482?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/8129594271771557482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/nu-tidak-mungkin-lepas-dari-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8129594271771557482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8129594271771557482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/nu-tidak-mungkin-lepas-dari-politik.html' title='NU Tidak Mungkin Lepas dari Politik'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S6zTx-sVRtI/AAAAAAAAAM8/hqpP_65lk70/s72-c/dsc01644nu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-8468041294608817745</id><published>2010-03-15T08:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T08:18:16.735-07:00</updated><title type='text'>Kriteria Orang Kafir Yang Boleh Diperangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S55PbfiKGOI/AAAAAAAAAM0/RKsexkBMQv0/s1600-h/israel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S55PbfiKGOI/AAAAAAAAAM0/RKsexkBMQv0/s400/israel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448879932904708322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient-3%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} @font-face 	{font-family:"Akhbar MT"; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} p.a, li.a, div.a 	{mso-style-name:س; 	margin-top:0in; 	margin-right:11.35pt; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	text-indent:-2.85pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-list:l0 level1 lfo3; 	tab-stops:list 11.35pt; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	font-weight:bold;} p.a0, li.a0, div.a0 	{mso-style-name:ش; 	margin-top:0in; 	margin-right:5.4pt; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:26.95pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:none; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-bidi-font-weight:bold;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:56.7pt 56.7pt 56.7pt 56.7pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:680861613; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1380297312 1158828904 774910552 1667286906 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-style-link:س; 	mso-level-tab-stop:11.35pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:11.35pt; 	text-indent:-2.85pt; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Akhbar MT"; 	mso-ansi-font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:bold; 	mso-ansi-font-style:normal; 	mso-bidi-font-style:normal;} @list l0:level2 	{mso-level-text:%2-; 	mso-level-tab-stop:73.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:73.5pt; 	text-indent:-19.5pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @list l1 	{mso-list-id:1463766066; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1250649004 702455106 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:45.35pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:45.35pt; 	text-indent:-22.65pt; 	mso-ansi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-font-weight:normal; 	mso-ansi-font-style:normal;} @list l2 	{mso-list-id:1807158343; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1208623964 67698697 774910552 1667286906 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:26.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:26.5pt; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-ansi-font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:bold; 	mso-ansi-font-style:normal; 	mso-bidi-font-style:normal;} @list l2:level2 	{mso-level-text:%2-; 	mso-level-tab-stop:73.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:73.5pt; 	text-indent:-19.5pt;} @list l2:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @list l3 	{mso-list-id:1999846533; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:26530982 702455106 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:45.35pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:45.35pt; 	text-indent:-22.65pt; 	mso-ansi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-font-weight:normal; 	mso-ansi-font-style:normal;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;Latar belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Kita sering menyaksikan pertiakaian antar etnis yang melibatkan dua agama, sebagaimana kasus &lt;st1:place st="on"&gt;Ambon&lt;/st1:place&gt;. Sebagai rasa solidaritas, ada sebagian organisasi Islam yang mengirimkan bala bantuan kedaerah pertikaian untuk membantu saudara-saudaranya sesama muslim dan mereka menganggap hal tersebut adalah &lt;i&gt;jihad fii sabilillah&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;sedangkan mereka tidak mengetahui secara mendetail apa yang melatar belakangi peperangan itu, karena kompleksnya permasalahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Pertanyaan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Kriteria apa saja yang menjadi penyebab orang kafir boleh diperangi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Dapatkah pertikaian yang dipicu oleh sentimen rasial (kedaerahan, kesukuan dan golongan), menjadi penyebab wajibnya &lt;i&gt;jihad&lt;/i&gt;? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Apakah kewajiban &lt;i&gt;jihad&lt;/i&gt; dibatasi oleh wilayah teritorial suatu daerah atau negara?&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Jika terjadi pertiakaian antar agama pada suatu daerah atau negara, bolehkah warga muslim diluar daerah atau negara tersebut melakukan jihad tanpa ada izin dari pemerintah?&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;Rumusan jawaban:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Kriteria yang menjadi penyebab orang kafir boleh diperangi adalah kafir harbi (yaitu selain kafir musta’man, mu’ahad dan dzimmi) dan murtad&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;Pengambilan Ibarot (Referensi):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;التشريع الجنائى الإسلامى الجزء الأول ص:53 مؤسسة الرسالة &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;(الإهدار هو الإباحة ويقع على النفس الشخص أو على طرفه أو على ماله فإذا وقع الإهدار على نفس شخصخ ابيح جرحه أو قطعه أو قتله واذا وقع الاهدار على طرف شخص لم يبح من الشخص الا قطع هذا الطرف واذا وقع الإهدار على مال شخص ابيح ماله كإباحة مال الحربى والمقصود من هذا البحث إهدار الأشخاص لا إهدار الأموال . ونستطيع ان نعرف إهدار الشخص بأنه إباحة نفس الشخص أو طرفه كما نستطيع أن نعرف الشخص المهدر بأنه من أبيحت نفسه أو طرفه . &lt;u&gt;علة الإهدار الواحيدة هى زوال عصمة الشخص وتزول العصمة إما بزوال سببها وإما بارتكاب الجرائم المهدرة&lt;/u&gt; . زوال العصمة بزوال سببها : القاعدة العامة فى الشريعة الإسلامية أن الدماء والأموال معصومة أى ليست مباحة وأساس العصمة إما الإيمان وإما الأمان . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;ولأمان فى الشريعة الاسلامية على نوعين أمان مؤقت وأمان مؤبد – إلى أن قال- واذا كان اساس العصمة هو الإيمان والأمان فان العصمة تزول بزوال الأساس الذى قامت عليه فالمسلم تزول عصمته بردته وخروجه عن الاسلام والمستأمن والمعاهد والذمى ومن فى حكمهم تزول عصمتهم بانتهاء أمانهم ونقض عهدهم واذا زالت عصمتهم أصبحوا بزوالها حريين حكمهم حكم الحربى الذى لم يكتب عصمة واذا كانت العصمة تعنى تتحريم الدم والمال فإن زوالها يعنى اباحة الدم والمال وهذا هو الإهدار – إلى أن قال- وكما تزول أيضا بارتكاب الجرائم المهدرة والجرائم المهدرة هى الجرائم التى تجب عليها عقوبات مقدرة متلفة للنفس أو الطرف . إهـ&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;Pertikaian yang semata mata dilatar belakangi rasial tidak bisa menjadi penyebab wajibnya jihad.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;الفقه المنهجى الشافعى المجلد الثالث&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ص :483- 484&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;دار القلم دمشق&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;(الشروط التى تتعلق بالكفار) انما يجب على المسلمين الخروج لقتال الكفار على وجه الجهاد بعد ملاحظة الشروط التالية: ان لا يكون الكفار مستأمنين أو معاهدين أو من أهل الذمة . وذلك لقوله عز وجل فى المستأمنين " وإن أحد من المشركين استجارك فأجره حتى يسمع كلام الله ثم أبلغه مأمنه " (التوبة :6) قال تبارك وتعالى فى حق المعاهد " وإما تخافن من قوم حيانة فانبد اليهم على سواء ان الله لا يحب الخائنين " (الأنفال:58) اى فاذا لم يجد بوادر الخيانة فلا يجوز نكث العهد وخرقه ومقاتلة أصحاب تلك العهود . قال عليه الصلاة السلام فى حرمة قتال أهل الذمة وقتلهم " من قتل رجلا من أهل الذمة لم يجد ريح الجنة وان ريحها ليوجد من مسيرة سبعين عاما " (رواه ابو داوود فى الجهاد) . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;أن يسبق القتال تعريف لهم بالاسلام وشرح لحقيقته ورد لما قد يكون من شبه لهم فيه حتى إذا قامت بذلك عليهم الحجة ولم يتحولوا عن عنادهم قوتلوا على ذلك ودليل ذلك ارساله عليه الصلاة والسلام الرسائل والكتب الى الملوك والأمراء فى العلم يومئذ يعرفهم فيها بالاسلام ويشرح لهم جوهر رسالته التى أرسله الله بها الى العالمين ويأمرهم بالخضوع لهذا الاسلام والدخول فيه .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;أحكام القرآن والسنة ص : 311 – 312 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;أغراض الحرب فى الإسلام &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;. الإسلام يرى أن الحرب سيئة فى نفسها لأن فيها هلاك خلق الله وتخريب ما تحتاج اليه الناس فى معاشيهم من نعم الله فهى شر كبير ولكن هذا الشر يتحمل للغاية الحميدة التى تبتغى من ورائه وهى إعلاء كلمة الله والقضاء على فساد المشركين وبغيهم وعدوانهم ومن أنعم النظر فى مومضوعات التى ورد فيها ذكر القتال فى القرآن الكريم يجد ان القتال لم يشرع الا لمقاصد شريفة ونمايات نبيلة . المقصد الأول : قتال من حاربوا الدعوة الإسلامية وقاوموا بوسائل العنف والقوة نشرها ووضعوا العقبات فى سبيلها لإحباطها وإطفاء نورها . المقصد الثانى قتال من اعتدوا على المسلمين فى أنفسهم وأموالهم وأوطانهم أو أى حق لهم . المقصد الثالث : قتال من ارتدوا عن الاسلام وانحازوا إلى مكان انفردوا به وتحصنوا فيه . المقصد الرابع : قتال فئة بغت من المسلمين وخرجت على جماعتهم وامتنعت عن طاعة إمامهم وعن تنفيذ أحكامهم وعن أداء ما عليهم من حقوق. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;وهذه المقاصد الأربعة ترجع الى القتال دفاعا عن الدعوة الإسلامية أو عن حقوق المسلمين وكيانهم . وقد قاتل رسول الله وأصحابه دفاعا عن الدعوة وعن المسلمين وقاتل أبو بكر أهل الردة حفظا للدين. وقاتل على بن أبى طالب بعض الفئات التى بغت وتركت جماع المسلمين . محافظة على كيان الأمة . فالقتال المشروع فى الإسلام الذى يعتبر جهادا فى سبيل الله هو القتال لغرض من الأغراض السابقة . وعلى هذا فكل ما سوى هذه الأعراض الإنسانية النبيلة من القاصد المادية و الشخصية او النفعية او النفسية كالقتال للمغانم والإظهار القوة والشجاعة او للفخر اوللمحبة و العصبية أو للإنتقام و العدوان أو للرياء ..إلى أن قال.. قد حرم الإسلام الحرب من أجلها . لإنها لا يقصد بها إعلاء كلمة الله ولا طلب مرضاته . وذلك واضح من إضافة القتال أو الجهاد دائما الى سبيل الله . إهـ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-right: 22.7pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-right: 22.7pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;Jika yang dimaksud adalah Insyaul jihad (memulai jihad) maka batas teritorial daerah atau negara tidak dipertimbangkan, sedang bila untuk menolong atau membantu maka dibatasi dengan masafatul qoshri.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;إعانة الطالبين الجزء الرابع ص: 197 حاشية&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;و تعين على من دون مسافة قصر منها أي من البلدة التي دخلوا فيها وإن كان في أهلهم كفاية لأنهم في حكمهم وكذا من كان على مسافة القصر إن لم يكف أهلها ومن يليهم فيصير فرض عين في حق من قرب وفرض كفاية في حق من بعد&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;وحرم على من هو من أهل فرض الجهاد انصراف عن صف بعد التلاقي وإن غلب على ظنه أنه إذا ثبت قتل&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;قوله وتعين أي الجهاد قوله وإن كان في أهلهم الأولى في أهلها أي البلدة التي دخلوها ثم وجدت ذلك في بعض نسخ الخط&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;قوله لأنهم في حكمهم أي لأن من كان دون مسافة القصر في حكم أهل البلدة التي دخلوها &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;قوله وكذا من كان الخ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; أي وكذا يتعين الجهاد على من كان على مسافة القصر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;وقوله إن لم يكف أهلها أي البلدة التي دخلوها وقوله ومن يليهم أي ومن يلي أهل البلدة التي دخلوها وهم من على دون مسافة القصر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; )&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;قوله فيصير&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; أي الجهاد وقوله فرض عين في حق من قرب أي وهم من على دون مسافة القصر &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;قوله وفرض كفاية&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; بالنصب معطوف على فرض عين أي ويصير فرض كفاية وقوله في حق من بعد أي وهم من على مسافة القصر ولا يظهر تفريع هذا على ما قبله إلا لو زاد بعد قوله وكذا على من كان على مسافة القصر بقدر الكفاية فيفهم منه حينئذ أنه لا يلزم جميعهم الخروج بل يكفي في سقوط الحرج عنهم خروج قوم منهم فيهم كفاية ولعل في كلامه سقطا من الناسخ وهو ما ذكر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;قوله وحرم على من هو من أهل فرض الجهاد&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; خرج من هو ليس من أهله كمريض وامرأة فلا حرمة عليه بانصرافه وقوله انصراف عن صف خرج به ما لو لقي مسلم مشركين فإنه يجوز إنصرافه عنهما وإن طلبهما ولم يطلباه&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;المجوع الجزء التاسع عشر ص: 267&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;حاشيةالجمل الجزء الخامس ص : 180&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.3in;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;Kalau pandangan Imam adalah Maslahah maka hukumnya makruh, kalau tidak lilmaslahah maka tidak makruh. Sedang untuk tentara tanpa izin Imam tidak boleh karna tentara posisinya sebagaimana orang sewaan&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(dibayar pemerintah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-left: 45.35pt; text-align: justify; text-indent: -22.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;بجيرمى على المنهج الجزء الرابع ص: 252 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;(كره غزو بلا اذن إمام) بنفسه أو نائبه لانه أعرف بما فيه المصلحة نعم إن عطل الغزو وأقبل هو وجنده على الدنيا أو غلب على الظن أنه اذا استأذن لم يأذن أو كان الذهاب للإستئذان يفوت المقصود لم يكره (قوله إن عطل الغزو الخ) وينبغى الوجوب فى هذه . إه ط ب سم&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;حاشية القليوبى الجزء الرابع ص: 217 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a0" dir="RTL" style="margin: 0in 26.95pt 0.0001pt 5.4pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;(قوله بما فيه مصلحة) قيل محل هذا فى غير المرتزقة والا فيمتنع عليهم لأنهم بصدد مهمات الدين التى تعرض فلا يغزون بغير إذن الإمام . &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;نهاية المحتاج الجزء الثامن ص: 60 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="a" dir="RTL" style="margin: 0in 26.5pt 0.0001pt 11.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="AR-SA" &gt;حاشية الجمل الجزء الخامس 192&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-8468041294608817745?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/8468041294608817745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/kriteria-orang-kafir-yang-boleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8468041294608817745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8468041294608817745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/kriteria-orang-kafir-yang-boleh.html' title='Kriteria Orang Kafir Yang Boleh Diperangi'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S55PbfiKGOI/AAAAAAAAAM0/RKsexkBMQv0/s72-c/israel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-2386056459595046068</id><published>2010-03-13T05:36:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T05:39:08.403-08:00</updated><title type='text'>Adab Memintakan Ampunan Bagi Jenazah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5uVblDUK6I/AAAAAAAAAMs/DRryxYbFHL8/s1600-h/82610_jenazah_gus_dur.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5uVblDUK6I/AAAAAAAAAMs/DRryxYbFHL8/s400/82610_jenazah_gus_dur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448112475269770146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bagi masyarakat Nahdliyin, adab atau tatakrama/sopan  santun adalah salah satu hal terpenting dalam pergaulan di antara sesama  manusia. Karenanya, seorang Muslim harus mengerti sopan santun dalam  pergaulan sehari-harinya, termasuk dalam tata cara berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bila seorang Muslim hendak memohankan ampunan bagi Muslim  lainnya yang sudah meninggal kepada Allah SWT. Terutama bila sedang di  muka umum. Seorang Muslim sebaiknya menghindari menggunakan kata-kata  "atas segala kesalahan si mayit" secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diterangkan oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah nahdlatul  Ulama (PP LDNU) KH AN. Nuril Huda kepada Jama'ah tahlil di Gedung PBNU  untuk mendoakan Ketua PBNU alm. Rozy Munir, Rabu (24/2). Menurut Kiai  Nuril, tidak ada seorang manusia pun yang sempurna, karenanya sudah  tentu seseorang memiliki kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka hendaknya hindari kata-kata, yang menohok langsung kepada  seseorang bahwa dirinya memiliki kesalahan. Tetapi gunakanlah kata-kata  pengandaian seperti 'apabila, jika, bila, mungkin' dan lain sebagainya,"  terang Kiai Nuril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Kiai Nuril menjelaskan, penggunaan kata-kata langsung yang  menohok dapat menyakiti keluarga mayit, terutama bila si mayit adalah  orang-orang yang dianggap bersalah dalam waktu-waktu dekatnya sebelum ia  meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah telah menyampaikan ajaran Rasulullah  SAW untuk mempersaksikan seorang mayit dengan kebaikannya. Dan karena  hal inilah yang akan dipersaksikan di hadapan Allah. Karenanya, jangan  malah mengungkit-ungkit kesalahan sesama saudara Muslim di hadapan  jenazahnya sendiri," tandas Kiai Nuril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sementara kalangan, para juru bicara yang mewakili keluarga atau  pembawa acara untuk doa-doa kepada seseorang yang telah meninggal dunia,  lazim menggunakan kalimat, "semoga Allah menerima segala amal  kebajikanya dan mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosanya." Ungkapan  seperti ini dicontohkan oleh Kiai Nuril sebagai kalimat yang tidak  sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan menjadi lebih beradab,bertakrama dan tidak menyinggung perasaan  keluarga si mayit bila dinyatakan dengan kalimat: Semoga Allah  memberikan pahala berlipat ganda atas segala amal kebajikannya. Semoga  Allah meridhoi kehidupan dan kepulangannya. Dan bila si fulan ini  memiliki kesalahan dan kekhilafan, semoga Allah mengampunkannya,"  pungkas Kiai Nuril mengakhiri tausiyahnya. (min) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-2386056459595046068?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/2386056459595046068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/adab-memintakan-ampunan-bagi-jenazah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2386056459595046068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2386056459595046068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/adab-memintakan-ampunan-bagi-jenazah.html' title='Adab Memintakan Ampunan Bagi Jenazah'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5uVblDUK6I/AAAAAAAAAMs/DRryxYbFHL8/s72-c/82610_jenazah_gus_dur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-3781516112017810146</id><published>2010-03-13T05:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T05:29:21.019-08:00</updated><title type='text'>SHOLAWAT FATIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5uSxqRvvNI/AAAAAAAAAMk/0aJEZ3WACfw/s1600-h/sholawat-3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5uSxqRvvNI/AAAAAAAAAMk/0aJEZ3WACfw/s400/sholawat-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448109556094713042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sholawat Fatih ini merupakan kebanggaan  tarekat Tijaniyah, adapun lafadz sholawat Fatih ini adalah&lt;/p&gt; &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ  لِمَا أَغْلَقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ  الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ  وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Artinya: “Ya Allah berikanlah shalawat  kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan  yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan  kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada  keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang  agung.”&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para pengikut tijaniyah berkeyakinan bahwa sholawat fatih ini  adalah firman Allah yang disampaikan Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi  wasallam  kepada Syekh Ahmad bi Muhammab At Tijaniyah dalam keadaan  mimpi dan juga dalam keadaan sadar dan keutamaan satu kali membaca  sholawat fatih ini adalah 6 kali khatam Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-3781516112017810146?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/3781516112017810146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/sholawat-fatih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/3781516112017810146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/3781516112017810146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/sholawat-fatih.html' title='SHOLAWAT FATIH'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5uSxqRvvNI/AAAAAAAAAMk/0aJEZ3WACfw/s72-c/sholawat-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-156433433431734597</id><published>2010-03-12T01:40:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:44:06.104-08:00</updated><title type='text'>KILAS BALIK PERSIB MAUNG BANDUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5oMzY201-I/AAAAAAAAAMc/7vnH0yjKCe8/s1600-h/bobotoh+persib.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5oMzY201-I/AAAAAAAAAMc/7vnH0yjKCe8/s400/bobotoh+persib.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447680776243304418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient-5%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum bernama Persib, di Kota &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond ( BIVB ) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; seperti &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; dan Jatinegara Jakarta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung ( PSIB ) dan National Voetball Bond ( NVB ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar &lt;st1:place st="on"&gt;St.&lt;/st1:place&gt; Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di Bandung pun saat itu pun sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung &amp;amp; Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan dipinggiran &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, UNI dan SIDOLIG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.Klub- klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada masa Revolusi Fisik, setelah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Melainkan tersebar diberbagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;. Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kelahiran yang kemudian membesarkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953- 1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah secretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangunkan Sekretariat Persib di Cilentah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Awal Persib memiliki gedung yang kini berada di Jalan Gurame, adalah upaya R. Soendoro, seorang overste replubiken yang baru keluar dari LP Kebonwaru pada tahun 1949. Pada waktu itu, melalui kepengurusan yang dipimpinnya, Soendoro menghadap kepada R. Enoch yang kebetulan kawan baiknya. Dari hasil pembicaraan, Walikota mendukung dan memberikan sebidang tanah di Jalan Gurame sekarang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada saat itu, karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, Persib tidak memiliki dana untuk membangun gedung, Soendoro kembali menemui Walikota dan menyatakan, “ Taneuh puguh deui, tapi rapat ditiungan ku langit biru,” kata Soendoro.&lt;br /&gt;Akhirnya Enoch juga membantu membangun gedung yang kemudian mengalami dua kali renovasi. Kiprah Soendoro sendiri didunia sepak bola diteruskan putranya, antara lain, Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, Risnandar, dan Giantoro serta cucunya Hari Susanto.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam menjalankan roda organisasi beberapa nama yang juga berperan dalam berputarnya roda organisasi Persib adalah Mang Andun dan Mang Andi. Kedua kakak beradik ini adalah orang lapangan Persib. Tugas keduanya, sekarang ini dilanjutkan oleh putra dan menantunya, Endang dan Ayi sejak 90-an. Selain juga staf administrasi Turahman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Renovasi pertama dilakukan pada kepemimpinan Kol. CPM Adella ( 1953- 1963 ). Kini sekretariat Persib di Jalan Gurame itu sudah cukup representatif, apalagi setelah Ketua Umum H. Wahyu Hamijaya ( 1994- 1998 ) merenovasi gedung tersebut sehingga menjadi kantor yang memadai untuk mewadahi berbagai kegiatan kesekretariatan Persib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan Persib menjaga nilai- nilai dan tradisinya serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentu tidak lepas dari figur Ketua Umum bukan hanya figur yang berkemampuan mengelola organisasi dalam artian agar organisasi itu terus hidup, melainkan juga figur yang mampu menggali potensi dan mengakomodasikan kekuatan yang ada, sehingga kiprah Persib dalam kancah sepakbola nasional terus berlangsung lewat berbagai karya Persib. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-156433433431734597?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/156433433431734597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/kilas-balik-persib-maung-bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/156433433431734597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/156433433431734597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/kilas-balik-persib-maung-bandung.html' title='KILAS BALIK PERSIB MAUNG BANDUNG'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5oMzY201-I/AAAAAAAAAMc/7vnH0yjKCe8/s72-c/bobotoh+persib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-936106435259691868</id><published>2010-03-12T00:50:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:40:04.138-08:00</updated><title type='text'>MATERI PARADIGMA KRITIS TRANSFORMATIF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5oBvX80d7I/AAAAAAAAAMU/uVJYrLoXbtE/s1600-h/logo-pmii-deui.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5oBvX80d7I/AAAAAAAAAMU/uVJYrLoXbtE/s400/logo-pmii-deui.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447668612652627890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOPINE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	vertical-align:super;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/KOPINE~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/KOPINE~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/KOPINE~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/KOPINE~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:8.5in 14.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.3in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1; 	mso-footnote-numbering-style:chicago;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Apakah Paradigma itu?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Paradigma pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Khun, seorang ahli fisika teoritik, dalam bukunya “The Struktur Of Scientific Revolution”, yang dipopulerkan oleh Robert Friederichs (The Sociologi Of Sociology; 1970), Lodhal dan Cardon (1972), Effrat (1972), dan Philips (1973).Sementara Khun sendiri, seperti ditulis Ritzer (1980) tidak mendefinisikan secara jelas pengertian paradigma. Bahkan menggunakan kata paradigma dalam 21 konteks yang berbeda. Namun dari 21 pengertian tersebut oleh Masterman diklasifikasikan dalam tiga pengertian paradigma.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Paradigma metafisik yang mengacu pada sesuatu yang menjadi pusat kajian ilmuwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Paradigma Sosiologi yang mengacu pada suatu kebiasaan sosial masyarakat atau penemuan teori yang diterima secara umum. Paradigma Konstrak sebagai sesuatu yang mendasari bangunan konsep dalam lingkup tertentu, misalnya paradigma pembangunan, paradigma pergerakan dll.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Masterman sendiri merumuskan paradigma sebagai “pandangan mendasar dari suatu ilmu yang menjadi pokok persoalan yang dipelajari (a fundamental image a dicipline has of its subject matter).Sedangkan George Ritzer mengartikan paradigma sebagai apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dipelajari, bagaimana seharusnya menjawabnya, serta seperangkat aturan tafsir sosial dalam menjawab persoalan-persoalan tersebut. Maka, jika dirumuskan secara sederhana sesungguhnya paradigma adalah “How to see the Word” semacam kaca mata untuk melihat, memaknai, menafsirkan masyarakat atau realitas sosial. Tafsir sosial ini kemudian menurunkan respon sosial yang memandu arahan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;pergerakan.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Apakah yang disebut Teori kritis?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Apa sebenarnya makna “Kritis”? Menurut kamus ilmiah populer, kritis adalah Tajam/tegas dan teliti dalam menanggapi atau memberikan penilaian secara mendalam. Sehingga teori kritis adalah teori yang berusaha melakukan analisa secara tajam dan teliti terhadap realitas. Secara historis, berbicara tentang teori kritis tidak bisa lepas dari MadzhabFrankfurt.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dengan kata lain, teori kritis merupakan produk dari institute penelitian sosial, Universitas Frankfurt Jerman yang digawangi oleh kalangan neo-marxis Jerman. Teori Kritis menjadi disputasi publik di kalangan filsafat sosial dan sosiologi pada tahun 1961. Konfrontasi intelektual yang cukup terkenal adalah perdebatan epistemologi sosial antara Adorno (kubu Sekolah Frankfurt - paradigma kritis) dengan Karl Popper (kubu Sekolah Wina - paradigma neo positivisme/neo kantian). Konfrontasi berlanjut antara Hans Albert (kubu Popper) dengan Jürgen Habermas (kubu Adorno). Perdebatan ini memacu debat positivisme dalamsosiologi german, Habermas adalah tokoh yang berhasil mengintegrasikan metode analitis ke dalam pemikiran dialektis Teori Kritis. Teori kritis adalah anak cabang pemikiran marxis dan sekaligus cabang marxisme yang paling jauh meninggalkan Karl Marx (Frankfurter Schule).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Cara dan ciri pemikiran aliran &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: rgb(255, 255, 255);" st="on"&gt;Frankfurt&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; disebut ciri teori kritik masyarakat “eine Kritische Theorie der Gesselschaft”. Teori ini mau mencoba memperbaharui dan merekonstruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. Ciri khas dari teori kritik masyarakat adalah bahwa teori tersebut bertitik tolak dari inspirasi pemikiran sosial Karl Marx, tapi juga sekaligus melampaui bangunan ideologis marxisme bahkan meninggalkan beberapa tema pokok Marx dan menghadapi masalah masyarakat industri maju secara baru dan kreatif, Beberapa tokoh Teori Kritis angkatan pertama adalah Max Horkheimer, Theodor Wiesengrund Adorno (musikus, ahli sastra, psikolog dan filsuf), Friedrich Pollock (ekonom), Erich Fromm (ahli psikoanalisa Freud), Karl Wittfogel (sinolog), Leo Lowenthal (sosiolog), Walter Benjamin (kritikus sastra), Herbert Marcuse (murid Heidegger yang mencoba menggabungkan fenomenologi dan marxisme, yang juga selanjutnya Marcuse menjadi “nabi” gerakan New Left di Amerika). Pada intinya madzhab &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: rgb(255, 255, 255);" st="on"&gt;Frankfurt&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; tidak puas atas teori Negara Marxian yang terlalu bertendensi determinisme ekonomi. Determinisme ekonomi berasumsi bahwa perubahan akan terjadi apabila masalah ekonomi sudah stabil. Jadi basic strurtur (ekonomi) sangat menentukan supras truktur (politik, sosial, budaya, pendidikan dan seluruh dimensi kehidupan manusia). Kemudian mereka mengembangkan kritik terhadap masyarakat dan berbagai sistem pengetahuan. Teori kritis tidak hanya menumpukkan analisisnya pada struktur sosial, tapi teori kritis juga memberikan perhatian pada kebudayaan masyarakat (culture society). &lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Seluruh program teori kritis Madzhab Frankfurt dapat dikembalikan pada sebuah manifesto yang ditulis di dalam Zeischrift tahun 1957 oleh Horkheimer. Dalam artikel tentang “Teori Tradisional dan teori Kritik” (Traditionelle und KritischeTheorie) ini, konsep “Teori kritis” pertama kalinya muncul. Tokoh utama teori kritis ini adalah Max Horkheimer (1895-1973), Theodor Wiesengrund Adorno (1903-1969) dan Herbert Marcuse (1898-1979) yang kemudian dilanjutkan oleh Generasi kedua mazhab Frankfur, yaitu Jurgen Habermas yang terkenal dengan teori komunikasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Diungkapkan Goerge Ritzer, secara ringkas teori kritis berfungsi untuk mengkritisi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Teori Marxian yang deterministic yang menumpukan semua persoalan pada bidang ekonomi. Positivisme dalam Sosiologi yang mencangkok metode sains eksak dalam wilayah sosial-humaniora katakanlah kritik epistimologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Teori- teori sosiologi yang kebanyakan hanya memperpanjang status quo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik terhadap masyarakat modern yang terjebal pada irrasionalitas, nalar teknologis,nalar instrumental yang gagal membebaskan manusia dari dominasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik kebudayaan yang dianggap hanya menghancurkan otentisitas kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Madzhab Frankfrut mengkarakterisasikan berpikir kritis dengan empat hal :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;1. Berpikir dalam totalitas (dialektis)&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;2. Berpikir empiris-historis&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;3. Berpikir dalam kesatuan teori dan praksis&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;4. Berpikir dalam realitas yang tengah dan terus bekerja (working reality).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mereka mengembangkan apa yang disebut dengan kritik ideology atau kritik dominasi. Sasaran kritik ini bukan hanya pada struktur sosial namun juga pada ideologi dominan dalam masyarakat. Teori Kritis berangkat dari 4 (empat sumber) kritik yang dikonseptualisasikan oleh Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx dan Sigmund Freud&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik dalam pengertian Kantian&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Immanuel Kant melihat teori kritis dari pengambilan suatu ilmu pengetahuan secara subyektif sehingga akan membentuk paradigma segala sesuatu secara subyektif pula. Kant menumpukkan analisisnya pada aras epistemologis; tradisi filsafat yang bergulat pada persoalan “isi” pengetahuan. Untuk menemukan kebenaran, Kant mempertanyakan “condition of possibility” bagi pengetahuan. Bisa juga disederhanakan bahwa kitik Kant terhadap epistemologi tentang (kapasitas rasio dalam persoalan pengetahuam) bahwa rasio dapat menjadi kritis terhadap kemampuannya sendiri dan dapat menjadi ‘pengadilan tinggi’. Kritik ini bersifat transendental. Kritik dalam pengertian pemikiran Kantian adalah kritik sebagai kegiatan menguji kesahihan klaim pengetahuan tanpa prasangka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik dalam pengertian Hegelian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik dalam makna Hegelian merupakan kritik terhadap pemikiran kritis Kantian. Menurut Hegel, Kant berambisi membangun suatu “meta-teori” untuk menguji validitas suatu teori. Menurut Hegel pengertian kritis merupakan refleksi-diri dalam upaya menempuh pergulatan panjang menuju ruh absolute. Hegel merupakan peletak dasar metode berpikir dialektis yang diadopsi dari prinsip tri-angle-nya Spinoza Diktumnya yang terkenal adalah therational is real, the real is rational. Sehingga, berbeda dengan Kant, Hegel memandang teori kritis sebagai proses totalitas berfikir. Dengan kata lain, kebenaran muncul atau kritisisme bisa tumbuh apabila terjadi benturan dan pengingkaran atas sesuatu yang sudah ada. Kritik dalam pengertian Hegel didefinisikan sebagai refleksi diri atas tekanan dan kontradiksi yang menghambat proses pembentukan diri-rasio dalam sejarah manusia&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik dalam pengertian Marxian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Menurut Marx, konsep Hegel seperti orang berjalan dengan kepala. Ini adalah terbalik. Dialektika Hegelian dipandang terlalu idealis, yang memandang bahwa, yang berdialektika adalah pikiran. Ini kesalahan serius sebab yang berdialektika adalah kekuatan-kekuatan material dalam masyarakat. Pikiran hanya refleksi dari kekuatan material (modal produksi masyarakat). Sehingga teori kritisbagi Marx sebagai usaha mengemansipasi diri dari penindasan dan elienasi yang dihasilkan oleh penguasa di dalam masyarakat. Kritik dalam pengertian Marxian berarti usaha untuk mengemansipasi diri dari alienasi atau keterasingan yang dihasilkan oeh hubungan kekuasaan dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritik dalam pengertian Freudian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Madzhab frankfrut menerima Sigmun Freud karena analisis Freudian mampu memberikan basis psikologis masyarakat dan mampu membongkar konstruk kesadaran dan pemberdayaan masyarakat. Freud memandang teori kritis dengan refleksi dan analisis psikoanalisanya. Artinya, bahwa orang bisa melakukan sesuatu karena didorong oleh keinginan untuk hidupnya sehingga manusia melakukan perubahan dalam dirinya. Kritik dalam pengertian Freudian adalah refleksi atas konflik psikis yang menghasilkan represi dan memanipulasi kesadaran. Adopsi Teori Kritis atas pemikiran Freudian yang sangat psikologistik dianggap sebagai pengkhianatan terhadap ortodoksi marxisme klasik.Berdasarkan empat pengertian kritis di atas, teori kritis adalah teori yang bukan hanya sekedar kontemplasi pasif prinsip-prinsip obyektif realitas, melainkan bersifat emansipatoris. Sedang teori yang emansipatoris harus memenuhi tiga syarat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a. bersifat kritis dan curiga terhadap segala sesuatu yang terjadi pada zamannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;b. berfikir secara historis, artinya selalu melihat proses perkembangan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;c. tidak memisahkan teori dan praksis. Tidak melepaskan fakta dari nilai semata-mata untuk mendapatkan hasil yang obyektif.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Paradigma Kritis; Sebuah Sintesis Perkembangan Paradigma Sosial&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;William Perdue, menyatakan dalam ilmu sosial dikenal adanya tiga jenis utama paradigma:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Order Paradigm (Paradigma Keteraturan)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse; color: rgb(255, 255, 255);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200); border-width: 1pt; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 153.8pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="205"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;    &lt;/span&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;ELEMEN PARADIGMATIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset none; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200) -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 141.85pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="189"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;ASUMSI DASAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset none; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200) -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 141.75pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="189"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;TYPE IDEAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 153.8pt;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi sifat   dasar manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 141.85pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Rasional, memiliki   kepentingan pribadi, ketidakseimbangan personal dan berpotensi memunculkan   dis integrasi sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Pandangan hobes   mengenai konsep dasar Negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 153.8pt;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi tentang   masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 141.85pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Consensus,   kohesif/fungsional struktural, ketidakseimbangan sosial, ahistoris,   konservatif, pro-status quo, anti perubahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Negara&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Republic&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt; Plato &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 153.8pt;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi ilmu   pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 141.85pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Sistematic,   positivistic, kuantitatif dan prediktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Fungsionalisme   Auguste Comte, fungsionalisme Durkheim, fungsionalisme struktural Talcot   Parson&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Inti dari paradigma keteraturan adalah bahwa masyarakat dipandang sebagai sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan sistemik. Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur sosial adalah fungsional terhadap struktur lainnya. Kemiskinan, peperangan, perbudakan misalnya, merupakan suatu yang wajar, sebab fungsional terhadap masyarakat. Ini yang kemudian melahirkan teori strukturalisme fungsional. Secara eksternal paradigma ini dituduh a historis, konservatif, pro-satus quo dan karenanya, anti-perubahan. Paradigma ini mengingkari hukum kekuasaan : setiap ada kekuasaan senantiasa ada perlawanan&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;. Conflic Paradigm (Paradigma Konflik)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse; color: rgb(255, 255, 255);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200); border-width: 1pt; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 154pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;ELEMEN PARADIGMATIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset none; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200) -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 142pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="189"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;ASUMSI DASAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset none; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200) -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 142pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="189"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;TYPE IDEAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 154pt;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi sifat   dasar manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 142pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Rasional,kooperatif,   sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 142pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Konsep homo feber   hegel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 154pt;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi tentang   masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 142pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Integrasi sosial   terjadi karena adanya dominasi, konflik menjadi instrument perubahan, utopia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 142pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Negara&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Republic&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt; plato &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 154pt;" width="205"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi ilmu   pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 142pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Filsafat   materialisme, histories, holistic, dan terapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 142pt;" width="189" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Materialisme   historis marx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Secara konseptual paradigma Konflik menyerang paradigma keteraturan yang mengabaikan kenyataan bahwa : &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Setiap unsur-unsur sosial dalam dirinya mengandung kontradiksi-kontradiksi internal yang menjadi prinsip penggerak perubahan- Perubahan tidak selalu gradual; namun juga revolusioner- Dalam jangka panjang sistem sosial harus mengalami konflik sosial dalam lingkar setan (vicious circle) tak berujung pangkal Kritik itulah yang kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi paradigma konflik. Konflik dipandang sebagai inhern dalam setiap komunitas, tak mungkin dikebiri, apalagi dihilangkan. Konflik menjadi instrument perubahan.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Plural Paradigm (Paradigma plural)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse; color: rgb(255, 255, 255);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200); border-width: 1pt; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 169.45pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; color: rgb(255, 255, 255);" width="226"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;ELEMEN PARADIGMATIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset none; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200) -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 124.3pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="166"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;ASUMSI DASAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid inset none; border-color: windowtext windowtext rgb(212, 208, 200) -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 0%; width: 138.25pt; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" width="184"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;TYPE IDEAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 169.45pt;" width="226"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi sifat   dasar manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 124.3pt;" width="166" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Manusia bertindak   atas kesadaran subyektif, memiliki kebebasan menafsirkan realitas/aktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 138.25pt;" width="184" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Konsep kesadaran   diri imanuel kant&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 169.45pt;" width="226"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi tentang   masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 124.3pt;" width="166" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Struktur internal   yang membentuk kesadaran manusia, kontrak sosial sebagai mekanisme control.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 138.25pt;" width="184" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Konsep kontrak   sosial J.J Rousseau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 169.45pt;" width="226"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Imajinasi ilmu   pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 124.3pt;" width="166" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Filsafat idealisme,   tindakan manusia tidak dapat diprediksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 138.25pt;" width="184" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:11pt;"  &gt;Metode Verstehen   Weber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:11pt;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dari kontras/perbedaan antara paradigma keteraturan dan paradigma konflik tersebut melahirkan upaya membangun sintesis keduanya yang melahirkan paradigma plural. Paradigma plural memandang manusia sebagai sosok yang independent, bebas dan memiliki otoritas serta otonomi untuk melakukan pemaknaan dan menafsirkan realitas sosial yang ada disekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Terbentuknya Paradigma Kritis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ketiga paradigma di atas merupakan pijakan-pijakan untuk membangun paradigma baru. Dari optic pertumbuhan teori sosiologi telah lahir Paradigma kritis setelah dilakukan elaborasi antara paradigma pluralis dan paradigma konflik. Paradigma pluralis memberikan dasar pada paradigma kritis terkait dengan asumsinya bahwa manusia merupakan sosok yang independent, bebas dan memiliki otoritas untuk menafsirkan realitas. Sedangkan paradigma konflik mempertajam paradigma kritis dengan asumsinya tentang adanya pembongkaran atas dominasi satu kelompok pada kelompok yang lain.. Apabila disimpulkan apa yang disebut dengan paradigma kritis adalah paradigma yang dalam melakukan tafsir sosial atau pembacaan terhadap realitas masyarakat bertumpu pada:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Analisis struktural: membaca format politik, format ekonomi dan politik hukum suatu masyarakat, untuk menelusuri nalar dan mekanisme sosialnya untuk membongkar pola dan relasi sosial yang hegemonik, dominatif, dan eksploitatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Analisis ekonomi untuk menemukan fariabel ekonomi politikbaik pada level nasional maupun internasional.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Analisis kritis yang membongkar “the dominant ideology” baik itu berakar pada agama, nilai-nilai adat, ilmu atau filsafat. Membongkar logika dan mekanisme formasi suatu wacana resmi dan pola-pola eksklusi antar wacana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Psikoanalisis yang akan membongkar kesadaran palsu di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Analisis kesejarahan yang menelusuri dialektika antar tesis-tesis sejarah, ideologi, filsafat, aktor-aktor sejarah baik dalam level individual maupun sosial, kemajuan dan kemunduran suatu masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kritis dan Transformatif&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Namun Paradigma kritis baru menjawab pertanyaan : struktur formasi sosial seperti apa yang sekarang sedang bekerja. Ini baru sampai pada logika dan mekanisme working-sistem yang menciptakan relasi tidak adil, hegemonik, dominatif, dan eksploitatif; namun belum mampu memberikan prespektif tentang jawaban terhadap formasi sosial tersebut; strategi mentransformasikannya; disinilah “Term Transformatif” melengkapi teori kritis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dalam perspektif Transformatif dianut epistimologi perubahan non-esensialis. Perubahan yang tidak hanya menumpukan pada revolusi politik atau perubahan yang bertumpu pada agen tunggal sejarah; entah kaum miskin &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: rgb(255, 255, 255);" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; (KMK), buruh atau petani, tapi perubahan yang serentak yang dilakukan secara bersama-sama. Disisi lain makna tranformatif harus mampu mentranformasikan gagasan dan gerakan sampai pada wilayah tindakan praksis ke masyarakat. Model-model transformasi yang bisa dimanifestasikan pada dataran praksis antara lain:&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Transformasi dari Elitisme ke Populisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dalam model tranformasi ini digunakan model pendekatan, bahwa mahasiswa dalam melakukan gerakan sosial harus setia dan konsisten mengangkat isu-isu kerakyatan, semisal isu advokasi buruh, advokasi petani, pendampingan terhadap masyarakat yang digusur akibat adanya proyek pemerintah yang sering berselingkuh dengan kekuatan pasar (kaum kapitalis) dengan pembuatan mal-mal, yang kesemuanya itu menyentuh akan kebutuhan rakyat secara riil. Fenomena yang terjadi masih banyak mahasiswa yang lebih memprioritaskan isu elit, melangit dan jauh dari apa yang dikehendaki oleh rakyat, bahkan kadang sifatnya sangat utopis. Oleh karena itu, kita sebagai kaum intelektual terdidik, jangan sampai tercerabut dari akar sejarah kita sendiri. Karakter gerakan mahasiswa saat ini haruslah lebih condong pada gerakan yang bersifat horisonta.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Transformasi dari Negara ke Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Model tranformasi kedua adalah transformasi dari Negara ke masyarakat. Kalau kemudian kita lacak basis teoritiknya adalah kritik yang dilakukan oleh Karl Marx terhadap G.W.F. Hegel. Hegel memaknai Negara sebagai penjelmaan roh absolute yang harus ditaati kebenarannya dalam memberikan kebijakan terhadap rakyatnya. Disamping itu, Hegel mengatakan bahwa Negara adalah satu-satunya wadah yang paling efektif untuk meredam terjadinya konflik internal secara nasional dalam satu bangsa. Hal ini dibantah Marx. Marx mengatakan bahwa justru masyarakatlah yang mempunyai otoritas penuh dalam menentukan kebijakan tertinggi. Makna transformasi ini akan sesuai jika gerakan mahasiswa bersama-sama rakyat bahu-membahu untuk terlibat secara langsung atas perubahan yang terjadi disetiap bangsa atau Negara.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Transformasi dari Struktur ke Kultur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bentuk transformasi ketiga adalah transformasi dari struktur ke kultur, yang mana hal ini akan bisa terwujud jika dalam setiap mengambil keputusan berupa kebijakan-kebijakan ini tidak sepenuhnya bersifat sentralistik seperti yang dilakukan pada masa orde baru, akan tetapi seharusnya kebijakan ini bersifat desentralistik. Jadi, aspirasi dari bawah harus dijadikan bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan, hal ini karena rakyatlah yang paling mengerti akan kebutuhan, dan yang paling bersinggungan langsung dengan kerasnya benturan sosial di lapangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Transformasi dari Individu ke Massa&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Model transformasi selanjutnya adalah transformasi dari individu ke &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: rgb(255, 255, 255);" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;. Dalam disiplin ilmu sosiologi disebutkan bahwa manusia adalah mahluk sosial, yang sangat membutukan kehadiran mahluk yang lain. Bentuk-bentuk komunalitas ini sebenarnya sudah dicita-citakan oleh para foundhing fathers kita tentang adanya hidup bergotong royong. Rasa egoisme dan individualisme haruslah dibuang jaung-jauh dari sifat manusia. Salah satu jargon yang pernah dikatakan oleh Tan Malaka (Sang Nasionalis Kiri), adalah adanya aksi &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: rgb(255, 255, 255);" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;. Hal ini tentunya setiap perubahan meniscayakan adanya power atau kekuatan rakyat dalam menyatukan program perjuangan menuju perubahan sosial dalam bidang apapun (ipoleksosbudhankam).&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Paradigma Kritis Transformatif (PKT ) yang diterapkan di PMII?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dari paparan diatas, terlihat bahwa PKT sepenuhnya merupakan proses pemikiran manusia, dengan demikian dia adalah sekuler. Kenyataan ini yang membuat PMII dilematis, karena akan mendapat tuduhan sekuler jika pola pikir tersebut diberlakukan. Untuk menghindari dari tudingan tersebut, maka diperlukan adanya reformulasi penerapan PKT dalam tubuh warga pergerakan. Dalam hal ini, paradigma kritis diberlakukan hanya sebagai kerangka berpikir dan metode analisis dalam memandang persoalan. Dengan sendirinya dia tidak dilepaskan dari ketentuan ajaran agama, sebaliknya justru ingin mengembalikan dan memfungsikan ajaran agama sebagaimana mestinya. PKT berupaya menegakkan harkat dan martabat kemanusiaan dari belenggu, melawan segala bentuk dominasi dan penindasan, membuka tabir dan selubung pengetahuan yang munafik dan hegemonik. Semua ini adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Islam. Oleh karenanya pokok-pokok pikiran inilah yang dapat diterima sebagai titik pijak penerapan PKT di kalangan warga PMII.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;   &lt;hr style="color: rgb(255, 255, 255);" width="33%" align="left" size="1"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255);" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3505998398855964472#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[*]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:9pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Disampaikan dalam diskusi kader Ulul Albab PMII Miftahul Huda&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-936106435259691868?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/936106435259691868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/materi-paradigma-kritis-transformatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/936106435259691868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/936106435259691868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/materi-paradigma-kritis-transformatif.html' title='MATERI PARADIGMA KRITIS TRANSFORMATIF'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5oBvX80d7I/AAAAAAAAAMU/uVJYrLoXbtE/s72-c/logo-pmii-deui.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-2785954693662271494</id><published>2010-03-08T08:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T09:00:25.599-08:00</updated><title type='text'>PC NU Subang Adakan Latihan Kepemimpinan Kader NU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5UjVXB1jOI/AAAAAAAAALs/QEzZd_hC7-M/s1600-h/lakpesdam+jateng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 160px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5UjVXB1jOI/AAAAAAAAALs/QEzZd_hC7-M/s400/lakpesdam+jateng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446298174240427234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subang, 07 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 100 orang kader Nahdatul Ulama (NU) yang terdiri dari IPNU, PMII, GP ANSOR, Patayat NU dan Muslimat NU dari berbagai daerah di Kabupaten Subang, mengikuti Latihan Kepemimpinan NU bertempat di Aula PC NU Kabupaten Subang, Jalan Darmoharjo, Subang.&lt;br /&gt;Pelatihan Kepemimpinan NU yang dilaksanakan selama dua hari (Sabtu-Minggu) itu, berthemakan “Memperkuat Sumber Daya manusia (SDM) NU Kabupaten Subang yang Mandiri dan Berkeberadaban”.&lt;br /&gt;Ketua NU Kabupaten Subang KH Musyfik Amrullah, Lc., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa latihan kepemimpinan bagi kader  NU Subang merupakan tujuan yang sangat mulia, dalam rangka era kepemimpinan NU ke depan.&lt;br /&gt;Dikatakan Musyfik, seperti diketahui bahwa NU adalah lembaga atau ormas terbesar di Indonesia. Selama ini kader-kader NU ada dimana-mana baik di politisi, pengusaha maupun di lembaga pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;Langkah Pengurus NU Cabang Subang ke depan akan menyelesaikan gedung secretariat yang pembangunannya baru 30 %. Selain itu NU Subang juga akan membuka sekolah dilingkungan secretariat Pengurus Cabang NU Subang, diantaranya membuka SMA dan SMK Islam, ujar Musyfik Amrullah.&lt;br /&gt;Sementara Rois NU Kabupaten Subang Drs. KH. Moch Musa Mutaqin, M.Si., yang juga Kakandepag Subang menghimbau agar para peserta mengikuti latihan dengan sebaik-baiknya, karena kedepan tidak ingin lagi kasus krisis kepemimpinan. Untuk itu para pemuda yang cerah harus menjadi pemimpin, katanya.&lt;br /&gt;Para peserta latihan kepemimpinan NU, juga mendapat pengarahan diantaranya dari KH. DR. Masdar Farid Mashudi dari PBNU, tentang Rencana Strategis NU Tahun 2010-2015, serta menyongsong Satu Abad NU 2026.&lt;br /&gt;Sedangkan HM Surjani Ichsan menyampaikan ceramah tentang Faham Aswaja serta pandangan insklusif serta aplikasi di daerah. Dan Otonomi daerah dan partisifasi masyarakat dalam kebijakan public disampaikan oleh H. Qomarudin Thaher (Wakil Ketua DPRD Jawa Barat).&lt;br /&gt;Hari ini minggu, para peserta akan mendapatkan pengarahan dari DPRD Subang tentang “Tupoksi DPRD”, dan tentang Posisi dan peran setrategis ormas dalam kehidupan social kemasyarakatan disampaikan Kepala Kesbangpol Linmas Kab Subang, dan selanjutnya situasi sosail, ekonomi, pendidikan dan budaya di Kabupaten Subang akan disampaikan Sekda Kab Subang. (adang)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-2785954693662271494?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/2785954693662271494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/pc-nu-subang-adakan-latihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2785954693662271494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/2785954693662271494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/03/pc-nu-subang-adakan-latihan.html' title='PC NU Subang Adakan Latihan Kepemimpinan Kader NU'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S5UjVXB1jOI/AAAAAAAAALs/QEzZd_hC7-M/s72-c/lakpesdam+jateng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-9190940785993745463</id><published>2010-02-22T05:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T06:00:26.787-08:00</updated><title type='text'>KESETARAAN GENDER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S4KN1YUnzuI/AAAAAAAAALE/_o9lJ__pU5o/s1600-h/perempuan-pejuang-keluarga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S4KN1YUnzuI/AAAAAAAAALE/_o9lJ__pU5o/s400/perempuan-pejuang-keluarga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441067248018509538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient-4%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph 	{mso-style-name:"List Paragraph"; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraphCxSpFirst, li.ListParagraphCxSpFirst, div.ListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpFirst"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraphCxSpMiddle, li.ListParagraphCxSpMiddle, div.ListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpMiddle"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraphCxSpLast, li.ListParagraphCxSpLast, div.ListParagraphCxSpLast 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpLast"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:56.7pt 42.55pt 42.55pt 56.7pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1610776002; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1076581806 969022266 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:69.0pt; 	text-indent:-51.0pt;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Kesetaraan yang dimaksud adalah kondisi dan posisi yang menggambarkan kemitraan yang selaras, serasi dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh peluang/kesempatan dalam mengakses, partisipasi, control dan manfaat dalam pelaksanaan pembangunan serta menikmati hasil pembangunan dalam kehidupan keluarga, maupun dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;2. Dilakukan upaya pemberdayaan perempuan, bukan suatu kecengengan, tetapi &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang merupakan upaya yang mutlak dan wajib dilaksanakan oleh karena:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;a. UUD menyebutkan bahwa setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi maupun hukum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;b. UU HAM juga menyatakanan bahwa laki-laki dan perempuan punya HAM yang tidak berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;c. Tetapi faktanya kondisi dan posisi perempuan diberbagai bidang masih belum memadai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;d. Laki-laki dan perempuan harus berperan serta dalam pembangunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;3. Masalah Tenaga Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;Bekerja merupakan hak manusia laki-laki dan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya. Bekerja dapat dilakukan pada sektor formal maupun informal. Tempat bekerja bisa di dalam negeri maupun di luar negeri. Pekerja di Luar negeri pun ada 2 kelompok yaitu yang legal dan illegal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;Persoalan yang dihadapi perempuan bekerja cukup banyak antara lain; perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan dengan beban kerja yang sama, hak-hak perempuan berkaitan dengan kodratnya belum terpenuhi, pelecehan seksual dan lain-lain. Untuk pekerja di luar negeri, tidak diberikan gaji, kekerasan juga pelecehan seksual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;Berkaitan dengan persoalan diatas upaya yang dilakukan meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;Pencegahan terjadinya permasalahan ketenagakerjaan&lt;br /&gt;b. Perlindungan terhadap tenaga kerja perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;Dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;- Peningkatan kualitas hidup perempuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi&lt;br /&gt;- Membantu perempuan akses pada modal (MOU-MOU dengan bank)&lt;br /&gt;- Advokasi hak-hak buruh kepada perusahaan melalui asosiasi-asosiasi&lt;br /&gt;- KIE di daerah kantong Pengiriman Tenaga Kerja&lt;br /&gt;- Bekerja sama dengan departemen Tenaga Kerja dalam Penyusunan UU Perlindungan Tenaga Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;4. Kekerasan Dalam Rumah Tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Visi dari Pemberdayaan Perempuan adalah mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Faktanya kekerasan dalam rumah tangga masih sangat mernggejala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Seringkali persoalan ini dianggap urusan domestic, tetapi saat ini telah dibahas di DPR dan hampir final UU penghapusan KDRT yang mengatur tentang pengertian KDRT, ruang lingkup hak, perlindungan serta sangsi pelanggaran KDRT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; 5. Pornografi dan Pornoaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; a. Pornografi bermasalah karena pada dasarnya, Pornografi adalah merupakan sebuah bentuk kejahatan terhadap nilai-nilai sosial. Pornografi secara sengaja merendahkan dan melecehkan kaum perempuan menjadi sekedar objek seks yang tidak bermartabat dan pantas dieksploitasi. Pornografi juga sangat mungkin mendorong desakralisasi seks yang pada gilirannya menyebabkan setumpuk penyakit sosial, seperti AIDS dan penyakit menular seksual lainnya, perkosaan, kehamilan remaja, aborsi, perselingkuhan, perceraian, hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, pelacuran dan homoseksual/ lesbian, dlsbnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; b. Pornografi dan pornoaksi di media massa telah merembak dan menjadi masalah yang meresahkan masyarakat karena ditengarai dapat mempengaruhi perkembangan moral dan mengarah kepada pengabaian terhadap norma agama dan norma yang berlaku di masyarakat. Kondisi ini sangat menghawatirkan terhadap pertumbuhan generasi muda yang mengarah kepada pergaulan bebas, maraknya pesta-pesta seks dikalangan orang dewasa dan remaja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; c. Sebagai ilustrasi di Indonesia pornografi perlu mendapat perhatian serius antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; 1) Adanya dampak bagi generasi muda adanya perilaku seks bebas usia dini, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pelecehan seksual, penyimpangan dikaitkan dengan HIV/AIDS, prostitusi, dll (Yayasan AIDS Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; 2) Peredaran VCD Porno dapat merusak masyarakat dan menjadi stimulan psikologis destruktif (BID, DIY, September 2002).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; 3) Data Polda DIY 2000 tentang pornografi : 1 kasus dengan 20 barang bukti, tahun 2001 meningkat menjadi 12 kasus dengan 523 barang bukti, tahun 2002 24 kasus dengan 2-4 barang bukti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; 4) Penelitian baru-baru ini di Yogyakarta, Agustus 2002, dari 2000 responden mahasiswi hanya 0,18 % yang belum pernah melakukan kegiatan seksual termasuk masturbasi, sedangkan 97,05 % telah melakukan “intercourse” pranikah. 5,9 % prnah melakukan aborsi. (Penelitian Lembaga Studi Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Yang pernah dilakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; a. Menggerakakan masyarakat untuk membendung pornografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; b. Advokasi kepada media massa melalui pertemuan-pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; c. Penyiapkan RUU Anti Pornografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; d. Melakukan pemantauan pada bentuk pornografi pada media cetak maupun elektronik (Media Watch)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; 6. Kesejahteraan dan Perlindungan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Negara Republik Indonesia telah meratifikasi The Convention on The Rights of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak (KHA), sejak tahun 1990 melalui Kepres No. 36/1990. Dengan telah diratifikasinya CRC maka Indonesia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Hak-hak anak yang telah disepakati dalam KHA adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; a. Hak sipil dan kebebasan;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; b. Hak mendapatkan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; c. Hak memperoleh pelayanan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; d. Hak memperoleh pendidikan;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; e. Hak mendapatkan perlindungan khusus;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Melalui Kepres 101/2001, Kementerian Pemberdayaan Perempuan mendapat mandat bahwa kesejahteraan dan perlindungan anak berada dibawah koordinasi KPP. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Untuk mengimplementasikan hak-hak anak tersebut, pemerintah/Negara RI telah memiliki Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; Undang-Undang ini didasari oleh 4 prinsip utama KHA, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; a. Non diskriminasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; b. Kepentingan terbaik bagi anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; c. Hak untuk hidup dan berkembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; d. Berpartisipasi&lt;/span&gt; &lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="SV" &gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-9190940785993745463?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/9190940785993745463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/02/kesetaraan-gender.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/9190940785993745463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/9190940785993745463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/02/kesetaraan-gender.html' title='KESETARAAN GENDER'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S4KN1YUnzuI/AAAAAAAAALE/_o9lJ__pU5o/s72-c/perempuan-pejuang-keluarga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-6766625444999066933</id><published>2010-02-22T05:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T05:56:17.313-08:00</updated><title type='text'>REKAYASA SOSIAL DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S4KMq8k1QZI/AAAAAAAAAK8/DqtbnS6RxQQ/s1600-h/selamatkan-indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S4KMq8k1QZI/AAAAAAAAAK8/DqtbnS6RxQQ/s400/selamatkan-indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441065969259987346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia pemaknaan, engineering akan lebih dikenal sebagai sebuah diksi dari dunia sains dan teknologi. Istilah mengacu kepada suatu proses rancang bangun yang disengaja dan direncanakan dengan cara dan teknik tertentu untuk mendapatkan sebuah hasil (berupa produk maupun karya) yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks sosial, pemakaian istilah engineering pernah disosialisasikan misalnya oleh Jalaludin Rahmat dalam bukunya Rekayasa Sosial, Reformasi atau Revolusi. Dalam buku ini engineering diartika sebagai sebuah rekayasa. Dalam konteks sosial ini engineering bisa dimaknai sebagai sebuah proses perancangan kondisi social seperti yang diinginkan (das sollen). Misi dalam proses ini jelas yaitu wujudnya kondisi sosial yang diharapkan. Keinginan untuk merancang kondisi sosial ini muncul ketika kondisi faktual (das sein) berjalan tidak seperti apa yang diharapkan. Atau dalam kata lain terdapat gap antara kondisi yang diinginkan (das sollen) dengan kondisi faktual (das sen). Dengan kondisi ini maka sebuah proses engineering dalam konteks sosial (yang bisa disebut juga sebagai social engineering) bisa disebut sebagai bagian dari disiplin aktifitas perubahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Social Engineering vis a vis Unplanned Social Change&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan dinamika sosial yang terjadi ditengah masyarakat, maka kita akan dapati perubahan selalu berjalan seiring dengan dinamika itu. Tanpa kita duga dan kita rencanakan banyak terjadi perubahan dalam masyarakat. Misalnya dalam masyarakat Minangkabau. Dahulu ada semacam atauran tidak tertulis dalam masyarakat bahwa setiap anak lelaki yang telah baligh harus ditempa di Surau (semacam langgar kalau di Jawa). Mereka belajar Al Quran disana dan juga Pencak Silat. Surau juga merupakan tempat yang paling sering mereka jadikan sebagai tempat beristirahat dimalam hari. Tapi pada kurun waktu terakhir ini, budaya seperti ini tidak lagi dilakoni oleh anak-anak muda yang baru baligh. Surau pun sering lebih sering kosong melompong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sosial semacam ini dapat disebut sebagai perubahan sosial yang tidak direncanakan (unplanned social change). Ciri utama perubahan semacam ini yaitu terjadi secara terus menerus dan perlahan-lahan tanpa ada yang mengarahkan dan merencanakan. Perubahan model begini lebih sering merupakan akibat perkembangan teknologi, pengetahuan dan globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Social Engineering, seperti yang kita bahas diatas perubahan model ini adalah perubahan yang disengaja, direncanakan dan memiliki cara dan teknik tertentu (yang bisa juga disebut sebagai metodologi). Selain itu perubahan ini juga menentukan disain akhir dari proses perubahan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat kondisi perubahan diatas, dalam konteks pergerakan yang menginginkan adanya perubahan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik tentulah model perubahan yang terencana yang menjadi concern kita. Karena ketika kita menetapkan akan mewujudkan masyarakat yang lebih baik, maka sesungguhnya kita telah menetapkan sebuah disain akhir dari proses yang akan kita lakukan, dan ini merupakan karakter khas dari social engineering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Problem Sosial dan Problem Individu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan Sosial Engineering, kita perlu memahami apa yang disebut problem sosial dan problem individu. Sebuah proyek sosial engineering ditetapkan karena adanya kondisi factual yang tidak seperti apa yang diharapkan. Seperti misalnya ada keinginan kita untuk memiliki sebuah institusi pemerintahan dan system yang betul menegakkan hukum, yang bebas dari intervensi asing dan mampu mensejahterakan masyarakat. Namun faktanya ternyata system kita adalah mandul dalam penegakkan hukum, selalu diintervensi asing dan gagal dalam mensejahterakan masyarakat. Maka disini ada ketidak sesuaian antara yang ideal (yang diharapkan) dengan hal yang real (factual). Dipandang dari sudut hal yang ideal, kondisi real yang seperti ini disebut sebagai sebuah masalah sosial atau problem sosial.&lt;br /&gt;Maka sebuah “proyek” Social Engineering (sepertinya bisa juga kita sebagai rancang bangun sosial) adalah sebuah proyek yang diluncurkan sebagai sebuah upaya dan proses untuk mengentaskan permasalahan sosial atau problem sosial.&lt;br /&gt;Dalam masyarakat selain terdapat problem sosial seperti yang kita contohkan, terdapat pula problem personal atau problem individu. Dalam menyelesaikan kasus atau masalah individui maka tentu tidak sama dengan menyelesaikan probem sosial. Akan terdapat perbedaan dari segi sasaran atau objek yang akan dirubah atau diselesaikan dan dari segi cara yang dipakai untuk merubah masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebuah problem individual tentu objeknya adalah individual atau personal, karena permasalahan yang terjadi skalanya adalah perorangan. Contoh permasalahan individu adalah kebodohan seorang anak. Maka untuk menyelesaikan masalah si anak tadi cukup meneliti keadaan si anak itu saja, kalau secara intelektual dia normal maka cukup dengan menyuruh sang anak untuk belajar lebih giat misalnya, atau memasukkan si anak bimbingan belajar atau dengan memberi motivasi berprestasi kepada si anak.&lt;br /&gt;Namun bagaimana kalau ternyata kebodohan anak ternyata dialami banyak anak? Nah, disinilah kemudian kita haruslah jeli, jika sebuah problem yang sepertinya masalah individual ternyata terjadi secara massif dan banyak hal itu tidak lagi dapat disebut sebagai masalah atau problem individual, tapi sudah tergolong sebagai sebuah problem sosial. Dan tentu dari segi cara yang dipakai untuk menyelesaikannya tidak bisa lagi dengan individual therapy, karena yang akan terselesaikan hanya permasalahan satu atau dua anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembedaan antara problem sosial dan problem individual harus betul-betul kita pahami, agar kita tidak salah dalam memberikan obat. Bukannya problemnya selesai, salah-salah malah kita kemudian menjadi bagian dari masalah nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Revolusi dan Reformasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah proses, Social Engineering memiliki tujuan mewujudkan sebuah bangunan sosial yang baru. Dimana terjadi perubahan pada berbagai tatanan sosial, relasi kekuasaan, bentuk dan fungsionalisasi institusi dan lembaga, serta komponen-komponen lain yang merupakan bagian dari pembentuk sebuah kondisi sosial. Bahkan proses ini bisa mendisain sebuah system sosial yang sama sekali baru untuk menggantikan system lama yang sudah “berkarat” dan bikin susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kemudian sebuah proses rancang bangun sosial bisa diarahkan kepada dua bentuk: revolusi atau reformasi. Pemilihan dari bentuk ini sangat tergantung dari :&lt;br /&gt;1. Ideas atau pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemahaman tentang fakta masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan ideas atau pemikiran merupakan basis utama konseptual dalam menentukan bentuk perubahan sosial yang kita tuju. Sebuah ideas atau pemikiran yang ideal akan mampu menjelaskan secara terperinci bangunan sosial yang ideal yang harus dirinci. Bahkan sebuah ideas yang paripurna bisa menerangkan metodologi yang harus ditempuh untuk mewujudkan sebuah perubahan sosial. Sebagai sebuah pemikiran, ideas tadi bisa bersumber dari dua hal, dari kemampuan atau kecerdasan intelektual dan dari wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika harus Memilih : Revolusi atau Reformasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita betul-betul menguasai ideas tentang wujud ideal kondisi sosial yang kita inginkan maka kita telah memiliki semacam standar yang akan kita gunakan sebagai pembanding dengan kondisi actual dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Memilih Revolusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi adalah sebuah perubahan total. Ia tidak sekedar merubah perbagian dari komponen sosial. Revolusi diluncurkan untuk mengganti sebuah tatanan atau system. Penggantian berasal dari pemahaman yang mendalam terhadap fakta yang dialami masyarakat. Penggantian tatanan atau system harus berangkat dari sebuah kondisi bahwa problem sosial yang terjadi telah begitu akut dan sangat jauh menyimpang dari ideas yang dimiliki. Permasalahan utama yang kemudian menyebabkan munculnya ide revolusi adalah perkara asas yang diterapkan dalam sebuah system. Asas dalam sebuah system merupakan hal yang fundamental. Asaslah yang menentukan menentukan banyak hal dalam masyarakat, terutama peraturan dan undang-undang yang akan dijalankan oleh masyarakat. Rusaknya sebuah asas ibarat rusaknya akar dalam sebatang pohon, yang akan menyebabkan kerusakan pada keseluruhan bagian dari pohon. Kerusakan sebauah asas dalam sebuah system akan berakibat fatal. Akan terjadi kerusakan dan penyimpangan dalam sebagian besar aspek kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah dibutuhkan revolusi. Sasaran utama dari revolusi merubah asas dari sebuah system. Penyebutan dari asas adalah ideology. Perubahan ini akan mewujudkan sebuah konsekwensi berubahnya secara total relasi kekuasaan dan bentuk serta fungsi lembaga dan institusi. Dalam sebuah revolusi masyarakat betul-betula akan dibawa ke dalam sebuah “alam” yang betul-betul baru. Mengenai ini Piotr Sztompka sebagaiman yang dikutip Jalaludin Rahmat menyebutkan: Revolusi adalah manifestitasi perubahan yang paling spektakuler. Revolusi menengarai guncanagn fundamental dalam proses sejarah, membentuk kembali masyarakat dari dalam dan merancang lagi bangsa. Revolusi tidak membiarkan apapun seperti sebelumnya, revolusi menutup satu zaman dan membuka zaman baru. Pada saat revolusi masyarakat mengalami puncak perannya, ledakan potensi transformasi diri. Pada bangkitnya revolusi, masyarakat dan para anggotanya seakan-akan dihidupkan kembali, hampir dilahirkan kembali. Dalam pengertian ini, revolusi adalah tanda kesehatan sosial. Masih menurut Sztomka sebuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dinamika sosial ada beberapa perubahan yang sering disebut-sebut sebagai revolusi, padahal tidak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kudeta (coup d`etat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberontakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mutiny (perlawanan), sebuah bentuk reaksi sosial berupa perlawanan tanpa disertai dengan visi yang jelas mengenai perubahan yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perang saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perang kemerdekaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kerusuhan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan perubahan sosial tidak dapat dikatakan sebagai revolusi? Karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Skala perubahan terbatas, tidak sampai mencakup semua tahap dan dimensi  masyarakat: ekonomi, politik, budaya, kehidupan sehari-hari dan bentuk serta fungsi lembaga&lt;br /&gt;2. Perubahan tersebut tidak sampai mencapai akar atau inti dari konstitusi dan fungsi dari tahap dan dimensi masyarakat yang disebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan sebuah revolusi ada 3 hal yang harus terpenuhi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adanya ideology alternative&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adanya organisasi yang kuat yang menjadi pelaku utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penciptaan momentum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Memilih Reformasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua adalah kebalikan dari revolusi. Reformasi hanya menyentuh beberapa dimensi saja dan tidak memerlukan perubahan asas. Sebuah reformasi dilakukan ketika yang bermasalah hanyalah sebatas kesalahan fungsi dari beberapa organ atau cabang saja. Reformasi dilakukan ketika asas yang berlaku masih sesuai dengan konsep dari ideas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-6766625444999066933?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/6766625444999066933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/02/dalam-dunia-pemaknaan-engineering-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6766625444999066933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/6766625444999066933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/02/dalam-dunia-pemaknaan-engineering-akan.html' title='REKAYASA SOSIAL DI INDONESIA'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S4KMq8k1QZI/AAAAAAAAAK8/DqtbnS6RxQQ/s72-c/selamatkan-indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-609704555133755549</id><published>2010-01-22T05:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T06:51:47.012-08:00</updated><title type='text'>Polwil purwakarta cabut tersangaka kasus sapi gate</title><content type='html'>Jumat, 20 Februari 2009 | 10:30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Purwakarta, Kompas - Penyidik Kepolisian Wilayah Purwakarta mencabut status tersangka bagi tiga orang dalam kasus dugaan korupsi program bantuan sapi di Kabupaten Subang tahun 2004. Hal itu dilakukan setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Barat mencabut hasil audit atas kerugian negara dalam kasus tersebut pada 19 November 2008. Wakil Kepala Polwil Purwakarta Ajun Komisaris Besar Tagam Sinaga mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan wakil pengunjuk rasa di Markas Polwil Purwakarta, Kamis (19/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang yang dicabut status tersangkanya adalah Eep Hidayat, mantan bupati yang kini kembali menjabat Bupati Subang; Rahmat Solihin, mantan Kepala Dinas Sosial Subang; serta Syarif Hidayat, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang berunjuk rasa di Jalan RE Martadinata menuntut penuntasan kasus senilai Rp 2,422 miliar tersebut. Mereka menilai penyidikan kasus itu jalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berorasi dan menggelar aksi teatrikal, massa menyerahkan papan bunga bertuliskan "Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Supremasi Hukum di Kabupaten Subang" kepada polisi. Itu merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa atas lambannya penuntasan kasus korupsi. Sejak 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaenal Abidin, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, mengatakan, kasus tersebut telah ditangani polisi sejak tahun 2005. Penyidik Polwil Purwakarta bahkan telah mengumumkan tiga tersangka pada November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, hingga hampir empat tahun sejak ditangani polisi, para tersangka masih bebas. Penanganan kasus juga tidak menunjukkan perkembangan sehingga memicu spekulasi dan reaksi beragam dari masyarakat Subang. (mkn)&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-1eedcc0538d099e3" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v18.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D1eedcc0538d099e3%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275840%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6C370B975C42625FB7638E21AD7263C603EF500C.154053181629B8862BFEEEE0D576DEB0BA8E480%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D1eedcc0538d099e3%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DPBhQ4rtG0EKX6Nu0giOvzLSkxWM&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v18.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D1eedcc0538d099e3%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275840%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6C370B975C42625FB7638E21AD7263C603EF500C.154053181629B8862BFEEEE0D576DEB0BA8E480%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D1eedcc0538d099e3%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DPBhQ4rtG0EKX6Nu0giOvzLSkxWM&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-609704555133755549?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/609704555133755549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/01/jumat-20-februari-2009-1030-wib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/609704555133755549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/609704555133755549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/01/jumat-20-februari-2009-1030-wib.html' title='Polwil purwakarta cabut tersangaka kasus sapi gate'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-7597576665137918869</id><published>2010-01-22T05:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T05:52:12.013-08:00</updated><title type='text'>Pernyataan Sikap PMII Cab. Subang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S1mpB7JxJZI/AAAAAAAAAK0/CgYkeqxKT0I/s1600-h/bendera_pmii.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 140px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S1mpB7JxJZI/AAAAAAAAAK0/CgYkeqxKT0I/s400/bendera_pmii.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429556676295468434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1552960352; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:19680448 -803438314 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-weight:bold;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; (PMII)&lt;br /&gt;CABANG&lt;/span&gt; KABUPATEN SUBANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;TENTANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;APBD Kab. SUBANG 2010 YANG&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;TIDAK BERPIHAK PADA KESEJAHTERAA RAKYAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Mengapa Kau Diam…..?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Mengapa Kau Diam …..?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="border: 1pt none black; padding: 0in; background: black none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;font-size:0pt;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Semua Diam………. !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;Hari ini&lt;/span&gt; &lt;b style=""&gt;Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang 2010&lt;/b&gt; &lt;span style="font-size:11pt;"&gt;telah diketuk palu oleh DPRD, namun yang terjadi bukanlah untuk keberpihakan kepada kesejahteraan rakyat. Anggaran yang mencapai&lt;/span&gt; &lt;b style=""&gt;1 (SATU) Triliyun lebih &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;sebagian besar untuk &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;membiayai/dinikmati&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt; &lt;/span&gt;aparatur pemerintah (70 %)&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt; sedangkan yang menyentuh&lt;/span&gt; &lt;b style=""&gt;rakyat langsung hanya 30 % &lt;/b&gt;itu &lt;span style="font-size:11pt;"&gt;untuk dibagikan ke 1,4 juta jiwa penduduk Subang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;KAPAN RAKYAT SUBANG AKAN SEJAHTERA……..???&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;Atas dasar itulah , sebagai bentuk Moral, Kami dari&lt;/span&gt; &lt;b style=""&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; (PMII) Cabang kabupaten &lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;Subang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt; menyatakan Sikap&lt;/span&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Menolak APBD      2010 Kab.Subang Yang tidak berpihak pada rakyat (70 % : 30 %)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Segera Rubah      APBD 2010 kab.Subang Agar berpihak Pada rakyat (50 % : 50 %)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Adanya      transparansi tentang kebijakan dari DPRD Kab.Subang&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Lakukan      Konferensi Pers setiap hasil kebijakn DPRD Subang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pertegas      profesionalisme, TUPOKSI DPRD dan Aparatur Pemerintah Daerah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Tharieq&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Subang, 11 Januari 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Pengurus Cabang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Kabupaten Subang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-fdd10fbf735681cb" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v11.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dfdd10fbf735681cb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275840%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3DB6C7B9413F6DB52515915B29434DA598D56DAB8.19298395BED4C8271932537A00C4B02DAFCDA6A9%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dfdd10fbf735681cb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DaSWkKaIMYZT15PKwRCK-vzJx8fk&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v11.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dfdd10fbf735681cb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330275840%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3DB6C7B9413F6DB52515915B29434DA598D56DAB8.19298395BED4C8271932537A00C4B02DAFCDA6A9%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dfdd10fbf735681cb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DaSWkKaIMYZT15PKwRCK-vzJx8fk&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-7597576665137918869?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/7597576665137918869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/01/pernyataan-sikap-pmii-cab-subang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/7597576665137918869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/7597576665137918869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/01/pernyataan-sikap-pmii-cab-subang.html' title='Pernyataan Sikap PMII Cab. Subang'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/S1mpB7JxJZI/AAAAAAAAAK0/CgYkeqxKT0I/s72-c/bendera_pmii.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-8290669796340117561</id><published>2010-01-01T00:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T01:14:46.944-08:00</updated><title type='text'>HUMOR DUSDUR</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz28YznEt1I/AAAAAAAAAKs/w6thArAXQjE/s1600-h/biografi-gusdur-soft.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421696660780922706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz28YznEt1I/AAAAAAAAAKs/w6thArAXQjE/s400/biografi-gusdur-soft.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;NEGARA FEDERAL&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta, RMOL. Humor dan kelitan Gus Dur bukan sekadar lucu-lucuan. Ketika pada 1998-1999 terjadi kontroversi panas mengenai wacana negara kesatuan dan negara federal, Gus Dur menawarkan solusi agak lucu tetapi mengena. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika itu, Amien Rais dengan bendera Partai Amanat Nasional (PAN) mengajak kita berwacana atau memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. Ajakan itu kontan mendapat tanggapan panas, misalnya, dari Akbar Tandjung (Golkar) dan Megawati (PDIP). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amien diserang habis karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara. Ketika ditanya soal kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa. "Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu saja kok repot," kata Gus Dur. [yan]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SEMUA PRESIDEN PUNYA PENYAKIT GILA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta, RMOL. Yang ini, masih humor Gus Dur di depan Fidel Castro ketika berkunjung ke negara Kuba. Kepada Castro, Gus Dur menyatakan bahwa semua Presiden Indonesia punya penyakit gila. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. "Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?" "Saya termasuk yang ketiga dan keempat," jawab Castro sambil tertawa.Apa selesai sampai di situ? Tidak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, pernyataan itu sekaligus merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai presiden yang banyak pergi ke luar negeri. [yan]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;GUYONAN CHE GUEVARA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta, RMOL. Ini guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI dan berkunjung ke Kuba untuk menemui Presiden Fidel Castro.Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.Beliau bercerita pada Fidel Castro, bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam satu sel. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan. "Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara," kata tahanan pertama. Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahanan kedua berkata geram."Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. "Kalau kamu kenapa sampai di penjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati."Karena saya Che Guevara…”Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut. [yan]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;HAPUSKAN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta, RMOL. Ketika sebagian kalangan berteriak untuk memusnahkan pornoaksi dan pornografi karena dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam, Gus Dur justru kurang sependapat. Gus Dur mengambil contoh dari sisi pandangan Islam tentang porno. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kitab Raudlatul Mu’aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian daripada kata porno.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Anda tahu, kitab Raudlatul Mu’aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, ha … ha … ha. Kalau gitu, kitab itu cabul dong?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;TIGA JENIS POLISI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta, RMOL. Selain pejuang demokrasi dan tokoh pluralis, Gus Dur juga dikenal sering mengeluarkan humor-humor brilian dan menggugah rasa kebangsaan. Ini salah satu guyonan Gus Dur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gus Dur sering terang-terangan ketika mengritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik dan menyindir polisi. Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (bekas Kapolri).” Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum. [yan]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-8290669796340117561?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/8290669796340117561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/01/humor-dusdur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8290669796340117561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/8290669796340117561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2010/01/humor-dusdur.html' title='HUMOR DUSDUR'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz28YznEt1I/AAAAAAAAAKs/w6thArAXQjE/s72-c/biografi-gusdur-soft.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-3093358547974466652</id><published>2009-12-31T23:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T01:52:12.654-08:00</updated><title type='text'>MENGENANG SOSOK "GUSDUR"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz2yWZ1--LI/AAAAAAAAAKk/kaNBnZjOwtc/s1600-h/gd63.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421685624388122802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 394px; CURSOR: hand; HEIGHT: 295px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz2yWZ1--LI/AAAAAAAAAKk/kaNBnZjOwtc/s400/gd63.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz2rOK6C1lI/AAAAAAAAAKc/PD_3XhoNdVQ/s1600-h/250369026_597b89a81c_o.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GUSDUR KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Apa? Gus Dur, keturunan nabi? banyak orang yang tidak percaya bahwa Gus Dur yang terkenal kontroversial ini adalah keturunan nabi, namun dalam kenyataannya, silsilah gus dur menyambung ke rasullulah SAW.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dapat dibuktikan dari sebuah Al-kitab Talchis karangan Abdulloh Bin Umar Assathiri. Sumber ini diklaim telah diteliti dan direstui Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah KH. Habib Lutfi Ali Yahya, Pekalongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berikut petikan silsilah Gus Dur sampai ke Nabi Muhammad SAW:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Muhammad Salallahu Alaihi Wailaihi Wasalam, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2. Sayyidina Fatimatus Zahro dengan Sayyidina Ali,&lt;br /&gt;3. Sayyidina Husen Bin Ali,&lt;br /&gt;4. Sayyidina Ali Zaenal Abidin,&lt;br /&gt;5. Sayyidina Muhammad Al-Baqir,&lt;br /&gt;6. Sayyidina Ja’far Shodiq,&lt;br /&gt;7. Sayyidina Ali AL-Uroidi,&lt;br /&gt;8. Sayyidina Muhammad Annaqib,&lt;br /&gt;9. Sayyidina Sayyidina Isa Arrumi,&lt;br /&gt;10. Sayyidina Ahmad Al-Muhajir Ilallah.&lt;br /&gt;11. Sayyidina Ubaidillah,&lt;br /&gt;12. Sayyidina Alawi,&lt;br /&gt;13. Sayyidina Muhammad,&lt;br /&gt;14. Sayyidina Alawi Muhammad,&lt;br /&gt;15. Sayyidina Ali Choli’ Qosam,&lt;br /&gt;16. Sayyidina Muhammad Shohibul Mirbath,&lt;br /&gt;17. Sayyidina Alawi,&lt;br /&gt;18. Sayyidina Amir Abdul Malik,&lt;br /&gt;19. Sayyidina Abdulloh Khon,&lt;br /&gt;20. Sayyidina Ahmad Syah Jalal,&lt;br /&gt;21. Sayyidina Jamaludin Khusen,&lt;br /&gt;22. Sayyidina Ibrohim Asmuro,&lt;br /&gt;23. Sayyidina Ishak,&lt;br /&gt;24. Sayyidina Ainul Yaqin (Sunan Giri),&lt;br /&gt;25. Sayyidina Abdurrohman (Jaka Tingkir),&lt;br /&gt;26. Sayyidina Abdul Halim (P. Benawa),&lt;br /&gt;27. Sayyidina Abdurrohman (P. Samhud Bagda),&lt;br /&gt;28. Sayyidina Abdul Halim,&lt;br /&gt;29. Sayyidina Abdul Wahid,&lt;br /&gt;30. Sayyidina Abu Sarwan.&lt;br /&gt;31. Sayyidina KH. As’ari,&lt;br /&gt;32. Sayyidina KH. Hasyim As’ari&lt;br /&gt;33. Sayyidina KH. Abdul Wahid Hasyim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;34. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;——————————&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah swt memuliakan Rosulullah, Keluarga besarnya, termasuk Gus Dur, dan umatnya di belahan dunia manapun ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;WASIAT GUSDUR &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. Gus Dur telah tiada. Tapi, ajaran dan pesan-pesannya tetap abadi sepanjang masa. Sejumlah kerabat dan tokoh nasional mencatat wasiat Bapak Pluralisme itu sebelum wafat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah mengaku pernah diwasiati Gus Dur sebelum wafat. Hal itu terjadi ketika dia bertemu empat mata dengan Gus Dur sebelum dirawat di RSCM. Kata Chandra, dalam pertemuan yang berlangsung setengah jam itu, Gus Dur berpesan, Indonesia memerlukan orang berani dan nekat. "Intinya Gus Dur berpesan perlu orang-orang nekat untuk mengurus negara ini," ungkap Chandra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pesan itu, jelas Chandra, dijadikan pemicu semangat dan keberanian dirinya dan lembaganya dalam memberantas korupsi. “Saya memaknainya bukan sebagai amanat. Tapi saya sepakat kita harus punya keberanian dan ketegasan mengurus negara ini,” kata Chandra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Chandra menambahkan, banyak nilai-nilai yang bisa ditauladani dari Gus Dur, salah satunya keberaniannya dalam mendukung pemberantasan korupsi. “Tidak banyak tokoh-tokoh yang berani di saat-saat sulit menyatakannya dengan bahasa yang tegas dan lugas,” kenangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Chandra yang ikut menghadiri prosesi pemakaman Gus Dur di Jombang menjanjikan, akan merealisasikan pesan Gus Dur dengan menjadikan KPK ke depan akan lebih berani dan jujur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Ray Rangkuti menilai pesan Gus Dur yang disampaikan ke Chandra merupakan amanat untuk bangsa. “Itu amanah bagi generasi muda, dan bangsa, untuk jangan takut-takut dalam memerangi korupsi. Sekarang ini yang dibutuhkan bangsa adalah orang yang tidak takut terhadap halangan, sehingga sudah benar pesan Gus Dur itu bila untuk mengurus negara ini butuh orang yang nekat,” paparnya.Ray mengatakan, pesan Gus Dur itu sudah pas pada konteks untuk melawan korupsi yang saat ini sudah semakin akut. Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif Hubungan Antaragama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengungkapkan, ada satu pesan Gus Dur yang disampaikan ke dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Saat itu Gus Dur berpesan agar kaum fundamentalis jangan dijauhi, tetapi harus dicintai," kata Romo Benny mengutip salah satu pesan Gus Dur.Ketua PBNU, Said Agil Siradj yang pernah ngobrol panjang bersama Gus Dur di RSCM mengungkapkan, Gus Dur berpesan agar kader-kader NU mengimplementasikan ajaran Islam yang toleran, Islam yang balance, jangan cenderung fanatik dan tidak selalu liberal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Saat menjenguk Gus Dur sakit, beliau banyak berbincang persoalan penegakkan hukum kasus Bank Century. Beliau (Gus Dur) minta kasus itu diusut tuntas,” kata Said Agil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wakil Sekjen PBNU, Saiful Bachri Anshori mengungkapkan, Gus Dur berpesan ke dirinya agar penegakan hukum dijalankan dengan benar. Karena demokrasi tanpa hukum bukan demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Gus Dur juga berpesan agar pemberantasan korupsi terus ditegakkan. Saya kira tidak ada orang yang meragukan komitmen Gus Dur soal ini,” kata Anshori.Khusus bagi warga NU, lanjutnya, Gus Dur berharap NU banyak melahirkan kader-kader muda yang progresif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sementara itu, orang dekat Gus Dur, Imam Mudzakkir mengaku, Gus Dur masih mempunyai mimpi soal kejayaan NU di tahun mendatang. Salah satunya, posisi Rois Aam PBNU yang kini diduduki KH Sahal Mahfud dapat dilanjutkan oleh KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. “Beberapa kali saya bertemu beliau sebelum wafat, beliau bercerita secara terbuka soal keinginanya agar Gus Mus menjadi Rois Aam PBNU. Ini mungkin termasuk wasiat beliau,” kata Imam Mudzakkir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gus Mus adalah orang dekat Gus Dur sejak kecil dan sekarang memiliki jiwa kepemimpinan dan ketokohan yang tidak diragukan lagi. Buktinya, Gus Mus dalam prosesi pemakaman Gus Dur didaulat menjadi pembaca doa dari pihak keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Gus Dur bilang, kalau Gus Mus jadi Rois Aam dan saya ketua dewan syuro, luar biasa mas nanti kita. Siapa yang tidak kenal kita," papar Imam menirukan Gus Dur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku menerima tiga wasiat dari Gus Dur untuk masa depan PKB. Pertama, keteladanan dan pendirian Gus Dur. Kedua, daya tahan dan kemandirian PKB sebagai partai yang berbasis Islam dan kebangsaan. Ketiga, menjadikan demokrasi sebagai solusi dan kultur politik nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Kami akan merangkul teman-teman yang berbeda, teman-teman yang tidak merasa disapa akan kita ajak. Pesan Gus Dur agar PKB tenang-tenang saja, agar PKB tumbuh dengan normal," ujar Muhaimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sementara itu, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah mengungkapkan, sebelum meninggal, Gus Dur telah memberikan isyarat ke dirinya dan keluarga. "Dia maunya Kamis malam Jumat di Tebuireng," kata Sinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu itu, kata Sinta, Kamis malam Jumat terdekat adalah menjelang Natal 25 Desember 2009. Lalu Sinta bertanya pada Gus Dur, apakah tidak sebaiknya pada malam Jumat pekan berikutnya yang jatuh pada 31 Desember ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu Gus Dur menjawab, "Pokoke Kamis malam Jumat aku di Tebuireng," kata Sinta menirukan Gus Dur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pernyataan itu kemudian dianggap Sinta sebagai wasiat. Sebuah wasiat bahwa Gus Dur yang meninggal pada Rabu 30 Desember pukul 18.45 itu ingin dimakamkan esoknya di Tebuireng. Dan persis, pada Kamis malam Jumat, jasad Gus Dur sudah bersemayam di sebuah makam yang berdekatan dengan makam kakek dan ayahnya yaitu KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim. [yan]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;WARGA AUSTRALIA PUJI SOSOK "GUSDUR"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kiprah KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai negarawan diakui banyak pihak. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun mengakui peran penting Gus Dur dalam hubungan bilateral Indonesia dan Australia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Mantan presiden Wahid banyak dikagumi dan dihormati. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga banyak warga Australia dan warga lainnya di seluruh kawasan kita," ujar Rudd dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, (1/1/2010). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rudd menjelaskan kunjungan bersejarah Gus Dur ke Australia pada tahun 2001, bernilai penting bagi hubungan kedua negara. Sejak tahun 1975, baru pada era Gus Dur seorang Presiden RI mengunjungi negeri kanguru itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Kunjungan itu sangat berarti untuk hubungan bilateral Australia-Indonesia dan memberi landasan positif bagi hubungan Australia-Indonesia di tahun-tahun berikutnya," jelas Rudd.&lt;br /&gt;Rudd pun menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Gus Dur. Menurutnya Gus Dur sangat berpengaruh sebagai seorang pemimpin Islam moderat di Indonesia dan pendukung toleransi etnis dan keagamaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Bela sungkawa kami tujukan secara khusus kepada keluarga almarhum, termasuk istri dan empat putri yang ditinggalkannya," pungkas Rudd.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TANGIS PMII-PMKRI UNTUK GUSDUR-FRANS SEDA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;VIVAnews - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar renungan bersama mengenang dua tokoh bangsa, yakni Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Frans Seda. Renungan tersebut mereka lakukan saat arah jarum jam menunjukkan pukul 00:00 Waktu Indonesia Tengah, 1 Januari 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Renungan yang diikuti sekitar 50 orang orang tersebut merupakan acara dalam merayakan pergantian tahun 2009 ke 2010, yang difokuskan untuk mengenang dua tokoh tersebut. Renungan digelar di Sekertariat PMKRI Sulsel, di Jalan Dr. Soetomo, Makassar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;”Di penghujung 2009, kita baru saja ditinggalkan dua tokoh bangsa, yakni Gus Dur dan Frans Seda. Kami mau menghabiskan malam ini dengan mengenang mereka, tanpa hura-hura,” kata Febrianus, ketua PMKRI Sulawesi Selatan, Jumat, 1 Januari 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dua organisasi berbasis agama itu menganggap Gus Dur dan Frans Seda merupakan dua tokoh yang patut dikenang. Keduanya, tambah Febri adalah sosok yang sangat gigih dan teguh pendirian. Keduanya juga memiliki kesamaan dari sisi kemanusiaan dan cara pandang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;”Keduanya, meski berbeda ideologi, tapi sangat peduli terhadap keberagaman dan kebersamaan. Nilai-nilai humanis mereka tidak terbantahkan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dengan kekuatan itu, Febri berharap, semangat tersebut tetap tertanam di hati sanubari masyarakat Indonesia. Bagi Febri, kedua tokoh tersebut patut dicontoh, dan ajaran-ajarannya perlu dilestarikan di bangsa yang sangat plural ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pantauan VIVAnews, Suasana haru dan isak tangis tampak terlihat dari sejumlah peserta renungan saat mereka mendoakan dua tokoh bangsa tersebut. Tampak puluhan lilin dan juga dua foto milik Gus Dur dengan Frans Seda terpampang di tengah-tengah peserta renungan. Kegiatan tersebut baru berakhir sekitar pukul 01:40 Wita, dini hari tadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GUSDUR WAFAT, SULTAN KHAWATIR SOAL PLURALISME&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Liputan6.com, Yogyakarta: Sri Sultan Hamengku Buwono X khawatir masalah keragaman dan plurarisme tidak ada yang merawat, setelah Abdurrahman Wahid wafat. Bahkan, ujar Sultan di Yogyakarta, Kamis (31/12), kekhawatiran ini juga dialami sejumlah kalangan yang merasa kehilangan setelah ditinggal Gus Dur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Saat ini belum ada pemimpin atau tokoh di negeri ini yang bisa menyamai seperti Gus Dur," ucap Sri Sultan. Alasan Gubernur DIY, yang selama ini mampu merangkul seluruh kelompok di masyarakat hanyalah Gus Dur. Pemimpin sekarang, jelas Sultan, selalu mengedepankan ekonomi untuk kesejahteraan, bukan kebudayaan untuk peradapan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sri Sultan juga menyampaikan penyesalannya karena tidak bisa hadir pada pemakaman mantan presiden ke-4 RI itu di Jombang, Jawa Timur, karena kesulitan tranportasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur Kamis (31/12), diiringi isak tangis. Pemakaman yang berlangsung pukul 13:35 diawali dengan upacara, dipimpin Presiden Yudhoyono [baca: Isak Tangis Iringi Pemakaman Gus Dur]. (ETA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GUSDUR SUKA BICARA CEPLAS CEPLOS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Liputan6.com, Jakarta: Almarhum mantan Presiden Abdurahman Wahid adalah tipikal orang yang berbicara apa adanya. Kebiasaan ceplas ceplos tak jarang membuat merah kuping orang yang dibicarakannya. Sebuah kalimat jenaka Gus Dur yang sangat melekat di masyarakat adalah "gitu aja kok repot".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Salah satu ucapan Gus Dur lainnya yang tidak akan pernah dilupakan publik adalah ketika Gus Dur tahun 1999 di depan sidang paripurna DPR memberikan penjelasan tentang keputusannya membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Gus Dur menilai DPR seperti taman kanak-kanak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Cucu pendiri Nahdlatul Ulama juga dikenal sebagai orang yang punya rasa humor tinggi. Ketika diserang lawan-lawan politiknya, tak jarang Gus Dur menangggapinya dengan enteng. Meski ucapan sering menuai kecaman, masyarakat terutama kalangan nahdliyin, begitu mencintainya.(JUM/AYB)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BAPAK BANGSA ITU BERANI AMBIL TEROBOSAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Liputan6.com, Jakarta: Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur adalah tokoh muslim Indonesia dan pemimpin politik yang akhirnya menjadi presiden ke-4 RI pada 1999. Gus Dur menggantikan Presiden BJ Habibie kala itu setelah dipilih MPR hasil pemilihan umum 1999.&lt;br /&gt;Nahdlatul Ulama atau NU menjadi awal karier politik Gus Dur. Pada Musyawarah Nasional NU 1984 mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada Juli 1997 merupakan awal krisis finansial Asia. Almarhum Presiden Soeharto semasa memimpin Indonesia mulai kehilangan kendali atas situasi ini. Gus Dur didorong melakukan reformasi dengan Megawati Sukarnoputri dan Amien Rais.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seiring jatuhnya Soeharto, partai-partai politik mulai terbentuk. Pada Juni 1998 banyak orang dari NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. Maka pada Juli 1998 berdirilah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Peraih gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, India itu dipercaya duduk sebagai ketua dewan penasehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masa kepresidenan Gus Dur dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada 2001. Gus Dur diganti Megawati Sukarnoputri setelah mandatnya dicabut MPR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gus Dur juga dikenal sebagai pemimpin kharismatik dan berani mengambil sejumlah terobosan. Setelah terpilih sebagai presiden, Gus Dur membentuk Kabinet Persatuan Nasional. Kabinet koalisi ini meliputi anggota berbagai partai politik: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PKB, Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Awal pemerintahannya, Gus Dur melakukan dua reformasi pemerintahan. Pertama ia membubarkan Departemen Penerangan. Kedua Gus Dur membubarkan Departemen Sosial yang korup. Saat menjadi presiden, pria berjuluk Bapak Tionghoa itu mengumumkan Tahun Baru Cina atau Imlek menjadi hari libur nasional pada Januari 2001. Ia juga mengusulkan TAP MPRS Nomor XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme dicabut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namun kini pemimpin besar dan ulama kharismatik itu dipanggil Maha Kuasa dalam usia 69 tahun. Selamat jalan Gus Dur. Kami kehilangan keberanian, keluwesan memimpin negeri ini dan terutama sekali: canda-canda segarmu [baca: SBY Jadi Inspektur Upacara Pemakaman Gus Dur].(AIS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GUSDUR DIKENAL TEGAS DAN HUMORIS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Liputan6.com, Jakarta: Perjalanan bersama almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur ke sebuah pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, sangat berkesan bagi Muhammad Nuh, tetangga Gus Dur. "Baru dua minggu lalu saya pergi ke Pesantren Jombang," tutur Nuh di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (31/12) pagi yang turut berduka atas kepergian sang Bapak Bangsa. Ia tak menyangka perjalanan itu adalah yang terakhir buat dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagi Nuh, almarhum Gus Dur memiliki kepribadian yang patut ditiru. "Beliau adalah orang yang tegas dan humoris," ucap Nuh. Pria bertubuh langsing itu juga mengagumi Gus Dur sebagai pribadi yang tak pernah dendam terhadap siapapun. Selain itu, tambah Nuh, penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award itu juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan warganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saat Gus Dur berada di Jombang untuk berziarah ke makam sejumlah tokoh lama NU, gula darah Gus Dur turun drastis. Pria berusia 68 tahun itu mendadak dilarikan ke rumah sakit setempat. Kondisi Gus Dur menurun saat akan berziarah ke makam Kiai Haji Wahab Hasbuloh. "Kadar gula Bapak turun hingga 76," kata Dhohir Farisi, suami Yenny Wahid [baca: Kesehatan Gus Dur Ambruk di Jombang].(AIS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;HMI: KEBERANIAN GUSDUR DICATAT SEJARAH&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. Selain toleran, Gus Dur merupakan sosok yang teguh memegang prinsip dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.Demikian disampaikan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Dakwah dan Pengembangan Pemikiran Islam, Rudi Ismawan, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 31/12).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Di tangan Gus Dur, pemahaman ke-Islaman dan wawasan kebangsaan menjadi satu. Dua hal yang belum selesai di era Soekarno itu dapat diselesaikan dengan baik oleh Gus Dur. Meski tak menyebut demokrasi religius, Gus Dur telah membangunan tatanan demokrasi dan pluralisme yang berdasar dari ajaran Islam. IMM merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa atas wafatnya Gus Dur. Mungkin, dalam 100 tahun, Indonesia baru bisa melahirkan kembali sosok seperti Soekarno dan Gus Dur,” kata Rudi.Menurut Rudi, kebesaran hati dan keteguhan Gus Dur dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) patut ditiru oleh setiap generasi dan pemimpin Indonesia. [yan]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;HASYIM MUZADI UNGKAP PESAN TERAKHIR GUSDUR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. Indonesia kehilangan tokoh berkarakter yang berani mengambil risiko sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Begitu disampaikan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, beberapa saat lalu saat tiba di RS Cipto Mangunkusumo (Rabu malam, 30/12).&lt;br /&gt;NU adalah yang paling kehilangan, katanya lagi. KH Hasyim Muzadi mengatakan, dalam dekade terakhir ini belum ada tokoh sebesar Gus Dur, baik dari hal pemikiran dan konsistensi perjuangannya.&lt;br /&gt;“Orisinal, Gus Dur orang yang luar biasa,” ujar KH Hasyim Muzadi yang menggantikan Gus Dur sebagai Ketua PB NU.&lt;br /&gt;Hasyim Muzadi terakhir kali bertemu Gus Dur dua pekan lalu. Saat itu dia datang bersama keluarga. Ketika itu, Hasyim Muzadi melihat Gus Dur sudah kelelahan.&lt;br /&gt;“Tetapi ia pantang mengeluh. Apapun deritanya, beliau tidak mengeluh. Dia tanggung sendiri,” ujarnya.&lt;br /&gt;Pesan terakhir Gus Dur pada Hasyim adalah agar NU dijaga baik-baik.[guh]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;GUSDUR YANG PERTAMA DIALOG DENGAN SEPARATIS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. The Australian: Yang Pertama Dialog dengan Separatis Kepergian Abdurrahman Wahid juga menjadi pembicaraan di negeri tetangga, Australia.&lt;br /&gt;Harian The Australian edisi Kamis, 31 Desember 2009, mengenang mantan Presiden RI ini sebagai seorang tokoh bangsa yang memiliki komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Gus Dur juga dikenang sebagai tokoh yang kerap memberikan pembelaan kepada kelompok lemah, termasuk kelompok minoritas Tionghoa dan Kristen di Indonesia.&lt;br /&gt;“Beberapa keputusan kunci di masa pemerintahannya adalah bukti dari komitmennya pada demokrasi. Mr. Wahid mengunjungi Timor Timur untuk menyampaikan permintaan maaf atas kriminalitas Indonesia di masa lalu. Dia juga membangun komitmen publik yang begitu besar dengan menggelar pertemuan rutin di Jakarta dengan pemimpin Timor Timur seperti Xanana Gusmao dan Jose Ramos Horta. Beliau juga melibatkan Indonesia dalam membantu membangun Timor Timur sebagai negara yang sukses,” tulis The Australian.&lt;br /&gt;Di dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia, Gus Dur juga dikenang sebagai salah seorang pendukung hubungan baik kedua negara. Walaupun ada beberapa elemen dari kebijakan Australia mengenai Timor Timur yang tidak disukai Gus Dur, tetapi Gus Dur yang lahir di Jombang 69 tahun lalu itu tetap mengunjungi Australia.&lt;br /&gt;Ia membuat keputusan yang jelas dan positif bahwa adalah kepentingan Indonesia untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.&lt;br /&gt;The Australian juga mengenang upaya Gus Dur mengadili Soeharto, penguasa Orde Baru. Walaupun gagal, namun upaya itu cukup membantu dalam menegakkan moral politik di Indonesia.&lt;br /&gt;Poin lain yang dicatat oleh The Australian adalah keberanian Gus Dur menegakkan supremasi sipil dan menggeser supremasi militer yang sepanjang masa Orde Baru menjadi hukum alam yang tidak terbantahkan. Gus Dur juga dikenang The Australian sebagai pemimpin Indonesia pertama yang membuka dialog perdamaian dengan kelompok separatis di Aceh dan Papua. [guh]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;SANG PEJUANG DEMOKRASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. Pemikiran dan sikap Gus Dur yang nyeleneh membuatnya gagal memimpin Indonesia selama lima tahun .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Demikian disampaikan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arip Mustopa, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 31/12).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Namun, keberaniannya mengambil amanah tersebut di tengah krisis kepemimpinan nasional dan menguatnya isu SARA ketika itu, akan dicatat sebagai keberanian yang bersejarah. Bangsa Indonesia memperoleh hikmah dari sejarah hidup dan gagasan-gagasan beliau,” kata Arip.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menurut Arip, Gus Dur akan dikenang sebagai seorang pejuang demokrasi, pluralisme, kebebasan, kerukunan antara umat beragama dan keberpihakan pada kaum minoritas. Gus Dur juga, kata Arip, akan dikenang sebagai penganjur Islam yang moderat dan inklusif. [yan]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;GUSDUR DIMATA GEORGE JUNUS ADITJONDRO&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. Di dalam buku “Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga, Istana, Tangsi dan Partai Penguasa” yang ditulis dan diterbitkan George Junus Aditjondro tahun 2006 lalu ada bagian yang menyoroti nepotisme di era pemerintahan Abdurrahman Wahid.&lt;br /&gt;“Tetapi beliau tidak menghambat, tidak menekan, juga tidak meminta bagian itu disensor,” ujar George ketika dihubungi (Kamis, 31/12).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Buku yang diterbitkan oleh LKiS, sebuah penerbitan yang berafiliasi dengan NU, menguliti praktik KKN yang bertranformasi dari rezim Soeharto ke rezim-rezim setelahnya, Habibie, Megawati, dan Gus Dur hingga SBY.&lt;br /&gt;Mengenai Gus Dur, di halaman 25 buku itu misalnya, George menulis, “Memang, rezim Gus Dur patut diberikan jempol karena berani mengambil langkah-langkah menegakkan supremasi sipil dan mulai mengadili Soeharto. Namun, dalam hal membiarkan nepotisme keluarga Wahid serta kroniisme para pendukungnya dari lingkungan NU dan PKB, Gus Dur belum banyak bergeser dari tradisi Soeharto.”&lt;br /&gt;“Walhasil, skandal Bulog-gate I dan Brunei-gate memberikan umpan kepada lawan-lawan politiknya untuk menggulingkan dia atas nama “pemberantasan KKN di lingungan penyelenggara negara”. Padahal saat itu wacana politik tingkat nasional sudah mulai dijangkiti kecaman-kecaman terhadap Taufiq Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden yang dijagokan untuk menggantikan Gus Dur.”&lt;br /&gt;Pada bagian selanjutnya, sebut George, buku itu juga menyoroti bagaimana orang-orang di sekitar Gus Dur berusaha untuk mendapatkan proyek pemerintah, dan ada juga yang menjadi makelar kasus BLBI.&lt;br /&gt;“Saya tidak perlu sebutkan secara rinci. Tetapi yang jelas Gus Dur tidak melarang dan tidak marah. Menurut saya Gus Dur jauh lebih demokrat dibandingkan orang yang menyebut dirinya Partai Demokrat,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;George Junus Aditjondro menambahkan bahwa ia tak sepakat bila Gus Dur disebut sebagai tokoh kontroversial.&lt;br /&gt;Menurut investigator korupsi ini, Gus Dur adalah tokoh yang berfikir jauh ke depan, melewati zamannya.&lt;br /&gt;"Beliau bukan skripturalis yang terpaku pada teks dan kaku. Beliau banyak ijtihad dan melakukan penafsiran dengan menggunakan pikiran. Dia berani mengusulkan penghapusan TAP MPR yang mengekang HAM, misalnya," ujar George kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/12).&lt;br /&gt;Menurut George dirinya tidak terlalu berduka dengan kepergian Gus Dur. Perasaan ini karena menurutnya Gus Dur telah melakukan begitu banyak hal untuk bangsa Indonesia. Hasil karya Gus Dur ini akan kekal abadi.&lt;br /&gt;"Saya melihat beliau sebagai agamawan, ilmuwan dan seniman. Gus Dur tokoh yang paripurna," demikian GJA. [guh]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;MULTITALENTA, TIPOLOGI GUSDUR SULIT LAHIR DI BUMI INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta, RMOL. Sosok Gus Dur memang unik. Dia memiliki talenta dan ciri khas yang sulit dimiliki oleh tokoh lain. Dalam 100 tahun ke depan, orang seperti Gus Dur belum tentu akan lahir lagi dari bumi Indonesia.“Gus Dur itu tokoh langka yang belum tentu dimiliki banga ini dalam kurun waktu 100 tahun ini. Pemikirannya berpengaruh dalam lintas bidang, tidak saja agama, namun juga sosial, politik dan budaya,” kata Direktur Eksekutif Charta Politica, Bima Arya Sugiarto, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/12).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di samping itu, kata Bima, Gus Dur merupakan negarawan multitalenta yang kontribusinya tak ternilai dalam hal perlindungan minoritas, penghargaan pluralisme dan tentu saja penguataan demokrasi dan HAM. Ditambahkannya, pada zaman Gus Dur lah, banyak pemikir-pemikir muda Islam bisa tumbuh dan berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Gus Dur punya jasa dalam memberikan ruang yang luas bagi inteletual muda Islam sebagai generasi baru untuk berkiprah dan melakukan pembaharuan pemikiran,” demikian Bima. [zul]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-3093358547974466652?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/3093358547974466652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2009/12/gusdur-in-memoriam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/3093358547974466652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/3093358547974466652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2009/12/gusdur-in-memoriam.html' title='MENGENANG SOSOK &quot;GUSDUR&quot;'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/Sz2yWZ1--LI/AAAAAAAAAKk/kaNBnZjOwtc/s72-c/gd63.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-4707772436926908094</id><published>2009-11-09T22:36:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T22:41:47.952-08:00</updated><title type='text'>MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/SvkK-HwIGFI/AAAAAAAAAJ0/jAjLuYZwi_s/s1600-h/KH.+Abbas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 349px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/SvkK-HwIGFI/AAAAAAAAAJ0/jAjLuYZwi_s/s400/KH.+Abbas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402361290356693074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" width="100%" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 97.82%; font-weight: bold;" width="97%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:20pt;"&gt;Kyai Abbas Buntet &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:20pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pemimpin   Perang 10 Nopember 1945 di Surabaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 0.5%;" width="0%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://buntetpesantren.org/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=59&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=2" target="_blank" title="Cetak"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 0.5%;" width="0%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://buntetpesantren.org/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=59&amp;amp;itemid=2" target="_blank" title="E-mail"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="display: none;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 2.75pt;"&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; height: 2.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebuah Fakta Sejarah versi Santri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada tanggal 17 Agustus 1945 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;   merdeka setelah penjajah Jepang tidak berdaya. Pada tanggal 29 September 1945   tentara sekutu (Inggris) yang bertugas sebagai Polisi  Keamanan mendarat   di berbagai &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; besar  di Jawa dan   Sumatra, di antaranya adalah di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Mereka   bermaksud untuk melucuti persenjataan tentara Jepang. Ternyata, Belanda   membonceng tentara Inggris dan melakukan tindakan-tindakan anarkis.  &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tentu rakyat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang telah merdeka   tidak ingin kedaulatannya dikoyak-koyak kembali oleh Belanda. Maka meletuslah   perang dahsyat yang terkenal dengan “Perang 10 November”. Namun rakyat &lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt; tidak dapat berbuat banyak, bahkan telah mundur   ke luar &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Selain itu, mereka juga menunggu   kiai dari sang Macan Jawa Barat ( &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   ). Karena menurut Khadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari  perlawanan akan   dimulai nanti kalau sudah datang ulama dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dan ulama yang dimaksud adalah KH.   Abbas. Fakta sejarah tersebut, diakui oleh santri sebagai bukti bahwa Kiai   Abbas adalah pemimpin pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Salah satu bukti sejarah yang   memperkuat indikasi bahwa Kyai Abbas adalah Pemimpin Pertempuran 10 November   di Surabaya adalah penuturan Abdul Wachid, satu-satunya pengawal Kiai Abbas   yang memberikan kesaksian secara tertulis melalui H. Samsu pada tahun 1998.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berikut penuturannya : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada hari itu, kalau tidak salah, tanggal 6 November 1945 saya   dengan tiga orang yaitu Usman, Abdullah dan Sya’rani mendapat tugas dari   Detasemen Hizbullah Resimen XII/SGD untuk mengawal Kyai Abbas ke front   Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada jam 06.30 rombongan kami,   dengan diiringi pasukan Hizbullah Resimen XII Divisi I Syarif Hidayat   meninggalkan Markas Detasemen menuju stasiun Prujakan Cirebon. Rombongan   kami, selain tiga pengawal serta Kiai Abbas, juga ikut Kiai H. Achmad Tamin   dari Losari sebagai pendamping Kiai Abbas. Selanjutnya kami naik Kereta Api   Express.  &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pada waktu itu, Kyai   Abbas mengenakan jas buka abu-abu, kain sarung plekat bersorban dan beralas   kaki trumpah (sandal japit kulit). Kiai Abbas menyerahkan sebuah kantong pada   saya. Setelah saya raba-raba, ternyata isinya sandal bakyak. Saya sempat   heran bahkan tertawa sendiri, untuk apa sandal bakyak ini? Bukankah Kiai   sudah memakai trumpah? Atau senjata perang? Masa senjata kok bakyak?  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada sekitar jam 17.00, kereta   api yang kami tumpangi telah masuk di stasiun Rembang Jawa Tengah. Ternyata   sudah banyak orang yang menunggu. Lalu kami diantar ke Pondok Pesantren Kiai   Bisri di Rembang. Pada malam harinya, ba’da salat isya, para ulama yang   jumlahnya diperkirakan lebih dari 15 orang, mengadakan musyawarah untuk   menentukan komando / pemimpinan pertempuran di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Hasil musyawarah memutuskan bahwa   komado pertempuran dipercayakan kepada Kiai Abbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da shalat shubuh, pondok pesantren Rembang sudah ramai. Para santri sudah   siap berangkat ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;,   dan banyak pula yang berseragam Hizbullah. Di halam masjid sudah ada dua   mobil sedan kuna yang berkapasitas empat orang penumpang. Bapak Kyai Abbas   memanggil saya dan rekan-rekan pengawal dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Beliau meminta bingkisan (sandal bakyak)   yang dititipkannya pada saya. Beliau juga menyuruh kepada kami, pengawal dari   &lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;, untuk tidak ke mana-mana sampai   beliau kembali dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Setelah itu, Kiai Abbas naik   salah satu mobil dengan Kiai Bisri di jok belakang sementara H. Achmad Tamin   duduk di depan dengan sopir. Sedang sedan yang satunya lagi berpenumpang   empat orang kiai yang saya sendiri tidak tahu namanya. Dengan diiringi pekik   takbir “ALLAHUAKBAR!!!”, dan pekik MERDEKA !!! yang saling bersahutan,   rombongan kiai itu perlahan-lahan bergerak meninggalkan pondok pesantren   Rembang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sudah hampir sepekan kami   berada di Pondok pesantren Rembang. Tiada kabar berita apa-apa. Ini membuat   kami gelisah. Ingin rasanya menyusul ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   kalau saja tidak ada pesan dari Kyai untuk tidak boleh ke mana-mana. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Baru pada tanggal 13 November 1945, ada   beberapa laskar Hizbullah (santri pondok pesantren Rembang) yang datang.   Kedatangannya disambut oleh santri-santri termasuk kami dan langsung   dibrondong pertanyaan-pertanyaan tentang situasi peperangan Kota Surabaya.    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menurut cerita santri   Rembang  yang baru datang tersebut, begitu rombongan para kiai datang,   langsung disambut dengan gemuruh takbir dan pekik merdeka. Lalu para kiai   tersebut masuk ke masjid dan melakukan shalat sunnah. Kemudian Kiai dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (Kiai   Abbas-red) memerintahkan kepada pendamping beliau (Kyai H. Achmad Tamin-red)   untuk berdoa di tepi kolam masjid. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dan   kepada Kyai Bisri dari Rembang beliau (Kiai Abbas-red) memohon agar   memerintahkan para laskar / pemuda-pemuda yang akan berjuang untuk mengambil   air wudlu dan meminum air yang telah diberi doa. Segera saja para laskar /   pemuda-pemuda itu berebutan, bahkan ada yang merasa kurang dengan hanya   berwudlu dan menerjunkan diri masuk ke dalam kolam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kemudian, bagaikan lebah   keluar dari sarangnya, pemuda-pemuda dari segala lapisan Badan Perjuangan   AREK-AREK SUROBOYO menyerbu Belanda dengan diringi takbir dan pekik   merdeka  yang bergemuruh di seluruh penjuru &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;   &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang   disambut dengan rentetan tembakan gencar dari serdadu Belanda. Korban dari   kedua belah pihak pun tak terelakkan berjatuhan, terutama dari pihak kita   yang hanya bersenjata bambu runcing, pentungan atau golok seadanya yang   disongsong dengan semburan peluru dari berbagai senjata otomatis modern.   Sungguh tragis dan mengerikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kami dengan para kyai berada   di tempoat yang agak tinggi, jadi jelas sekali dapat melihat keadaan di bawah   &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;”, jelas   santri Rembang yanag ternyata pengawal Kiai Bisri Rembang. Saat itu, lanjut   cerita santri Rembang, Kiai Cirebon (Kiai Abbas-Red) mengenakan alas kaki sandal   bakyak berdiri tegak di halaman masjid. Kemudian beliau membaca doa dengan   menengadahkan kedua tangannya ke langit. Kiranya do’a beliau terkabulkan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saya melihat dengan mata kepala sendiri   keajaiban yang luiar biasa. Beribu-ribu alu (penumbuk padi) dan lesung   (tempat padi saat ditumbuk) dari rumah-rumah  rakyat berhamburan terbang   menerjang serdadu-serdadu Belanda. Suaranya bergemuruh bagaikan air bah    sehingga Belanda kewalahan dan merekapun mundur ke kapal induk mereka. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak lama kemudian, pihak sekutu mengirim   pesawat Bomber Hercules. Akan tetapi pesawat itu tiba-tiba meledak di udara   sebelem bereaksi. Kemudian beberapa pesawat sekutu berturut-turut datang lagi   yang maksudnya akan akan menjatuhkan bom-bom untuk menghancurkan Kota   Surabaya, namun beberapa pesawat itupun mengalami nasib yang sama, meledak di   udara sebelum beraksi. “disitulah kehebatan Kiai Cirebon (Kiai Abbas-Red) yang   dapat saya saksikan sendiri”, tandas santri Rembang meyakinkan para santri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Keesokan harinya, lanjut   cerita santri Rembang, pihak musuhpun datang lagi berbondong-bondong berupa   kompi tang-tang / mobil baja dan truk-truk  menyerang kubu-kubu   pertahanan tentara / laskar kita yang didiringi oleh dentuman kanon dan   mortir serta rentetan tembakan tembakan 12,7 dari pesawat udara yang cukup   banyak jumlahnya sehingga tentara dan laskar kita banyak yang gugur dan   terpaksa mundur di pinggir kota Surabaya. Menjelang malam hari tiba,   pertempuran baru agak mereda. Hanya beberapa tembakan kecil saja yang masih   terdengar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   sini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kemudian kami diperintah pulang   oleh Pak Kyai (Kyai Bisri-red) untuk menyampaikan berita keadaan di front &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kepada   kelaurga dan warga Pondok Pesantren bahwa Pak kyai dan para ‘Alim ‘Ulama   lainnya dalam keadaan selamat sehat wal ‘afiat. Dan dianjurkan kepada semua   warga pondok dan masyarakat Rembang untuk berdoa memohon kepada Allah SWT   atas perlindungan, keselamatan dan kemenangan bagi para pejuang kita yanag   dalam pertempuran melawan dan mengusir penjajah Belanda dari bumi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiga hari kemudian, menjelang   pagi, Kiai Abbas dengan pendampingnya Kyai H. Achmad Tamin dan Kyai Bisri   Rembang serta beberapa Kyai lainnya datang. Kami tidak banyak memperoleh   informasi dari beliau-beliau tentang kejadian &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Setelah shubuh, kami para   pengawal dari &lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt; diperintahkan   berkemas-kemas untuk pulang kembali ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dengan menumpang Kereta Api Express jam 06.00, kami bertolak   meninggalkan Rembang dan tiba di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   dengan selamat pada jam 17.30. sepanjang perjalanan dari Rembang ke Cirebon,   tidak banyak yang kami bicarakan, karena Kyai Abbas dalam kelelahan dan   kantuk yang amat sangat  karena selama di Surabaya beliau kurang   istirahat dan kurang tidur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://www.clocklink.com/embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="2016olympic001-green.swf";obj.TimeZone="GMT0700";obj.width=150;obj.height=225;obj.Target="2016,8,5,0,0,0";obj.Title="Title";obj.Message="Message";obj.DayU="days";obj.HourU="hrs";obj.MinU="min";obj.SecU="sec";obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3505998398855964472-4707772436926908094?l=ade-mahmudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/feeds/4707772436926908094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2009/11/memperingati-hari-pahlawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/4707772436926908094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3505998398855964472/posts/default/4707772436926908094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ade-mahmudin.blogspot.com/2009/11/memperingati-hari-pahlawan.html' title='MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN'/><author><name>ade mahmudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14375325752402853334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/TDSxiqEUB6I/AAAAAAAAAPk/C3761xlHVng/S220/ade.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/SvkK-HwIGFI/AAAAAAAAAJ0/jAjLuYZwi_s/s72-c/KH.+Abbas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3505998398855964472.post-490378247049734303</id><published>2009-10-30T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T01:19:46.201-07:00</updated><title type='text'>VISI DAN MISI PMII</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/SuqhhEVv9aI/AAAAAAAAAJs/0an7Js5KkpA/s1600-h/Lambang+PMII.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f03SKJ5eOnA/SuqhhEVv9aI/AAAAAAAAAJs/0an7Js5KkpA/s400/Lambang+PMII.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398304692829681058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h3 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} span.post-authorvcard 	{mso-style-name:"post-author vcard";} span.fn 	{mso-style-name:fn;} span.post-timestamp 	{mso-style-name:post-timestamp;} span.post-comment-link 	{mso-style-name:post-comment-link;} span.item-controlblog-adminpid-2117186810 	{mso-style-name:"item-control blog-admin pid-2117186810";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:15.5pt;color:red;"  &gt;Visi dasar PMII;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dikembangkan dari dua landasan utama, yakni visi ke-Islaman dan visi kebangsaan. Visi ke-Islaman yang dibangun PMII adalah visi ke-Islaman yang inklusif, toleran dan moderat. Sedangkan visi kebangsaan PMII mengidealkan satu kehidupan kebangsaan yang demokratis, toleran, dan dibangun di atas semangat bersama untuk mewujudkan keadilan bagi segenap elemen warga-bangsa tanpa terkecuali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:15.5pt;color:red;"  &gt;Misi dasar PMII;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Merupakan manifestasi dari komitmen ke-Islaman dan ke-Indonesiaan, dan sebagai perwujudan kesadaran beragama, berbangsa, dan bernegara. Dengan kesadaran ini, PMII sebagai salah satu eksponen pembaharu bangsa dan pengemban misi intelektual berkewajiban dan bertanggung jawab mengemban komitmen ke-Islaman dan ke-Indonesiaan demi meningkatkan harkat dan martabat umat manusia dan membebaskan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan baik spiritual maupun material dalam segala bentuk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="item-controlblog-adminpid-2117186810"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7553509996051488438&amp;amp;postID=7643894367219246289" title="Edit Entri"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a name="2200093209601978385"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://pmiiupnzone.blogspot.com/2008/01/paradigma-kritis-transformatis.html"&gt;ARTI LAMBANG PMII&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;height:24pt'/"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:28pt;color:red;"  &gt;ARTI LAMBANG PMII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:red;"  &gt;Pencipta Lambang: H. Said Budairi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:13pt;color:red;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:15.5pt;color:red;"  &gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Perisai berati Ketahanan dan keampuhan mahasiswa Islam terhadap berbagai tantangan dan pengaruh dari luar.&lt;br /&gt;Bintang adalah melambang ketinggian dan semangat cita-cita yang selalu memancar.&lt;br /&gt;5 (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;), bintang sebelah atas menggambarkan Rasulullah SAW dengan empat sahabat  terkemuka (Khulafaur Rasyidin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 (Empat), bintang sebelah bawah menggambarkan empat mazhab yang berhaluan Ahlusunnah Wal-jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 (Sembilan), bintang sebagai jumlah bintang dalam lambang dapat berati ganda, yakni :&lt;br /&gt;Rasulullah dan empat orang sahabat serta empat orang imam mazhab itu laksana bintang yang selalu bersinar cemerlang, mempunyai kedudukan tinggi dan penerang umat manusia.&lt;br /&gt;Sembilan orang pemuka penyebar Agama Islam di Indonesia yang disebut WALI SONGO.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:15.5pt;color:red;"  &gt;2. Warna&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biru, sebagaimana lukisan PMII, berati kedalaman ilmu pengetahuan yang harus dimiliki dan digali oleh warga pergerakan. Biru juga menggambarkan lautan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang mengelilingi kepulauan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan merupakan kesatuan Wawasan Nusantara.&lt;br /&gt;Biru Muda, sebagaimana warna dasar perisai sebelah bawah, berati ketinggian ilmu pengetahuan, budi pekerti dan taqwa.&lt;br /&gt;Kuning, sebagaimana warna dasar perisai-perisai sebelah bawah, berati identitas kemahasiswaan yang menjadi sifat dasar pergerakan lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala serta penuh harapan menyongsong masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:15.5pt;" &gt;3. Penggunaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lambang digunakan pada : papan nama, bendera, kop &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, stempel, badge, jaket/pakaian, kartu anggota PMII dan benda atau tempat lain yang tujuannya untuk menunjukan identitas organisasi.&lt;br /&gt;Ukuran lambang disesuaikan dengan besar wadah penggunaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;      &lt;h3&gt;&lt;a name="1357157130142920417"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://pmiiupnzone.blogspot.com/2007/12/aswaja.html"&gt;Aswaja&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;I. Pengantar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Telaah terhadap Ahlussunnah Wal Jama’ah ( Aswaja ) sebagai bagaian dari kajian keislaman –merupakan upaya yang mendudukkan aswaja secara proporsional, bukannya semata-mata untuk mempertahankan sebuah aliran atau golongan tertentu yang mungkin secara subyektif kita anggap baik karena rumusan dan konsep pemikiran teologis yang diformulasikan oleh suatu aliran, sangat dipengaruhi oleh suatu problem teologis pada masanya dan mempunyai sifat dan aktualisasinya tertentu.&lt;br /&gt;Pemaksaan suatu aliran tertentu yang pernah berkembang di era tertentu untuk kita yakini, sama halnya dengan aliran teologi sebagai dogma dan sekaligus mensucikan pemikiran keagamaan tertentu. Padahal aliran teologi merupakan fenomena sejarah yang senantiasa membutuhkan interpretasi sesuai dengan konteks zaman yang melingkupinya. Jika hal ini mampu kita antisipasi berarti kita telah memelihara kemerdekaan (hurriyah); yakni kebebasan berfikir (hurriyah al-ra’yi), kebebasan berusaha dan berinisiatif (hurriyah al-irodah) serta kebebasan berkiprah dan beraktivitas (hurriyah al-harokah) (Said Aqil Siradj : 1998).&lt;br /&gt;Berangkat dari pemikiran diatas maka persoalan yang muncul kemudian adalah bagaimana meletakkan aswaja sebagai metologi berfikir (manhaj al-fikr)?.Jika mengharuskan untuk mengadakan sebuah pembaharuan makna atau inpretasi, maka pembaharuan yang bagaimana bisa relevan dengan kepentingan Islam dan Umatnya khususnya dalam intern PMII. Apakah aswaja yang telah dikembangkan selama ini didalam tubuh PMII sudah masuk dalam kategori proporsional? Inilah yang mungkin akan menjadi tulisan dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Aswaja Dan Perkembangannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Melacak akar-akar sejarah munculnya istilah ahlul sunnah waljamaah, secara etimologis bahwa aswaja sudah terkenal sejak Rosulullah SAW. Sebagai konfigurasi sejarah, maka secara umum aswaja mengalami perkembangan dengan tiga tahab secara evolutif. Pertama, tahab embrional pemikiran sunni dalam bidang teologi bersifat eklektik, yakni memilih salah satu pendapat yang dianggap paling benar. Pada tahab ini masih merupakan tahab konsolidasi, tokoh yang menjadi penggerak adalah Hasan al-Basri (w.110 H/728 M). Kedua, proses konsolidasi awal mencapai puncaknya setelah Imam al-Syafi’I (w.205 H/820 M) berhasil menetapkan hadist sebagai sumber hukum kedua setelah Al- qur’an dalam konstruksi pemikiran hukum Islam. Pada tahab ini, kajian dan diskusi tentang teologi sunni berlangsung secara intensif. Ketiga, merupakan kristalisasi teologi sunni disatu pihak menolak rasionalisme dogma, di lain pihak menerima metode rasional dalam memahami agama. Proses kristalisasi ini dilakukan oleh tiga tokoh dan sekaligus ditempat yang berbeda pada waktu yang bersamaan, yakni; Abu Hasan al-Asy’ari (w.324 H/935 M)di Mesopotamia, Abu Mansur al-Maturidi (w.331 H/944 M) di Samarkand, Ahmad Bin Ja’far al-Thahawi (w.331 H/944 M) di Mesir. ( Nourouzzaman Shidiqi : 1996). Pada zaman kristalisasi inilah Abu Hasan al-Asy’ari meresmikan sebagai aliran pemikiran yang dikembangkan. Dan munculnya aswaja ini sebagai reaksi teologis-politis terhadap Mu’tazilah, Khowarij dan Syi’ah yang dipandang oleh As’ari sudah keluar dari paham yang semestinya.&lt;br /&gt;Lain dengan para Ulama’ NU di Indonesia menganggap aswaja sebagai upaya pembakuan atau menginstitusikan prinsip-prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran) dan tawazzun (seimbang) serta ta’addul (Keadilan). Perkembangan selanjutnya oleh Said Aqil Shiroj dalam mereformulasikan aswaja sebagai metode berfikir (manhaj al-fikr) keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan yang berdasarkan atas dasar modernisasi, menjaga keseimbangan dan toleransi, tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka memberikan warna baru terhadap cetak biru (blue print) yang sudah mulai tidak menarik lagi dihadapan dunia modern. Dari sinilah PMII menggunakan aswaja sebagai manhaj al fikr dalam landasan gerak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Aswaja Sebagai Manhaj al-fikr&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam wacana metode pemikiran, para teolog klasik dapat dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, kelompok rasioalis yang diwakili oleh aliran Mu’tazilah yang pelapori oleh Washil bin Atho’, kedua, kelompok tekstualis dihidupkan dan dipertahankan oleh aliran salaf yang munculkan oleh Ibnu Taimiyah serta generasi berikutnya. Ketiga, kelompok yang pemikirannya terfokuskan pada politik dan sejarah kaum muslimin yang diwakili oleh syi’ah dan Khawarij, dan keempat, pemikiran sintetis yang dikembangkan oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi.&lt;br /&gt;Didalam PMII Aswaja dijadikan Manhajul Fikri artinya Aswaja bukan dijadikan tujuan dalam beragama melainkan dijadikan metode dalam berfikir untuk mencapai kebenaran agama. Walaupun banyak tokoh yang telah mencoba mendekontruksi isi atau konsep yang ada dalam aswaja tapi sampai sekarang Aswaja dalam sebuah metode berfikir ada banyak relevasinya dalam kehidupan beragama, sehingga PMII lebih terbuka dalam mebuka ruang dialektika dengan siapapun dan kelompok apapun.&lt;br /&gt;Rumusan aswaja sebagai manhajul fikri pertama kali diintrodusir oleh Kang Said (panggilan akrab Said Aqil Siradj) dalam sebuah forum di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada tahun 1991. Upaya dekonstruktif ini selayaknya dihargai sebagai produk intelektual walaupun juga tidak bijaksana jika diterima begitu saja tanpa ada discourse panjang dan mendalam dari pada dipandang sebagai upaya ‘merusak’ norma atau tatanan teologis yang telah ada. Dalam perkembangannya, akhirnya rumusan baru Kang Said diratifikasi menjadi konsep dasar aswaja di PMII. Prinsip dasar dari aswaja sebagai manhajul fikri meliputi ; tawasuth (mederat), tasamuh (toleran) dan tawazzun (seimbang). Aktualisasi dari prinsip yang pertama adalah bahwa selain wahyu, kita juga memposisikan akal pada posisi yang terhormat (namun tidak terjebak pada mengagung-agungkan akal) karena martabat kemanusiaan manusia terletak pada apakah dan bagaimana dia menggunakan akal yang dimilikinya. Artinya ada sebuah keterkaitan dan keseimbangan yang mendalam antara wahyu dan akal sehingga kita tidak terjebak pada paham skripturalisme (tekstual) dan rasionalisme. Selanjutnya, dalam konteks hubungan sosial, seorang kader PMII harus bisa menghargai dan mentoleransi perbedaan yang ada bahkan sampai pada keyakinan sekalipun. Tidak dibenarkan kita memaksakan keyakinan apalagi hanya sekedar pendapat kita pada orang lain, yang diperbolehkan hanyalah sebatas menyampaikan dan mendialiektikakakan keyakinan atau pendapat tersebut, dan ending-nya diserahkan pada otoritas individu dan hidayah dari Tuhan. Ini adalah menifestasi dari prinsip tasamuh dari aswaja sebagai manhajul fikri. Dan yang terakhir adalah tawazzun (seimbang). Penjabaran dari prinsip tawazzun meliputi berbagai aspek kehidupan, baik itu perilaku individu yang bersifat sosial maupun dalam konteks politik sekalipun. Ini penting karena seringkali tindakan atau sikap yang diambil dalam berinteraksi di dunia ini disusupi oleh kepentingan sesaat dan keberpihakan yang tidak seharusnya. walaupun dalam kenyataannya sangatlah sulit atau bahkan mungkin tidak ada orang yang tidak memiliki keberpihakan sama sekali, minimal keberpihakan terhadap netralitas. Artinya, dengan bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa memandang dan menposisikan segala sesuatu pada proporsinya masing-masing adalah sikap yang paling bijak, dan bukan tidak mengambil sikap karena itu adalah manifestasi dari sikap pengecut dan oportunis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV. Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ini bukanlah sesuatu yang saklek yang tidak bisa direvisi atau bahkan diganti sama sekali dengan yang baru, sebab ini adalah ‘hanya’ sebuah produk intelektual yang sangat dipengaruhi ruang dan waktu dan untuk menghindari pensucian pemikiran yang pada akhirnya akan berdampak pada kejumudan dan stagnasi dalam berpikir. Sangat terbuka dan kemungkinan untuk mendialektikakan kembali dan kemudian merumuskan kembali menjadi rumusan yang kontekstual. Karena itu, yakinlah apa yang anda percayai saat ini adalah benar dan yang lain itu salah, tapi jangan tutup kemungkinan bahwa semuanya itu bisa berbalik seratus delapan puluh derajat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;h3&gt;&lt;a name="1448624607766909025"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;a href="http://pmiiupnzone.blogspot.com/2007/12/sejarah-pmii.html"&gt;SEJARAH PMII&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama'ah. Dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai penyebab berdirinya PMII:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;1. Carut marutnya situasi politik bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dalam kurun waktu 1950-1959.&lt;br /&gt;2. Tidak menentunya sistem pemerintahan dan perundang-undangan yang ada.&lt;br /&gt;3. Pisahnya NU dari Masyumi.&lt;br /&gt;4. Tidak enjoynya lagi mahasiswa NU yang tergabung di HMI karena tidak terakomodasinya dan terpinggirkannya mahasiswa NU.&lt;br /&gt;5. Kedekatan HMI dengan salah satu parpol yang ada (Masyumi) yang nota bene HMI adalah underbouw-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hal-hal tersebut diatas menimbulkan kegelisahan dan keinginan yang kuat dikalangan intelektual-intelektual muda NU untuk mendirikan organisasi sendiri sebagai wahana penyaluran aspirasi dan pengembangan potensi mahasiswa-mahsiswa yang berkultur NU. Disamping itu juga ada hasrat yang kuat dari kalangan mahsiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Di Jakarta pada bulan Desember 1955, berdirilah Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) yang dipelopori oleh Wa’il Harits Sugianto.Sedangkan di Surakarta berdiri KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama) yang dipelopori oleh Mustahal Ahmad. Namun keberadaan kedua organisasi mahasiswa tersebut tidak direstui bahkan ditentang oleh Pimpinan Pusat IPNU dan PBNU dengan alasan IPNU baru saja berdiri dua tahun sebelumnya yakni tanggal 24 Februari 1954 di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. IPNU punya kekhawatiran jika IMANU dan KMNU akan memperlemah eksistensi IPNU.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Gagasan pendirian organisasi mahasiswa NU muncul kembali pada Muktamar II IPNU di Pekalongan (1-5 Januari 1957). Gagasan ini pun kembali ditentang karena dianggap akan menjadi pesaing bagi IPNU. Sebagai langkah kompromis atas pertentangan tersebut, maka pada muktamar III IPNU di Cirebon (27-31 Desember 1958) dibentuk Departemen Perguruan Tinggi IPNU yang diketuai oleh Isma’il Makki (&lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;). Namun dalam perjalanannya antara IPNU dan Departemen PT-nya selalu terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan program organisasi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan cara pandang yang diterapkan oleh mahasiswa dan dengan pelajar yang menjadi pimpinan pusat IPNU. Disamping itu para mahasiswa pun tidak bebas dalam melakukan sikap politik karena selalu diawasi oleh PP IPNU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Oleh karena itu
